Perusahaan Startup: Cara Kerja, Budaya, dan Peluangnya

Highlights
  • Konsep perusahaan startup muncul karena tuntutan bisnis untuk bergerak gesit, berani mencoba, dan terus menyesuaikan arah usaha.
  • Perbedaan usaha startup dengan perusahaan biasa terlihat dari cara bertumbuh hingga mengelola risiko.
  • Beragamnya usaha startup di berbagai sektor menunjukkan bahwa model ini bisa diterapkan pada banyak jenis bisnis di Indonesia.
  • Budaya kerja perusahaan rintisan membentuk lingkungan kerja fleksibel serta fokus pada hasil nyata.
  • Membangun usaha rintisan hendaknya dibekali dengan fondasi identitas bisnis yang kekar, salah satunya melakukan perlindungan merek.
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Bagaimana Konsep Perusahaan Startup Bisa Muncul di Dunia Bisnis?

Konsep perusahaan rintisan atau startup muncul karena cara orang berbisnis dan berbelanja berubah. Pasar bergerak lebih cepat, kebutuhan konsumen semakin beragam, dan teknologi membuat persaingan jadi lebih terbuka.

Dalam kondisi seperti ini, banyak pelaku usaha butuh model bisnis yang lebih gesit dan tidak berbelit. Produk atau layanan dijalankan lebih dulu, lalu diperbaiki sedikit demi sedikit berdasarkan respons pelanggan.

Konsep ini menunjukkan bahwa usaha tidak harus besar di awal. Faktor terpentingnya adalah memahami kebutuhan pasar, bergerak cepat ambil peluang, dan berani melakukan penyesuaian agar bisnis tetap bertahan dan berkembang.

Perbedaan Perusahaan Startup dengan Perusahaan Biasa

Perbedaan keduanya terlihat jelas dari cara menetapkan tujuan, menjalankan operasional, hingga menyikapi perubahan pasar. Lebih lanjut berikut beberapa pembeda utamanya:

1. Fokus Pertumbuhan Usaha

Perusahaan startup sejak awal dibangun untuk mengejar pertumbuhan yang cepat dan berkelanjutan. Targetnya untuk memperluas pasar, meningkatkan jumlah pengguna, serta menemukan model bisnis paling efektif.

Sementara itu, perusahaan biasa umumnya lebih menekankan kestabilan arus kas dan keuntungan rutin sejak fase awal berdiri.

2. Pola Pengambilan Keputusan

Dalam startup, keputusan sering diambil berdasarkan data lapangan, uji coba, dan hasil eksperimen singkat. Berbeda dengan perusahaan biasa yang cenderung menggunakan alur persetujuan berlapis agar setiap langkah terasa lebih aman dan terkontrol.

3. Struktur dan Peran Tim

Startup punya struktur tim yang ramping dengan pembagian peran yang fleksibel. Sebaliknya, perusahaan biasa umumnya punya struktur organisasi lebih formal, dengan deskripsi kerja kaku dan batas tanggung jawab yang jelas.

4. Cara Menghadapi Risiko

Risiko dalam startup merupakan bagian dari proses belajar, karena kegagalan dianggap sebagai sumber evaluasi untuk perbaikan berikutnya. Perusahaan biasa cenderung lebih berhati-hati terhadap risiko karena fokus utamanya menjaga kestabilan operasional.

5. Peran Teknologi dalam Operasional

Bagi startup, teknologi merupakan senjata utama bisnis. Sistem digital digunakan untuk mengelola data, hingga mengambil keputusan strategis. Sementara di perusahaan biasa, adanya teknologi sering ditempatkan sebagai pendukung aktivitas.

Contoh Perusahaan Startup di Berbagai Sektor

Di tanah air, startup punya peluang besar dan beberapa telah berkembang dengan pendekatan bisnis yang disesuaikan pada kebutuhan pasar masing-masing. Nah, berikut beberapa contoh perusahaan startup di Indonesia yang telah beroperasi:

1. Startup Teknologi Finansial (Fintech)

Startup di sektor ini berdiri untuk menyederhanakan layanan keuangan mulai dari pembayaran digital, pinjaman, hingga pengelolaan keuangan pribadi. Teknologi dimanfaatkan agar transaksi jadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses.

Contoh dari perusahaan startup fintech tanah air antara lain OVO dan DANA yang mempermudah pembayaran digital harian, Kredivo yang menawarkan akses kredit instan berbasis data, serta Bareksa yang membuka akses investasi secara daring.

2. Startup Logistik dan Distribusi

Sektor logistik berkembang pesat berkat startup yang mengoptimalkan pengiriman barang melalui sistem digital. Fokus utamanya adalah efisiensi rute, kecepatan layanan, serta transparansi proses pengiriman bagi pelaku usaha dan konsumen.

Perusahaan startup dalam negeri pada sektor ini antara lain J&T Express yang mengandalkan sistem pelacakan real time. Selain itu, ada SiCepat dengan kecepatan pengiriman, serta Shipper yang menyediakan solusi logistik terintegrasi.

3. Startup Pertanian Berbasis Teknologi (Agritech)

Agritech ada guna menjawab tantangan sektor pertanian. Lewat pemanfaatan data, sensor, dan platform digital, startup membantu petani meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, serta akses pasar.

Nah, perusahaan startup agritech yang telah beroperasi di dalam negeri ialah TaniHub, yang menghubungkan petani langsung dengan pembeli. Ada pula eFishery yang fokus pada teknologi budidaya perikanan.

4. Startup Kesehatan Digital (Healthtech)

Startup healthtech menghubungkan layanan medis dengan teknologi. Mulai dari konsultasi daring, pengelolaan data pasien, hingga sistem reservasi, semuanya dirancang untuk mempermudah akses dan meningkatkan efisiensi layanan.

Contoh startup healthtech antara lain Halodoc yang menyediakan konsultasi dokter dan pembelian obat secara online. Adapun Alodokter dengan konten edukasi medis sekaligus layanan kesehatan digital.

5. Startup Pendidikan Digital (Edutech)

Edutech akan memberi solusi pembelajaran yang fleksibel dan terjangkau. Startup di sektor ini memanfaatkan platform daring guna menjangkau pelajar, profesional, hingga institusi pendidikan yang membutuhkan metode belajar lebih adaptif.

Di tanah air, contoh startup edutech yang sudah berkembang antara lain Ruangguru dengan layanan belajar berbasis kurikulum. Ada pula Zenius yang menekankan pemahaman konsep, serta Pintaria yang fokus pada peningkatan keterampilan siap kerja.

Budaya Kerja Perusahaan Startup

Budaya di perusahaan startup membentuk cara tim bekerja, berpikir, dan mengambil keputusan setiap hari. Dampaknya terasa langsung pada kinerja tim maupun arah pertumbuhan bisnis. Nah, berikut hal yang umumnya ada dalam budaya kerja startup:

  • Fleksibilitas kerja: Pola kerja tidak kaku, baik dari sisi jam kerja maupun cara menyelesaikan tugas, sehingga tim bisa menyesuaikan ritme kerja dengan target yang dinamis.
  • Kolaborasi lintas peran: Batas antar divisi cenderung cair, membuat diskusi antartim lebih cepat dan solusi bisa lahir dari berbagai sudut pandang.
  • Kecepatan eksekusi: Ide tidak menunggu terlalu lama untuk dijalankan, karena budaya startup mendorong tindakan cepat disertai evaluasi berkelanjutan.
  • Ruang bereksperimen: Kesalahan dipandang sebagai bagian dari proses belajar, selama memberikan insight untuk perbaikan produk atau strategi berikutnya.
  • Orientasi hasil: Penilaian kinerja lebih fokus pada dampak nyata terhadap bisnis, bukan sekadar kehadiran atau formalitas kerja.

FAQ

Berapa gaji di perusahaan startup

Bervariasi, umumnya UMR hingga dua kali lipatnya atau lebih, tergantung tahap bisnis, peran, dan kemampuan.

Apakah benar jika startup rentan bangkrut?

Ya, karena biasanya masih dalam tahap uji pasar dan mencari model bisnis yang stabil.

Apa bedanya perusahaan startup dengan unicorn?

Startup merupakan perusahaan rintisan yang masih berkembang, unicorn merupakan startup yang valuasinya sudah menembus lebih dari 1 miliar dolar AS.

Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Amankan Identitas Merek Sejak Awal Pertumbuhan Bisnis

Perusahaan startup yang tumbuh cepat berisiko menghadapi konflik identitas merek jika perlindungannya dibiarkan begitu saja. Lantas, melakukan cek merek online di Mebiso bisa membantu memastikan nama bisnis tidak berbenturan dengan merek lain.

Mebiso memberikan hasil pengecekan yang ringkas dan mudah dipahami, sehingga potensi sengketa dapat diantisipasi lebih dini. Langkah ini jauh lebih efisien dibanding harus mengganti nama setelah merek dikenal pasar.

Terkait jasa pendaftaran merek dagang, platform Jasa Merek siap memberikan pendampingan profesional dari awal hingga sertifikat terbit. Daripada mengurus sendiri, Jasa Merek menawarkan kejelasan proses, serta pengelolaan merek yang lebih aman.

Artikel Terkait
Strategi Launching Produk agar Closing Sejak Hari Pertama

Strategi Launching Produk agar Closing Sejak Hari Pertama

7 Cara Mengelola Hambatan Usaha agar Bisnis Cepat Bertumbuh

7 Cara Mengelola Hambatan Usaha agar Bisnis Cepat Bertumbuh

10+ Ide Usaha UMKM Modal Kecil yang Berpotensi Cuan Besar

10+ Ide Usaha UMKM Modal Kecil yang Berpotensi Cuan Besar

AI untuk Bisnis Online: Cara Cerdas Mengelola Usaha Digital

AI untuk Bisnis Online: Cara Cerdas Mengelola Usaha Digital

10+ Aplikasi AI CRM Terbaik untuk Dorong Kinerja Penjualan

10+ Aplikasi AI CRM Terbaik untuk Dorong Kinerja Penjualan

5 Cara Bangun Nilai Merek agar Bisnis Selalu Terdepan

5 Cara Bangun Nilai Merek agar Bisnis Selalu Terdepan

Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensi Keberhasilannya Dulu!