
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Di dalam bisnis yang mungkin sudah memiliki alur transaksi yang nyata dan tertata, rebranding atau atau branding ulang bisnis sering dianggap sebagai langkah berisiko.
Bagaimana tidak? Kekhawatiran kehilangan pelanggan loyal hingga harus keluar biaya pemasaran lagi membuat banyak pemilik usaha menunda keputusan ini.
Padahal dalam kondisi-kondisi tertentu, rebranding justru bisa jadi salah satu opsi paling rasional dalam menjaga penjualan bisnis tetap stabil.
Branding ulang biasanya akan muncul ketika tren pasar berubah, produk mulai berkembang, atau positioning bisnis lama tak lagi relevan.
Ketika bisnis dibiarkan dalam kondisi yang stagnan seperti ini terlalu lama, maka tentu saja nilai transaksi dan jualnya akan ikut turun.
Pada titik ini, branding ulang bisnis jadi langkah aman karena kamu bisa meminimalisir risiko daripada tidak bertindak sama sekali.
Dengan perencanaan yang matang dan pengamanan identitas baru pada awal proses branding ulang, perubahan branding justru bisa memperkuat kepercayaan pasar.
Branding ulang bukan keputusan yang berbahaya. Langkah ini juga perlu dilakukan sebagai penyesuaian strategis agar bisnismu tetap relevan.
Selengkapnya mengenai bagaimana rebranding bisa menyelamatkan transaksi usahamu dalam ulasan artikel di bawah ini!
Perubahan branding dari segi logo sering sekali membuat bisnis-bisnis yang melakukan rebranding sedikit waswas. Bukan tanpa alasan, banyak pelaku usaha yang khawatir logo baru akan membuat konsumen merasa asing atau ragu untuk membeli kembali.
Dampak logo baru terhadap penjualan sangat bergantung pada bagaimana perubahan tersebut bisa kamu kelola dan perkenalkan ke pasar. Berikut strategi perubahan logo yang efektif:
Ketika logo baru bisnis tidak memutus hubungan dengan identitas logo lama, maka branding ulang bisnis akan terasa sebagai sebuah penyegaran dan bukan perubahan drastis saja.
Rasa aman konsumen dan kelancaran penjualan produk pun akan tetap terjaga dengan baik.

Banyak sekali contoh rebranding yang menunjukkan bahwa perubahan identitas bisnis tak selalu berdampak negatif. Justru, strategi branding ulang bisnis yang tepat sering kali akan jadi titik balik pertumbuhan bisnis ke depannya.
Keberhasilan tersebut bukan karena keberanian semata, melainkan dihasilkan oleh keputusan yang terukur. Keberhasilan dalam hal branding bisa kamu coba cek karakteristiknya dalam poin-poin berikut:
Branding ulang bisnis tidak menghilangkan aspek-aspek positif yang sudah berhasil dibentuk dari branding lama.
Konsumen akan lebih memahami alasan perubahan dan tetap percaya pada produkmu.
Mitra bisnis mendapatkan kepastian bahwa perubahan tidak membawa risiko hukum.
Branding ulang bisnis dengan strategi yang baik tidak akan menghentikan promosi atau distribusi yang sedang berjalan.
Dari contoh-contoh branding ulang seperti ini, maka kamu bisa lihat bahwa perubahan bukan merupakan ancaman, selama hal itu kamu jalankan dengan strategi dan perhitungan yang matang.
Justru faktor ketidakjelasan merek yang akan kamu pakailah yang sering kali berpotensi menimbulkan risiko, bukan branding ulang itu sendiri.
Strategi branding ulang yang aman selalu berangkat dari satu tujuan utama dulu: menjaga kepercayaan pasar. Perubahan tidak dilakukan untuk mengejutkan konsumen, melainkan untuk menyesuaikan arah bisnis yang lebih baik dan relevan.
Di dalam penerapannya, ada beberapa strategi yang membuat rebranding terasa lebih tenang dan terkontrol:
Strategi ini fokusnya tidak menghindari perubahan pada bisnis itu sendiri, tapi justru memastikan bahwa perubahan tersebut tidak akan mengganggu alur penjualan bisnis.
Proses branding ulang bisnis sering kali terasa menakutkan karena dianggap sangat kompleks. Padahal bila kamu jalankan bertahap, proses ini justru bisa memberi rasa kontrol bagi pemilik bisnis.
Dalam setiap tahap, ada keputusan-keputusan yang akan membantu menjaga stabilitas transaksi seperti:
Dengan melewati proses seperti ini, maka branding ulang bukan lagi jadi langkah yang menegangkan, melainkan sebuah transisi yang terkendali.
Tidak, sebab risiko bisa muncul jika perubahan kamu lakukan tanpa adanya perhitungan dan perhitungan matang.
Bisa, jika transisi tersebut kamu lakukan secara bertahap dan konsisten.
Cek merek penting agar perubahan tidak menimbulkan konflik di tengah transaksi yang sedang berjalan.
Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Pada akhirnya, rasa takut dalam branding ulang biasanya akan muncul karena adanya ketidakpastian. Sebab ketika identitas baru bisnis belum jelas, maka kekhawatiran akan selalu ada.
Oleh karena itu, agar proses rebranding berjalan aman, pastikan merek baru yang akan kamu gunakan sudah aman dari potensi sengketa konflik. Lakukan evaluasi awal lewat cek merek terdaftar dari Mebiso untuk memastikan merekmu tidak punya kemiripan dengan merek lain.
Setelah memastikan merekmu aman, daftarkan merekmu ke DJKI lewat jasa pendaftaran merek dari Jasa Merek untuk hasil pengamanan terbaik. Dengan begitu, merek barumu akan dilindungi oleh hukum dan terhindar dari sengketa yang merugikan transaksi.