Strategi Launching Produk agar Closing Sejak Hari Pertama

Highlights
  • Tujuan dari menyusun strategi launching produk adalah membangun awareness sekaligus menghasilkan penjualan.
  • Pada tahap pra-peluncuran, pebisnis melakukan riset pasar, menganalisis pesaing, menetapkan USP yang jelas, lalu menguji konsep agar penawaran sesuai kebutuhan audiens.
  • Pada hari peluncurannya, pebisnis menyampaikan ajakan beli yang tegas, memberi urgensi pembelian melalui promo terbatas dan memperbaiki materi saat melihat hambatan.
  • Setelah peluncuran, pebisnis mengumpulkan masukan, menyatukan KPI, melakukan perbaikan berbasis data, dan menjaga supaya customer bisa repeat order maupun mampu menjangkau customer baru.
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Pentingnya Menyusun Strategi Launching Produk

Peluncuran produk adalah titik awal untuk menilai apakah sebuah produk mampu diterima pasar dan menghasilkan penjualan. Tanpa perencanaan yang matang, banyak produk berkualitas justru gagal menarik minat pembeli.

Di sinilah pentingnya menyusun strategi launching produk secara terstruktur. Mulai dari penentuan target audiens, penawaran yang diangkat, hingga waktu peluncuran harus berdasarkan data dan tujuan yang jelas.

Momen launching produk tidak fokus pada awareness saja, tetapi juga untuk mendorong konversi dan membangun kepercayaan konsumen.

Umumnya, tahapan strategi launching produk dibagi ke dalam tiga fase utama, yaitu tahap pre-launch, saat launch, dan pasca-launch. Masing-masing tahap ini berperan penting untuk memastikan peluncuran efektif dan juga mencapai target penjualan.

Strategi Launching Produk di Tahap Pre-Launch

Pada tahap pre-launch, pebisnis menyiapkan seluruh fondasi agar peluncuran produk berjalan efektif dan menghasilkan penjualan. Berikut ini beberapa strategi launching produk yang perlu kamu lakukan: 

1. Riset Pasar dan Audiens

Kamu perlu mengenali kebutuhan konsumen, masalah utama yang ingin mereka selesaikan, serta alasan yang mendorong keputusan pembelian. Oleh karena itu, selalu lakukan riset pasar sebelum launching produk. 

Dengan riset yang tepat, pebisnis dapat menentukan pesan pemasaran yang relevan dan tidak asal menarik perhatian.

Kamu dapat mengumpulkan data melalui:

  • survei sederhana
  • observasi perilaku konsumen
  • analisis ulasan produk sejenis

Dari hasil riset tersebut, pebisnis perlu menetapkan audiens target utama agar strategi komunikasi tetap fokus dan konsisten sejak awal.

2. Analisis Pesaing

Setelah memahami audiens, pebisnis perlu memetakan pesaing yang sudah lebih dulu berada di pasar. Tujuannya untuk melihat standar harga, kualitas produk, serta pendekatan promosi yang umum digunakan. 

Pebisnis sebaiknya menilai pesaing dari sudut pandang konsumen, bukan sekadar dari klaim pemasaran. Dengan cara ini, pebisnis dapat menemukan celah pasar yang masih terbuka dan menentukan posisi produk yang lebih relevan bagi audiens target.

3. Menentukan Keunikan Produk (USP)

Strategi launching produk akan lebih terarah jika memiliki keunikan produk yang jelas. Keunikan ini harus menjawab pertanyaan mengapa konsumen perlu memilih produk tersebut dibandingkan produk lain. 

USP yang kuat membantu pebisnis menyampaikan pesan yang konsisten di seluruh saluran pemasaran. Dengan keunikan yang jelas, calon pembeli dapat memahami nilai produk tanpa penjelasan panjang dan tidak ragu untuk melanjutkan ke proses pembelian.

5. Uji Konsep dan Respons Pasar

Sebelum meluncurkan produk secara penuh, kamu perlu menguji konsep dan respons pasar. Langkah ini membantu pebisnis memvalidasi asumsi terkait harga, manfaat produk, dan minat beli. Kamu pun bisa mengetahui apakah penawaran sudah sesuai dengan kebutuhan pasar atau belum.

Dengan proses penjualan yang siap sejak awal, strategi launching produk tidak berhenti pada awareness saja. Kamu bisa langsung mengarahkan minat konsumen menuju transaksi saat memasuki tahap peluncuran.

Strategi Launching Produk Saat Launch (Hari H)

Pada hari H, pebisnis membuka penjualan secara resmi dan mendorong calon pembeli agar segera melakukan transaksi. 

Karena itu, pebisnis perlu menjalankan strategi launching produk paling efektif yaitu mengubah perhatian menjadi pembelian. Berikut ini yang harus kamu lakukan saat hari H launching produk.

1. Membuka Penjualan Secara Resmi

Pastikan produk sudah benar-benar siap dibeli pada hari H. Cek apakah tautan pembelian sudah aktif, halaman produk di marketplace sudah bisa diakses, menyiapkan katalog, dan memastikan sistem pembayaran serta pengiriman siap berjalan. 

2. Mengubah Komunikasi dari Teaser Menjadi Ajakan Membeli

Pebisnis perlu mengubah gaya komunikasi pada hari H. Sebelum hari H, biasanya brand membangun rasa penasaran lewat teaser dan edukasi. 

Pada hari H, brand harus menyampaikan informasi penjualan secara langsung. Pebisnis perlu menyebutkan produk, manfaat utama, harga, dan cara pembelian dalam satu alur yang mudah dipahami. 

3. Memberikan Alasan Kenapa Konsumen Harus Beli Sekarang

Pebisnis perlu membuat alasan yang masuk akal agar calon pembeli tidak menunda. Bisa dengan menawarkan harga early bird, bonus pembelian pertama, bundling khusus, atau kuota terbatas.

Tetapkan batas waktu atau batas kuota yang jelas agar calon pembeli memahami urgensinya. Jika pebisnis tidak memberi alasan kenapa harus beli sekarang, calon pembeli cenderung menunda meskipun mereka tertarik.

4. Memantau Respons dan Memperbaiki Materi Secara Cepat

Kamu wajib memantau respons pasar selama hari H berlangsung. Jika banyak calon pembeli menanyakan hal yang sama, pebisnis perlu memperbaiki informasi pada hari yang sama.

Pebisnis dapat memperbarui caption, menambahkan FAQ, atau mengunggah klarifikasi singkat. 

Jika trafik tinggi tetapi transaksi rendah, cek apakah pesan penawaran sudah jelas sebelum menambah konten atau menaikkan iklan.

Strategi Launching Produk Pasca Launch

Setelah hari peluncuran selesai, bukan berarti pekerjaan selesai. Tahap pasca launch inilah yang menentukan apakah penjualan akan berlanjut atau menurun setelah euforia awal mereda. 

Pada fase ini, pebisnis perlu mengalihkan fokus dari promosi ke evaluasi dan perbaikan. Oleh karena itu lakukan beberapa strategi sebagai berikut: 

1. Mengumpulkan Feedback dari Customer

Cari tahu pengalaman customer mulai dari proses pemesanan, kualitas produk, hingga pengiriman. Informasi ini penting untuk memahami apa yang sudah berjalan baik dan bagian mana yang masih perlu perbaikan.

Kamu bisa mengumpulkan feedback melalui:

  • Follow Up Message
  • Formulir Singkat
  • Kolom Review/Rating

Jangan lupa untuk selalu merespons keluhan dengan cepat dan jelas agar kepercayaan pembeli tetap terjaga.

2. Menganalisis Kinerja dan KPI

Pantau angka penjualan, tingkat konversi, jumlah pembelian ulang, serta tingkat pembatalan.

Angka-angka ini membantu pebisnis menilai apakah strategi yang dijalankan sudah efektif atau masih perlu penyesuaian.

Pebisnis juga perlu melihat kualitas pengalaman pembeli melalui indikator seperti kepuasan pelanggan dan retensi.

Dengan analisis ini, pebisnis dapat menentukan channel mana yang paling berkontribusi terhadap penjualan dan channel mana yang perlu diperbaiki atau dihentikan.

3. Melakukan Perbaikan Berdasarkan Data

Data dan feedback yang terkumpul harus segera digunakan untuk perbaikan. Kamu perlu memperbarui informasi produk, menyempurnakan penawaran, atau menyesuaikan harga jika diperlukan. Dengan materi yang lebih jelas dan relevan, proses pembelian akan terasa lebih mudah bagi calon pembeli berikutnya.

4. Menjaga Momentum dan Menyiapkan Langkah Selanjutnya

Setelah evaluasi dan perbaikan awal, pebisnis perlu menjaga momentum penjualan. Pebisnis dapat mendorong pembelian ulang, menyusun program loyalitas sederhana, atau mengingatkan kembali calon pembeli yang belum sempat checkout

Tahap pasca launch juga menjadi waktu yang tepat untuk merencanakan pengembangan berikutnya. Dengan data yang sudah terkumpul, kamu bisa menyesuaikan strategi launching produk untuk siklus penjualan berikutnya.

FAQ

Apa Tujuan dari Strategi Launching Produk?

    Tujuan strategi launching produk adalah memastikan produk diterima pasar dengan baik, mendorong penjualan sejak awal, dan mengurangi risiko gagal karena salah target, pesan, atau waktu peluncuran.

    Apa Saja 4P dalam Peluncuran Produk?

      Empat elemen 4P dalam peluncuran produk meliputi Product (produk dan manfaatnya), Price (harga dan strategi promo), Place (saluran distribusi/penjualan), dan Promotion (cara komunikasi dan pemasaran saat launch).

      Apa Perbedaan Soft Launching dan Hard Launching? 

        Soft launching adalah peluncuran terbatas untuk menguji respons pasar dan melakukan perbaikan. Sedangkan hard launching adalah peluncuran resmi ke publik dengan promosi penuh dan fokus pada penjualan.

        Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
        Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
        Pelajari Langkahnya Sekarang!

        Ketika sebuah brand merilis produk baru, nama merek akan digunakan di seluruh aktivitas penjualan, mulai dari kemasan, promosi, hingga marketplace

        Karena itu, kamu perlu memastikan bahwa nama merek yang dipilih aman dan tidak berisiko bermasalah di kemudian hari. Gunakan layanan Cek Merek Online untuk mengetahui status merek secara cepat dan praktis. 

        Setelah memastikan nama merek yang akan dirilis, kamu harus mendaftarkan merek tersebut ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Namun proses ini membutuhkan proses administratif dan ketelitian dalam memilih kelas merek yang sesuai. 

        Jika pebisnis melakukan kesalahan pada tahap ini, proses bisa menjadi lebih lama atau bahkan berujung penolakan. Untuk menghindari risiko tersebut, banyak pebisnis memilih menggunakan jasa merek yang berpengalaman.

        Kamu bisa menggunakan layanan Jasa Daftar Merek dari Mebiso untuk membantu proses pendaftaran merek. Pendampingan yang tepat membantu pebisnis fokus pada pengembangan penjualan, sementara urusan administratif ditangani dengan lebih rapi. Langkah ini melengkapi strategi launching produk agar bisnis dapat tumbuh tanpa hambatan di masa depan.

        Artikel Terkait
        7 Cara Mengelola Hambatan Usaha agar Bisnis Cepat Bertumbuh

        7 Cara Mengelola Hambatan Usaha agar Bisnis Cepat Bertumbuh

        10+ Ide Usaha UMKM Modal Kecil yang Berpotensi Cuan Besar

        10+ Ide Usaha UMKM Modal Kecil yang Berpotensi Cuan Besar

        AI untuk Bisnis Online: Cara Cerdas Mengelola Usaha Digital

        AI untuk Bisnis Online: Cara Cerdas Mengelola Usaha Digital

        10+ Aplikasi AI CRM Terbaik untuk Dorong Kinerja Penjualan

        10+ Aplikasi AI CRM Terbaik untuk Dorong Kinerja Penjualan

        5 Cara Bangun Nilai Merek agar Bisnis Selalu Terdepan

        5 Cara Bangun Nilai Merek agar Bisnis Selalu Terdepan

        Strategi Branding Perusahaan Properti agar Cepat Closing

        Strategi Branding Perusahaan Properti agar Cepat Closing

        Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensi Keberhasilannya Dulu!