KUMPULAN ARTIKEL SEPUTAR MEREK, PATEN, LEGAL, DLL
Mebiso LOGO

Ini Dia! Contoh Merek Dagang yang Sukses Jadi Penguasa Pasar

Contoh merek dagang

MEBISO.COM – Saat ini memang sudah ada ratusan bahkan ribuan contoh merek dagang yang terdaftar. Tapi, kalau kita lihat hanya ada beberapa merek saja yang sukses menjadi penguasa pasar. Bagaimana mereka bisa meraih kesuksesan tersebut? Tentunya ada kiat khusus yang dilakukan merek-merek tersebut. Artikel ini akan memberikan kamu tips sukses seperti merek dagang yang sudah berhasil tersebut!

Contoh merek dagang yang bisa diterima

Sebelum menjadi penguasa pasar, kamu perlu melindungi nama mereknya dulu. Satu-satunya cara untuk melindungi hak merek adalah dengan pendaftaran. Sayangnya untuk bisa mendapatkan hak merek tidak bisa semudah itu, karena ada merek-merek yang tidak bisa di terima. 

Apakah arti tidak bisa di terima itu? Sederhananya, tidak bisa di terima itu adalah merekmu di tolak. Bagaimana jika merekmu sudah di tolak? Kalau keputusan penolakan merek itu sudah final, maka kamu hanya bisa mendaftarkan merek lain dari awal.

Jadi, kalau kamu tidak mau membuang-buang waktu untuk mendaftarkan merek dari awal, sebaiknya kamu memperhatikan tips berikut agar merekmu bisa menjadi salah satu contoh merek dagang yang juga berhasil:

1. Jangan meniru

Kunci utama dalam melindungi merek adalah jangan sampai kamu meniru merek lain. Bahkan jika kamu mengaku tidak sengaja pun, kamu masih perlu membuktikan kalau kamu benar-benar tidak memiliki niat untuk meniru merek lain. Tentunya, kalau kamu sudah memantapkan niat untuk tidak meniru selanjutnya kamu bisa menyesuaikan dengan kriteria “meniru itu sendiri”.

2. Merekmu sama dengan merek lain

Kalau kamu di katakan meniru, yang pasti adalah adanya kesamaan dengan yang lain. Lalu, bagaimana yang dimaksud sama itu? Predikat sama ini memang sangat luas, tapi yang perlu kamu perhatikan hanyalah 2 poin. Pertama, ketika merekmu sama persis 100% dan kedua ketika merekmu memiliki kesamaan sebagian walaupun itu hanyalah dari penyebutan atau penulisannya. 

3. Produknya sama

Membicarakan merek dagang ini memang identik dengan produk saja. Kamu bisa di anggap menjiplak kalau kamu memiliki nama yang hampir sama, kemudian kamu pun mendaftarkannya untuk produk yang sama juga. 

Selanjutnya, kamu bisa membandingkan beberapa nama merek yang berhasil di daftarkan. Kalau kamu perhatikan baik-baik, pasti merek-merek itu memenuhi 3 poin di atas. Setelah ini kamu sudah melewati satu langkah penting sebelum bisa menjadi contoh merek dagang yang berhasil. Kalau sudah berhasil mendaftarkannya, maka pengembangan merek selanjutnya kamu hanya perlu mempelajari strategi merek-merek di bawah ini. 

Baca Juga: Apa itu Merek Dagang ?

Contoh merek dagang makanan 

Membicarakan merek dagang memang sangat luas, untuk satu jenis makanan saja bisa ada di beberapa kelas. Apalagi kelas merek dagang ada kurang lebih 34 kelas. Jadi, karena ada banyak kelas merek yang perlu kamu pahami, mari kita lihat satu persatu sesuai dengan golongannya. Pertama, ada contoh merek dagang makanan:

1. Lemonilo

Contoh merek dagang makanan Lemonilo

Lemonilo menjadi merek mi instan yang paling baru. Bahkan sampai saat ini merek Lemonilo masih dalam tahap pemeriksaan Ditjen KI. Lemonilo menjadi pelopor mi instan yang sehat dan baru di perkenalkan pada sekitar tahun 2021-2022. Sampai saat ini Lemonilo memiliki banyak peminat karena Lemonilo berhasil merubah paradigma mie instan yang tidak sehat dengan produknya. 

2. Ayam Goreng CFC

Contoh merek dagang makanan Ayam Goreng CFC

Indonesia ini adalah negara penghasil rempah. Dan tidak kalah dengan produk ayam goreng milik perusahaan asing, Indonesia juga punya produk ayam goreng tepung dengan merek CFC. Bahkan menggunakan rempah-rempah yang asli dari negara asalnya, CFC sudah mempertahankan merek sejak tahun 2008 yang artinya merek ini sudah pernah melakukan perpanjangan satu kali.

3. La Fonte

Contoh merek dagang makanan La Fonte

Bukan hanya makanan-makanan asli Indonesia, tapi Indonesia juga bisa memproduksi makanan khas negara asing, lho! Contohnya seperti spaghetti merek La Fonte ini. Sering dikira sebagai produk impor, ternyata spaghetti ini adalah produk asli buatan Indonesia. Hasilnya, masyarakat Indonesia pun bisa menikmati spaghetti hanya dari tempat tinggal mereka saja. 

Dari Indonesia saja kamu bisa menemukan beberapa contoh merek dagang makanan yang berhasil di pasaran. Kalau kita lihat, merek-merek makanan ini sama sekali tidak mencantumkan nama produk pada mereknya dan benar-benar menggunakan istilah yang asing. 

Contoh merek dagang makanan ringan 

Beralih dari makanan utama, ada juga contoh merek dagang untuk perlindungan makanan ringan. Bahkan merek-merek ini bisa kamu temukan pada minimarket terdekat seperti:

1. Pringles

Contoh merek dagang makanan Pringles

Ada keripik yang penyediaannya tidak pada kantong melainkan di kaleng dengan nama Pringles. Kalau kamu tipe orang yang tidak suka memakan keripik yang sudah hancur, kamu bisa mencoba Pringles. Setiap satuannya di susun dengan rapi di dalam kaleng sehingga tidak ada keripik yang hancur. Bahkan kamu juga bisa memilih beberapa varian rasa yang di sediakan. Hanya dengan perbedaan penggunaan kemasan, Pringles bisa menonjolkan perbedaan yang kuat di bandingkan dengan para kompetitornya.  

2. Oatbits

Contoh merek dagang makanan Oatbits

Saat ini, banyak yang sedang mempromosikan hidup sehat dengan mengurangi tepung dan juga bahan-bahan pengawet. Kampanye ini membuat banyak pengusaha makanan ringan yang terdampak karena pelanggannya beralih kepada makanan ringan yang sehat. Tapi untuk sebagian pengusaha, hal ini menjadi sebuah peluang. Seperti yang dilakukan oleh Oatbits, Oatbits berhasil menciptakan makanan ringan berbahan dasar oat yang di lengkapi dengan berbagai buah segar. 

3. Fitbar

Contoh merek dagang makanan Fitbar

Dari merek pesaingnya ada makanan ringan dengan merek Fitbar yang tidak jauh berbeda dengan Oatbits, yaitu sama-sama menawarkan cemilan sehat. Bedanya, Fitbar menyediakan berbagai varian rasa pada produknya yang bisa kamu pilih sesuai selera. Oatbits dan Fitbar adalah makanan ringan yang memiliki berbagai vitamin untuk menunjang kesehatanmu. 

Di awal pembahasan tadi, kamu sudah di berikan saran untuk membuat nama merek yang benar-benar berbeda bahkan kalau bisa jangan menjiplak untuk produk yang sama. Lalu, bagaimana dengan Oatbits dan Fitbar? Jadi, ketentuan penjiplakan ini harus kamu artikan secara keseluruhan. 

Fitbar dan Oatbits memang memiliki produk yang hampir sama, namun keduanya menampilkan nama yang benar-benar berbeda. Sehingga, walaupun di daftarkan pada kelas yang sama pun keduanya bisa terdaftar. 

Contoh merek dagang kue

Tahukah kamu kalau sepanjang pembahasan dua sub bab sebelumnya itu semua tentang kelas 30? Dalam satu kelas saja kamu bisa menemukan berbagai macam jenis makanan yang berbeda. Kalau kamu kebingungan mencari kelas yang paling sesuai, kamu bisa menggunakan fitur cari kelas merek dari Mebiso, dijamin penentuan kelas merekmu akan semakin tepat. Di bawah ini contoh merek dagang yang mendaftarkan untuk jenis kue:

1. Holland Bakery

Contoh merek dagang kue Holland Bakery

Sempat ramai karena promonya di hari ulang tahun Holland Bakery, ternyata di ketahui Holland Bakery adalah salah satu produk makanan yang tertua. Kemarin baru saja Holland Bakery merayakan ulang tahunnya yang ke 45 tahun. Selama 45 tahun, tentunya banyak muncul merek-merek kue lainnya. Tapi hal itu tidak membuat Holland Bakery gentar karena sampai saat ini outlet Holland Bakery pun masih berjaya dan bahkan beberapa banyak yang memiliki pelanggan tetap. 

2. The Harvest

Contoh merek dagang kue The Harvest

Bisa disebut pendatang baru kalau di bandingkan dengan Holland Bakery, The Harvest kokoh menguasai pasar cake and bakery premium. Satu hal yang bisa menjadi contoh dari The Harvest adalah kekuatannya dalam menentukan target pasar dan kepercayaan diri dalam menguasai pasarnya. The Harvest tetap menjalankan bisnisnya seperti yang sudah di putuskan di awal dan tidak terpengaruh oleh kompetitor sebelumnya. 

3. Dunkin

Contoh merek dagang kue Dunkin

Untuk produk donat, ada merek Dunkin yang sebelumnya menggunakan merek Dunkin Donuts. Sempat menghilangkan kata “Donuts” di belakang mereknya, saat ini Dunkin Donuts lebih di kenal sebagai merek Dunkin saja. Pengurangan kata pada mereknya ternyata tidak membuat Dunkin kehilangan semangatnya dalam menjual produk Donat. Nyatanya, sampai saat ini gerai Dunkin pun masih memiliki banyak cabang di berbagai kota. 

Contoh merek dagang minuman

Setelah pandemi mulai mereda, banyak produk-produk minuman baru yang muncul. Ditambah minuman-minuman yang masih bertahan pada saat pandemi, tentunya saat ini semakin banyak produk minuman yang serupa. Ini dia contoh merek dagang minuman yang baru muncul setelah masa pandemi:

1. Kopi Kenangan

Contoh merek dagang minuman Kopi Kenangan

Merek kopi kekinian yang baru mendaftarkan nama mereknya di sekitar tahun 2018, justru berhasil mendapatkan pendanaan pada tahun 2019. Kesuksesannya dalam mempertahankan rasa kopi andalan memang tidak main-main. Ditambah dengan banyak inovasi dalam pengembangan aplikasi dan juga kerja sama dengan beberapa produsen roti dan cookies membuat Kopi Kenangan menjadi pesaing yang kuat di pasaran. 

Bahkan pemilihan kata yang di gunakan untuk mereknya pun sangat sederhana, tidak perlu menggunakan kata-kata yang rumit dan Kopi Kenangan totalitas dalam menggunakan nama mereknya itu. 

2. Esteh Indonesia

Contoh merek dagang minuman Esteh Indonesia

Sempat viral karena permasalahan yang terjadi dengan konsumennya, produk yang menjual berbagai rasa teh ini baru memulai mendaftarkan mereknya di tahun 2021. Tepat pada saat pandemi merebak, alhasil sampai saat ini merek Esteh Indonesia masih dalam tahap pemeriksaan Ditjen KI. Proses pemeriksaan merek ini memang tidak bisa sesingkat kamu memesan produknya di aplikasi. Oleh karena itu, selalu usahakan memproses pendaftaran merek sejak sebelum produknya di pasarkan. Setidaknya kamu bisa menghindari satu masalah di kemudian hari.

3. Chatime

Contoh merek dagang minuman Chatime

Pada tahun 2022, merek Chatime berhasil menjadi merek boba terfavorit. Artinya, bahkan setelah tren boba mulai meredup, Chatime masih bisa mempertahankan kualitasnya. Bisa di bilang Chatime ini adalah produk pelopor minuman boba, sehingga 6 tahun sejak pendaftaran mereknya Chatime bisa menjadi minuman favorit. 

Tidak serta merta sukses seperti sekarang, tentunya ada usaha perbaikan yang dilakukan oleh Chatime. Contohnya seperti inovasinya untuk mengembangkan kemasan ramah lingkungan sehingga mendukung pelestarian lingkungan. 

Contoh merek dagang yang ditolak

Selain dari contoh merek dagang yang berhasil di pasaran, kamu bisa juga belajar dari merek-merek yang berakhir di tolak. Misalnya seperti merek berikut:

1. Merek Kenangan Dingin

Contoh merek dagang yang ditolak Merek Kenangan Dingin

Ternyata, di balik kesuksesannya, salah satu merek milik Kopi Kenangan pernah mendapatkan penolakan. Merek yang mendapatkan penolakan itu adalah merek Kenangan Dingin yang pendaftarannya untuk kelas 29. Tidak dijelaskan alasan penolakan merek ini, namun kalau di lihat pada kelas 29 memang sudah banyak merek yang menggunakan kata “kenangan”. Sehingga bisa saja pemeriksa menganggap merek tersebut memiliki kesamaan dengan nama merek yang sudah ada. 

2. Donat merek Donken

Contoh merek dagang yang ditolak Donat merek Donken

Dalam satu merek ini ada beberapa alasan yang bisa mengakibatkan merek ini di tolak, pertama adalah karena produk yang di lindungi adalah Donat Kentang dan bisa saja nama merek ini adalah merupakan singkatan dari kata Donat Kentang. Artinya, pemeriksa bisa menganggap merek ini hanya menyebutkan nama produknya saja. Kedua, ada kemiripan sekilas dengan merek yang sudah terdaftar sebelumnya yaitu merek Dunkin. 

3. Hoki-Hoki Bento

Contoh merek dagang yang ditolak Hoki-Hoki Bento

Apakah kamu familiar dengan merek ini? Ternyata di kelas 30, sudah ada merek yang hampir mirip dengan merek ini yaitu merek Hoka-Hoka Bento. Sehingga merek ini  bisa di tolak karena memiliki kemiripan pada pokoknya dengan merek yang sudah ada. Apalagi jika kelas mereknya juga sama, maka akan semakin sulit mempertahankan merek ini.

Dari 3 contoh merek dagang yang di tolak ini, kamu bisa melihat skema penolakan yang ada pada ketiganya. Pertama, kamu tidak boleh menggunakan kata yang terlalu umum, apalagi jika kata tersebut sudah banyak di gunakan di kelas yang sama. Kalau kamu masih ingin menggunakan kata tersebut, usahakan untuk menambahkan kata pembeda lainnya atau memberikan tambahan arti pada kata tersebut.

Kedua, jangan hanya mencantumkan kata dari produkmu. Bahkan jika itu merupakan singkatan, buatlah lebih unik lagi. Kalau kamu hanya menyingkat katanya saja, bisa-bisa pemeriksa tidak ragu-ragu mengirimkan penolakan. Terakhir, usahakan kamu tidak menggunakan kata yang menyerupai merek yang sudah ada. Apalagi kalau kamu terbukti jelas-jelas menirunya. Ini akan sangat bahaya untuk kelangsungan pendaftaran merek kamu. 

Contoh merek dagang yang bersengketa

Kalau sebelumnya ada contoh merek dagang yang di tolak, sekarang kita akan membahas mengenai contoh merek dagang yang bersengketa. Ingat, tidak semua merek yang di tolak itu sebelumnya melalui sengketa dulu. Tapi, ketika merekmu bersengketa, artinya kamu sedang bermasalah dengan merek lain seperti contoh di bawah ini:

1. MS Glow Vs PS Glow

Contoh merek dagang yang bersengketa MS Glow Vs PS Glow

Dari produk kecantikan yang populer karena melibatkan artis-artis terkenal, MS Glow ternyata sempat bersengketa dengan merek PS Glow. Awal mula kasus ini karena memang keduanya memiliki unsur merek yang hampir sama. Bahkan jika menggunakan bahasa pemeriksa, tentunya merek ini akan saling mengecoh pelanggan. Sedikit saja tidak teliti, maka bisa membuat konsumen salah mengambil produknya. 

Kemiripan ini membuat merek PS Glow di anggap mendaftarkan merek tidak dengan itikad baik, apalagi perlindungannya juga sama-sama dilakukan untuk kelas 3. Akhir dari sengketa ini adalah Ditjen KI menolak permohonan pendaftaran merek PS Glow. 

2. Pepsodent Vs Formula

Contoh merek dagang yang bersengketa Pepsodent Vs Formula

Sengketa yang kedua ada dari merek pasta gigi antara Pepsodent dan Formula. Kalau sengketa merek yang pertama terlihat jelas memang memiliki kemiripan, untuk sengketa merek pasta gigi ini sebenarnya sedang merebutkan kata “strong” sebagai tambahan pada mereknya.

Walaupun sebagai tambahan, nyatanya penilaian merek harus di lihat dari keseluruhan. Apalagi nama merek untuk perusahaan-perusahaan besar, nama merek ini memiliki arti yang sangat penting, sehingga setiap unsur yang ada di dalamnya akan saling menguatkan dalam satu merek. Akhir dari sengketa ini di tahun 2021, Pepsodent berhasil menang melawan Formula sehingga Pepsodent berhak untuk menggunakan kata Strong di belakang mereknya. 

3. Merek Vans 

Contoh merek dagang yang bersengketa Merek Vans

Pada tahun 2022 lalu, merek Vans sempat bersengketa untuk mempertahankan mereknya. Bahkan sengketa yang terjadi ini sampai tingkat kasasi. Akhir dari sengketa ini, Vans berhasil membuktikan bahwa dirinya adalah merek terkenal dan menjadi satu-satunya pemilik yang sah merek Vans berikut tambahan garis yang menjadi ciri khas dari merek Vans. 

Banyak contoh merek dagang yang bisa kamu jadikan sebagai pertimbangan dalam pendaftaran merek yang akan kamu proses. Untuk lebih meyakinkanmu, kamu juga bisa memanfaatkan fitur cek merek dari Mebiso untuk contoh merek yang lebih lengkap.

Adapun proses pendaftaran merek dagang di Indonesia terdapat beberapa tahapan. Di tahap awal, yakni melakukan pengecekan merek. Hal ini untuk memastikan bahwa merek yang ingin didaftarkan belum terdaftar oleh orang lain.

Pengecekan merek dapat dilakukan secara online melalui platform Mebiso, yakni sebuah inovasi jasa merek berbasis AI yang hasilnya realtime. Startup ini merupakan lulusan program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Startup Digital Kemenkominfo, Sonny Hendra Sudaryana mengatakan, pelaku startup harus aware terhadap pendaftaran merek yang selama ini juga menjadi perhatian dari Kemenkominfo.

“Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara bagi startup untuk mengamankan hak eksklusif atas merek mereka, memberikan perlindungan hukum dan keuntungan kompetitif dalam jangka panjang.,” tandas dia.

Infografis mengenai alur merek dagang ini telah diulas dalam artikel yang ada di website Indonesia Baik.