
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Di dalam dunia bisnis yang berjalan dinamis, keputusan transaksi tidak lagi hanya berhenti pada harga dan kualitas produk saja. Sebab saat volume penjualan sudah meningkat dan jangkauan pasarnya meluas, faktor legal jadi bagian yang sangat penting. Maka di sinilah klasifikasi kelas merek memegang peranan yang sangat krusial.
Banyak pemilik bisnis yang baru menyadari pentingnya klasifikasi kelas merek justru ketika hambatan muncul. Misalnya, ketika produk tak bisa masuk marketplace tertentu, kerja sama distribusi tertunda, atau muncul peringatan pelanggaran merek.
Padahal, masalah tersebut bukan hanya karena mereknya tidak terdaftar, tapi melainkan karena kelas merek yang pemilik bisnis pilih tak sesuai dengan aktivitas jual beli yang mereka lakukan.
Sebab klasifikasi kelas merek berfungsi sebagai batas legal atas jenis barang atau jasa yang boleh kamu perdagangkan dengan satu nama merek. Dengan kata lain, meskipun nama mereknya sama, namun hak penggunaannya tak serta merta berlaku untuk semua jenis produk.
Selengkapnya terkait bagaimana sistem klasifikasi merek bisa berperan sebagai faktor penentu keamanan bisnis bisa kamu pelajari dalam ulasan artikel di bawah berikut!
Sistem klasifikasi kelas merek telah terancang sedemikian rupa untuk mengelompokkan barang dan jasa agar tak terjadi tumpang tindih hak antar pelaku usaha. Di dalam praktik bisnis, sistem ini bakal menjadi fondasi bagi kepastian transaksi yang dilakukan.
Dampak sistem klasifikasi terhadap penjualan antara lain meliputi beberapa hal sebagai berikut:
Pemilik bisnis yang memahami sistem ini sejak awal biasanya cenderung akan lebih siap menghadapi pertumbuhan bisnis yang ekspansif. Sebab mereka bakal dapat menyusun strategi produk yang sejalan dengan perlindungan merek, bukan hanya sekadar mengikuti tren yang terjadi di pasar.
Nah tapi sebaliknya juga, bisnis yang mengabaikan sistem klasifikasi ini cenderung akan sering terjebak pada situasi di mana produk laku keras, akan tetapi tidak aman secara hukum — khususnya dalam hal mereknya. Kondisi ini akan berpotensi menghentikan transaksi secara tiba-tiba dan akan merugikan bisnismu.

Jika berbicara pada konteks perlindungan hukum merek di Indonesia, klasifikasi kelas merek DJKI telah menjadi acuan resmi dalam pendaftaran merek. Setiap kelas merek yang ada memiliki ruang lingkup yang jelas mengenai jenis barang atau jasa yang ingin kamu lindungi mereknya.
Konsekuensi dari klasifikasi ini sangat nyata dalam aktivitas bisnis, misalnya dalam beberapa hal berikut:
Di dalam konteks transaksi, mitra bisnis sering kali meminta kejelasan mengenai kelas merek sebelum mereka mulai menjalin kerja sama. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko hukum yang dapat merugikan kedua belah pihak.
Karena itu, dengan memahami klasifikasi kelas merek yang ada di DJKI, pemilik bisnis bakal bisa memastikan bahwa setiap transaksi yang mereka lakukan berada dalam koridor hukum yang aman.
Lebih dari sekadar kewajiban bisnis yang sifatnya administratif saja, klasifikasi kelas merek adalah sebuah alat strategi bagi bisnis. Penentuan kelas yang tepat memungkinkan bisnis untuk melakukan beberapa hal berikut:
Lebih jauh dalam banyak kasus, bisnis yang sejak awal memilih kelas merek secara strategis akan lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan pasar. Mereka tidak perlu menghentikan transaksi atau rebranding hanya karena keterbatasan kelas.
Pendekatan ini akan menuntut pemahaman yang sifatnya komprehensif atau menyeluruh terhadap produk, pasar, dan rencana bisnis untuk jangka panjang. Karena itulah, klasifikasi atau kelas merek tak seharusnya pemilik bisnis lakukan secara terburu-buru agar hasilnya maksimal.
Kesalahan dalam klasifikasi merek bisa menimbulkan beberapa risiko nyata dalam transaksi bisnismu, antara lain seperti hal-hal berikut:
Risiko-risiko di atas sangat sering muncul ketika bisnis mulai berkembang lebih besar, bukan di tahap awal. Namun ironisnya, justru saat itulah biaya koreksi kelas merek bakal jadi jauh lebih mahal daripada melakukan klasifikasi yang tepat sedari awal.
Oleh karena itulah, pemilik bisnis sangat perlu dalam memandang klasifikasi merek sebagai sebuah investasi proteksi transaksi bisnis, bukan hanya sekadar formalitas pendaftaran biasa.
Di dalam kerja sama penjualan, baik itu dengan reseller, distributor, maupun mitra lisensi, kejelasan terhadap kelas merek jadi faktor yang sangat penting. Hal ini karena mitra akan memastikan bahwa produk yang pemilik bisnis jual tidak melanggar hak dari bisnis atau pihak lainnya.
Karena itulah, memilih klasifikasi merek yang tepat akan memberikan pengaruh positif bisnis seperti hal-hal berikut:
Nah tapi sebaliknya juga, ketidakjelasan kelas merek sering kali juga akan berpotensi membuat mitra menunda atau membatalkan kerja sama dengan bisnismu. Sebab bagi mereka, risiko hukum sama besarnya dengan risiko finansial.
Ya, bisa. Sebab banyak bisnis yang juga mendaftarkan merek di lebih dari satu kelas untuk mengamankan berbagai jenis produk atau jasa.
Merek produk tersebut tidak akan mendapatkan perlindungan hukum dan berisiko terkena klaim atau sengketa.
Sayangnya, tidak. Penambahan kelas merek akan memerlukan pendaftaran merek baru ke DJKI.
Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Sebelum merek kamu pakai secara luas dalam transaksi, pebisnis perlu memastikan klasifikasi kelas yang dipilih benar-benar sesuai. Proses ini idealnya akan dimulai dengan pengecekan kelas untuk memetakan ruang lingkup perlindungan merek.
Untuk membantu proses tersebut, fitur cari kelas merek dari Mebiso bisa kamu gunakan sebagai langkah awal dalam menentukan kelas yang relevan dengan produk atau jasa yang bisnis jual.
Setelahnya, kamu bisa mulai lakukan pendaftaran merek lewat jasa paten merek dari Jasa Merek untuk membantu memastikan klasifikasi yang kamu pilih sudah sesuai dengan standar DJKI dan kebutuhan bisnismu.