5 Tools Marketing untuk Pebisnis yang Baru Mulai Jualan

tools marketing
Highlights
  • Banyak pebisnis pemula mencoba semua tools marketing tanpa memahami kebutuhan dasar bisnisnya, sehingga promosi tidak terarah dan sulit dapat order.
  • Sebelum memilih tools marketing, pemula perlu menyiapkan target market yang jelas, konten/aset jualan yang siap pakai, serta alur transaksi dan follow-up yang sederhana.
  • Tools marketing yang paling relevan untuk pemula meliputi Canva, WhatsApp Business, landing page builder, tools marketing AI, dan Meta Ads.
  • Penggunaan tools marketing harus fokus, konsisten, dan dievaluasi agar tidak hanya ramai promosi tetapi juga menghasilkan transaksi.
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Tools Marketing Apa yang Dibutuhkan oleh Pebisnis Pemula? 

Banyak pebisnis pemula yang masih bingung untuk mempromosikan bisnis mereka. Akhirnya banyak yang coba-coba semua tools marketing yang ada, padahal belum memahami kebutuhan dasar bisnisnya dengan jelas. 

Banyak pebisnis pemula yang terlalu fokus menggunakan platform atau software marketing  yang populer, mengutak-atik banyak aplikasi, tapi sayang hasilnya tidak sebanding. Konten ada, tapi sepi respon. Promosi jalan terus, tapi orang masih bingung cara order.

Sebenarnya hal ini terjadi bukan karena produknya jelek, melainkan karena langkah marketingnya belum rapi. Artikel ini akan membahas apa saja yang perlu kamu siapkan sebelum memilih tools marketing, supaya bisnis bisa promosi ke arah yang jelas dan peluang dapat order pertama lebih cepat.

Apa yang Harus Disiapkan Pemula Sebelum Memilih Tools Marketing?

Sebelum kamu memutuskan memilih tools marketing digital yang cocok, pastikan tiga fondasi ini sudah siap. Kalau tiga fondasi ini belum kuat, maka tools marketing online apa pun tidak akan berpengaruh. Apa saja ketiga fondasi ini? 

1. Memahami Siapa Target Market 

Sebagai pemula, kamu tidak perlu membidik semua orang sebagai calon customer. Pilih satu target yang paling mungkin beli dulu. Contohnya:

  • Bisnis keripik buah, maka target market pertama adalah Ibu muda yang mencari camilan sehat
  • Bisnis Kopi Botolan, kamu bisa menargetkan karyawan yang butuh kopi literan
  • Bisnis printing, target pertama adalah pemilik UMKM yang butuh packaging

Memiliki target market yang jelas akan membuat arah marketing menjadi lebih jelas. Kamu lebih mudah menentukan jenis konten, bahasa promosi, hingga tempat promosi. 

2. Memiliki Konten Jualan yang Proper 

Pastikan kamu sudah memiliki konten jualan yang sudah siap, contohnya: 

  • Foto produk yang cukup jelas (3–5 foto)
  • Harga dan varian produk
  • Manfaat utama dari produk/jasa (bukan sekadar fitur)
  • Langkah pemesanan yang jelas (klik apa, chat ke mana)
  • Testimoni (kalau ada) atau bukti (packing, behind the scene)

3. Memiliki Alur Transaksi dan Follow Up yang Jelas 

Banyak pebisnis pemula yang kehilangan order karena customer merasa proses pembelian terlalu ribet. Untuk menghindari hal ini, kamu bisa memilih alur yang cocok sesuai dengan sumber daya yang ada. Berikut ini tiga alur transaksi yang bisa kamu pilih: Tentu kamu tidak ingin hal ini terjadi, maka pastikan: 

  • Pemesanan melalui WhatsApp/DM jika sudah ada tim customer service yang cepat tanggap 
  • Pemesanan melalui marketplace jika membutuhkan sistem checkout siap pakai
  • Pemesanan melalui landing page/link jika ingin semua rapi dalam satu tautan

5 Tools Marketing Pemula untuk Mendapatkan Order Pertama

Berikut ini lima tools marketing bisnis yang sangat berguna bagi pemula. Mulai dari tools pembuatan konten hingga platform iklan, semuanya lengkap! 

1. Canva  

Canva adalah tools marketing online yang paling banyak fungsinya. Kamu bisa membuat materi promosi seperti poster diskon, katalog, story promo, hingga banner marketplace secara mudah dan gratis.

Tidak bisa desain? Tak perlu khawatir karena Canva sudah memiliki banyak fitur seperti: 

  • Ribuan template siap pakai
  • Desain brand kit (logo dan warna) 
  • Ukuran desain otomatis untuk IG feed/story
  • Elemen visual dan stok foto gratis 
  • Kolaborasi desain dan share link desain online

Selain fitur di atas, masih banyak lagi fungsi Canva yang bisa kamu manfaatkan. Terutama jika kamu masih belum memiliki tim desain grafis dan mengerjakan semua konten sendirian. 

Kamu bisa menggunakan tools ini secara gratis, namun Canva juga menyediakan versi premium yang berbayar untuk stok foto dan desain yang lebih banyak. 

2. WhatsApp Business 

WhatsApp Business adalah tools marketing gratis yang closingnya terjadi melalui chat. Biasanya bisnis dengan sistem pre order memanfaatkan tools ini untuk jalur order dan follow up pada customernya. 

Sebelum menggunakan WhatsApp Business, wajib untuk mensetting beberapa hal di bawah ini terlebih dahulu: 

  • Katalog: Masukkan katalog produk lengkap beserta foto dan harganya
  • Quick Reply: Simpan jawaban cepat untuk pertanyaan umum dari customer (harga, ongkir, cara pakai)
  • Label: Berikan label “Calon pembeli”, “Sudah bayar”, “Perlu follow-up”, “Selesai” untuk setiap chat yang masuk
  • Jam operasional: Supaya pembeli mengetahui jam buka toko 

Dengan mensetting beberapa hal di atas, proses order akan lebih rapi dan memudahkan tim untuk follow up customer. 

3. Landing Page Builder 

Landing page builder adalah tools marketing yang fungsinya mengumpulkan semua jalur transaksi dalam satu link. Mulai dari katalog produk, link marketplace, nomor WhatsApp Business, daftar testimoni, hingga FAQ singkat.

Kamu membutuhkan landing page ketika berjualan di media sosial seperti IG/TikTok. Tujuannya supaya customer bisa mendapatkan seluruh product knowledge dengan utuh dan mengarahkan pada konversi penjualan. 

Untuk pemula, kamu bisa membuat landing page sederhana yang isinya: 

  1. Katalog Produk utama + harga 
  2. Copy tentang manfaat produk 3 manfaat utama
  3. Testimoni pelanggan
  4. Tombol “Order via WhatsApp”
  5. Tombol “Checkout di Marketplace” (kalau ada)

Kelebihan dari adanya landing page adalah pembeli tidak perlu pusing mencari informasi karena semuanya tersedia dalam satu halaman. Dengan adanya landing page, peluang chat atau order pun meningkat. 

4. Tools Marketing AI 

Tools marketing AI bisa kamu gunakan sebagai asisten untuk mencari ide dan menulis copy. Tapi ingat bahwa keberadaan AI adalah alat bantu, bukan menggantikan proses marketing secara keseluruhan. 

Kamu bisa memakai platform AI untuk: 

  • Brainstorming ide konten 
  • Membuat caption yang fokus manfaat + CTA
  • Menulis skrip video pendek 
  • Menulis variasi headline promo untuk A/B testing

Dengan memanfaatkan tools AI, proses kreatif akan lebih cepat dan mendapatkan variasi ide yang lebih banyak. Tapi pastikan kamu tetap mengecek tata bahasa, fakta, dan jangan asal klaim berlebihan. 

5. Meta Ads (Facebook/Instagram) 

Meta Ads adalah tools marketing digital yang untuk mengiklankan produk atau jasa. Gunanya untuk mempercepat jangkauan, mendapatkan chat/order lebih cepat, hingga retarget orang yang sudah interaksi.

Berikut ini tips beriklan di Meta Ads untuk pemula: 

  • CTA yang objektif, misalnya mengarahkan ke DM/WA jika alur closing via chat, atau mengarahkan traffic jika alur closing melalui landing page.  
  • Mulai dari budget kecil dan konsisten 
  • Set karakteristik target market dengan tepat 
  • Siapkan 1–2 variasi iklan 

Diantara kelima tools marketing lainya, Meta Ads  adalah satu-satunya tools yang berbayar. Pastikan kamu memiliki budget yang aman sebelum memutuskan untuk beriklan.

Selain itu, lakukan evaluasi untuk melihat apakah strategi iklan berhasil atau malah rugi karena hanya menjadi ajang bakar uang tanpa mendapatkan pembeli. 

Kesalahan Pebisnis Pemula Saat Menggunakan Tools Marketing

Tujuan penggunaan tools marketing bisnis adalah memudahkan proses pemasaran dan mendapatkan hasil yang sesuai. Namun jika tidak sesuai harapan, bisa jadi ada kesalahan seperti: 

  1. Memakai tools terlalu banyak sehingga tidak fokus. Solusinya cukup pelajari 2-3 tools lalu fokus dan memaksimalkan tools tersebut.
  2. Konten ramai, tapi CTA tidak jelas. Solusinya pastikan CTA mengandung arahan seperti  “Klik link di bio”, “Chat untuk order”, “Checkout sekarang”.
  3. Sudah promosi, tapi alur pembelian bertele-tele. Solusinya buatlah format order atau gunakan marketplace supaya proses pembelian lebih mudah. 
  4. Tidak ada tracking evaluasi. Solusinya kamu harus memiliki catatan seperti order masuk dari mana (IG, TikTok, WA, iklan), produk apa yang paling banyak dibeli, hingga apa alasan orang batal membeli. 

FAQ

1. Apa itu Tools Marketing?

    Tools marketing adalah alat bantu berupa aplikasi, platform, atau software yang berfungsi untuk menjalankan pemasaran. Mulai dari pembuatan materi, menyebarkan konten, menarik calon pembeli, hingga membantu closing dan mengukur hasilnya.

    2. Apa Saja 4 Strategi Pemasaran?

      Empat strategi pemasaran utama adalah 4P: Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat/Distribusi), dan Promotion (Promosi) yang dikenal sebagai Marketing Mix

      3. Apa Saja AI yang Bisa Digunakan untuk Proses Pemasaran?

        Kamu bisa menggunakan ChatGPT, Gemini, dan platform AI lainnya untuk brainstorming ide, maupun menulis copy. Tapi pastikan untuk tidak menggunakannya mentah-mentah tanpa pengecekan ulang.

        Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
        Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
        Pelajari Langkahnya Sekarang!

        Setelah Mulai Dapat Pembeli, Apa Memastikan Brand Supaya Tetap Aman? 

        Begitu kamu mulai dapat order dan promosi makin sering, satu hal yang sering dilupakan pemula adalah keamanan brand. Banyak bisnis yang sudah jalan berkat tools marketing yang sesuai, tapi baru sadar nama brand mirip atau ternyata sudah dipakai pihak lain.

        Supaya bisnismu lebih aman sebelum scale up, kamu bisa cek dulu apakah nama merekmu berpotensi bentrok atau sudah terdaftar. Pakai fitur Cek Merek Online untuk melihat apakah nama brand atau merek masih tersedia atau sudah ada usaha lain yang memakainya. 

        Jika masih tersedia, maka segera daftarkan nama brandmu supaya legalitasnya aman dan tidak diklaim oleh pebisnis lainnya.

        Artikel Terkait
        Rahasia Bisnis Thrift Menguntungkan di Pasar Jual Beli

        Rahasia Bisnis Thrift Menguntungkan di Pasar Jual Beli

        Bisnis Kursus Online : Edukasi Digital Pada Era Modern

        Bisnis Kursus Online : Edukasi Digital Pada Era Modern

        Bisnis Reseller Tanpa Stok: Cara Hemat Modal dan Tetap Untung

        Bisnis Reseller Tanpa Stok: Cara Hemat Modal dan Tetap Untung

        Bisnis Afiliasi 2026: 7 Niche Paling Laris dan Cepat Closing

        Bisnis Afiliasi 2026: 7 Niche Paling Laris dan Cepat Closing

        5 Teknik Digital Marketing Supaya Penjualan Meledak

        5 Teknik Digital Marketing Supaya Penjualan Meledak

        Strategi Membangun Bisnis Jasa Wedding Organizer dari Nol

        Strategi Membangun Bisnis Jasa Wedding Organizer dari Nol

        Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensi Keberhasilannya Dulu!