
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Tren skincare dan perawatan diri sedang naik, banyak brand maupun influencer yang berlomba-lomba mengeluarkan produk mereka. Untuk kamu yang sedang memulai usaha, peluang bisnis skincare pemula ini memang cukup menggiurkan.
Memulai bisnis skincare untuk pemula sebaiknya dilakukan lewat jalur yang paling aman dan realistis, yaitu menjadi reseller terlebih dahulu. Dengan cara ini, kamu bisa fokus pada aktivitas jual beli tanpa harus pusing memikirkan formulasi produk, proses produksi, atau modal besar di awal.
Di tahap awal, fokus utama bisnis bukan mengejar margin besar, tetapi memahami pasar. Perhatikan siapa yang membeli, masalah kulit apa yang paling sering mereka ceritakan, dan bagaimana mereka mengambil keputusan sebelum checkout.
Dari sini, kamu akan melihat peluang bisnis skincare pemula secara lebih jelas dan terukur. Semua hal tersebut akan menjadi bekal kuat untuk melangkah ke tahap berikutnya dengan strategi yang lebih matang.
Agar tidak terjebak perang harga, reseller skincare perlu memiliki positioning yang jelas sejak awal. Positioning adalah strategi pemasaran untuk menempatkan sebuah produk, merek, atau perusahaan di dalam benak konsumen sehingga memiliki citra yang unik dan lebih unggul dibandingkan kompetitor.
Kamu perlu menempatkan bisnis dengan tepat sehingga orang memilih untuk belanja skincare di toko kamu, meskipun produk yang dijual bisa jadi sama dengan toko lainnya.
Positioning bisa dibilang sebagai identitas toko. Saat orang melihat tokomu, customer bisa langsung paham, toko ini cocok untuk siapa dan membantu masalah apa. Hal seperti inilah yang membedakan reseller yang sekadar jualan dengan reseller yang serius membangun bisnis jangka panjang.
Lalu bagaimana cara menentukan positioning untuk bisnis skincare?
Kesalahan pebisnis pemula adalah berpikir untuk menjual produknya ke semua orang dan merasa semua orang adalah calon customer yang potensial. Padahal pemikiran ini salah besar, bahkan bisa membuat bisnis kehilangan arah.
Kamu harus menentukan secara spesifik yang akan menjadi customer utamamu, bukan semua orang. Target yang spesifik akan membuat komunikasi marketing lebih terarah dan katalog produk menjadi lebih rapi.
Contoh target yang cocok untuk reseller pemula antara lain pemula yang baru mulai skincare, acne beginner yang butuh panduan, atau pemilik kulit sensitif yang ingin aman tanpa trial-error.
Setelah target jelas, tentukan satu janji toko yang sesuai dan mudah diingat. Tipsnya kamu bisa menggunakan pola sederhana seperti “target + masalah + solusi” seperti:
Positioning yang kuat membutuhkan batasan. Tidak semua produk skincare viral harus kamu jual. Maka, ketika kamu sudah menentukan target market adalah pemula yang baru mengenal skincare, jangan jualan produk skincare high end.
Pilihlah produk yang mendukung janji toko dan jangan menjual skincare hanya karena sedang tren. Konsistensi inilah yang membuat toko terlihat serius, profesional dan lebih mudah dikenali customer.

Setelah positioning bisnis skincare kamu jelas, maka memilih produk untuk dijual seharusnya tidak lagi berdasarkan viral semata, tapi yang paling relevan untuk targetmu.
Prinsipnya sederhana, produk yang kamu jual harus mendukung janji toko. Kalau positioning kamu konsisten, pembeli akan merasa rekomendasimu lebih bisa dipercaya. Berikut beberapa cara yang bisa kamu gunakan:
Untuk reseller pemula, sebaiknya fokus dulu pada produk yang mudah dipakai harian, seperti cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Kategori ini cenderung repeat order dan cocok dijadikan paket basic routine. Tujuannya untuk meminimalisir stok mati dan menjaga kas toko tetap mengalir.
Gunakan positioning sebagai filter utama dalam memilih produk. Jika kamu menyasar pemula, maka pilih produk skincare yang pemakaiannya simpel dan tidak membingungkan.
Sebelum beli stok, biasakan cek legalitas produk. Kamu bisa melihat daftar BPOM skincare, supaya yakin bahwa produk yang kamu jual aman. Langkah ini membantu kamu menjaga reputasi toko dari komplain dan retur.
Menjual produk skincare yang viral bisa menarik traffic, tetapi tetap harus sesuai niche. kamu bisa mulai dengan stok kecil untuk testing. Tapi jika produk yang viral tidak relevan, maka tidak perlu stok supaya katalog tetap rapi dan fokus.
Kelemahan utama reseller biasanya hanya fokus pada perang harga untuk bersaing dengan reseller lainnya. Akan tetap dengan strategi marketing yang tepat, kamu bisa menjadi reseller naik level yang hadir sebagai solusi yang memahami kebutuhan target market.
Berikut ini beberapa strategi marketing bisnis skincare supaya tokomu makin laris:
Mulailah dari tempat transaksi utama, yaitu katalog. Selain menampilkan produk satu per satu, susunlah etalase dengan bundling sesuai kebutuhan target. Misalnya “Paket Pemula 3 Langkah”, “Routine Acne Beginner”, atau “Basic Set Kulit Sensitif”.
Memberikan bundling dengan nama paket seperti ini membuat pembeli merasa masalah mereka didengar dan memperkuat positioning toko sejak pertama kali mereka membuka katalog produk.
Untuk media sosial seperti Instagram dan TikTok, jangan hanya membuat konten yang fokus pada kelebihan produk saja. Buatlah konten yang menampilkan masalah audiens dan bagaimana produk yang kamu jual bisa menyelesaikan problem mereka.
Misalnya jika target audiens dari bisnis skincare adalah pemula yang baru kenal skincare, maka kamu bisa membuat konten tentang bingung memilih skincare dan solusinya. Jika target kamu acne beginner, maka bahas kesalahan umum penyebab jerawat dan produk yang tepat untuk mengatasinya.
Banyak reseller hanya membalas chat dengan jawaban singkat. Padahal, chat adalah momen penting untuk menguatkan positioning. Gunakan bahasa yang sesuai target, beri arahan singkat, dan tawarkan bantuan sesuai kebutuhan pelanggan.
Selain meningkatkan peluang closing, cara ini juga membuat pembeli merasa dipahami sehingga berpeluang untuk repeat order.
Terakhir, pastikan visual toko, gaya caption, dan cara berbicara ke customer konsisten dengan positioning. Misalnya positioning tokomu adalah skincare untuk remaja, maka pastikan tampilan katalog dan tulisan yang ada terasa ceria ala anak muda.
Empat Inilah bentuk tips branding bisnis skincare yang paling sederhana namun berdampak besar. Saat semua elemen di atas sejalan, maka toko kamu akan terasa profesional dan pembeli lebih mudah mengingat tokomu.
Modal bisnis skincare cukup bervariasi. Jika modalmu terbatas, maka kamu bisa memulai dengan menjadi reseller skincare terlebih dahulu. Setelah besar, kamu bisa mulai usaha brand skincare sendiri.
Untuk membuat brand skincare sendiri, kamu bisa menggunakan jasa maklon. Biayanya berkisar mulai Rp 10 juta hingga Rp 25 juta untuk paket dengan MOQ rendah.
Tentukan apakah menjadi reseller atau brand sendiri, lalu riset pasar untuk menentukan niche. Setelah itu susun plan bisnis dan pemasaran di berbagai platform. Pastikan juga untuk mengurus legalitas seperti BPOM dan mendaftarkan nama brand untuk hak cipta.
Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Meskipun kamu memulai dari reseller, nama toko adalah aset penting dalam bisnis skincare. Saat positioning sudah jelas, produk rapi, dan strategi marketing mulai berjalan, toko kamu perlahan akan dikenal.
Di titik ini, banyak reseller baru sadar bahwa nama toko yang dipakai ternyata bermasalah atau sudah ada pebisnis lain yang mendaftarkan nama tersebut. Padahal, kalau dicek dari awal, proses membangun brand bisa jauh lebih tenang.Caranya sangat mudah, kamu bisa klik Cek Merek Online untuk mengetahui apakah nama bisnismu sudah terdaftar atau belum. Harapannya langkah sederhana ini bisa menghindarkan bisnis milikmu dari masalah hukum dan rebranding yang merepotkan.