
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Banyak pelaku bisnis barbershop yang memulai usahanya dengan bermodalkan keberanian dan skill dasar.
Di minggu pertama, pelanggan ramai yang datang karena rasa penasaran, harga promo, atau sekadar coba-coba saja. Kursi cukur pun terisi ramai, bahkan kadang harus antre.
Namun sedihnya setelah beberapa bulan berjalan, polanya mulai berubah. Pelanggan yang dulu datang kini tak selalu kembali. Kursi yang dulu selalu antre malah sering kosong.
Nah, dalam kondisi seperti ini, pelaku usaha barbershop sering kali ada yang malah menyalahkan lokasi atau bahkan harga layanan.
Padahal sebetulnya, masalah utamanya bukan terletak di sana. Sebab dalam praktiknya, bisnis barbershop sangat bergantung juga pada repeat order.
Tanpa pelanggan yang kembali secara rutin, maka penjualan pun juga akan tidak stabil.
Di titik ini jelas rasanya bahwa skill potong rambut saja tidak cukup. Sebab pelaku usaha perlu bangun juga sistem yang membuat pelanggan kembali tanpa harus bergantung pada promo.
Karena itu, mari kita bedah sedikit demi sedikit strateginya agar pelanggan bisa terus balik ke bisnis barbershop milikmu dalam ulasan artikel di bawah berikut!
Banyak yang tertarik untuk masuk ke bisnis barbershop karena melihat potensi pendapatan hariannya.
Setiap pelanggan membayar langsung, tanpa adanya hutang piutang. Hal ini membuat arus kas terlihat cepat dan menarik.
Namun begitu, keuntungan usaha barber yang sebenarnya bukan hanya dilihat dari jumlah pelanggan harian saja.
Keuntungan terbesar akan mulai muncul ketika ada satu pelanggan yang datang berkali-kali secara rutin.
Sebagai contoh, satu pelanggan mungkin bisa potong rambut setiap 1 bulan sekali. Sekarang jika tiap bulannya ada 10 orang yang rutin potong rambut, maka keuntungannya bisa mulai mengalir.
Jika satu barbershop punya basis pelanggan tetap, maka pendapatannya juga akan jadi lebih stabil tanpa perlu terus mencari pelanggan yang baru.
Tapi yang jadi masalah adalah banyak pelaku usaha barber yang tidak membangun sistem untuk menjaga hubungan dengan pelanggan mereka. Mereka justru hanya fokus pada transaksi saat itu juga.
Jika kondisi terus dibiarkan, maka potensi keuntungan bisnis barber-mu tidak akan maksimal. Yang ada, bisnis akan terus berada di fase naik turun.
Banyak yang memulai bisnis barbershop rumahan karena mereka ingin menekan biaya sewa tempat. Strategi ini memang efektif untuk mengurangi risiko di awal.
Namun tantangan dalam menjalankan usaha barbershop di rumah terletak pada kepercayaan pelanggan.
Sebab tanpa branding yang jelas, orang justru akan ragu untuk mencoba.
Beberapa pelaku usaha yang berhasil mengatasi tantangan ini biasanya menggunakan cara-cara seperti:
Dengan pendekatan yang tepat, usaha barbershop yang buka di rumah tidak akan kalah dengan barbershop di lokasi-lokasi yang strategis seperti di daerah urban.
Di dalam praktiknya, sebenarnya ada dua cara bagaimana menjalankan usaha barbershop ini, antara lain meliputi:
Di model jualan seperti ini biasanya pelaku usaha hanya akan menunggu pelanggan datang.
Tidak ada pencatatan, tidak ada follow up, tidak ada sistem, dan tidak ada strategi retensi.
Cara ini membuat usaha barber jadi sepenuhnya bergantung pada traffic harian saja.
Pelaku usaha mencatat pelanggan, mengingat preferensi potongan yang pelanggan mereka sukai, dan menjaga kenyamanan komunikasi dengan pelanggan mereka.
Dengan menerapkan cara ini, pelanggan akan merasa lebih diperhatikan, sehingga mereka akan kembali tanpa berpikir panjang karena kenyamanan layanannnya.
Dalam jangka panjang, pendekatan inilah yang akan meningkatkan keuntungan usaha barbershop-mu secara signifikan.
Agar usaha barbershop yang kamu buka tetap hidup dan jalan terus, maka ada beberapa strategi yang mungkin perlu kamu jalankan juga. Misalnya seperti:
Dorong pelanggan untuk mau datang secara rutin. Bisa dengan edukasi gaya rambut yang pas dengan bentuk kepala atau gaya mereka atau bisa juga dengan melakukan reminder waktu potong berikutnya.
Orang datang bukan cuma untuk potong rambut saja, tapi mereka juga mencari kenyamanan selama mereka melakukan potong rambut tersebut.
Dengan menggunakan sistem booking atau pemesanan, alur pelanggan akan jadi lebih teratur.
Ini akan membantu menjaga stabilitas dalam usaha barbershop yang kamu menjalankan.
Sekali pelangganmu kecewa dengan kualitas potong rambut yang kamu berikan, maka kemungkinan besar mereka tidak akan kembali.
Karena itu, menjaga kualitas layanan juga jadi salah satu faktor yang harus kamu jaga.
Nama dan konsep dari usaha barbershop yang kamu miliki harus mudah diingat oleh orang-orang.
Ini penting dalam menjalankan bisnis dalam skala apa pun, baik untuk skala rumahan atau yang sudah besar sekalipun.
Menjalankan usaha barbershop biasanya tak luput juga dari kesalahan-kesalahan yang umum namun bisa berdampak pada keberlanjutan bisnismu ke depannya.
Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang kerap ditemui di usaha-usaha barbershop di luaran sana, antara lain:
Kesalahan-kesalahan seperti ini mungkin terlihat sepele, namun faktanya justru hal ini bisa membuat keuntungan usahamu tidak berkembang dan stuck di situ-situ saja.
Tidak juga, sebab tanpa strategi bisnis yang jelas justru bisnismu akan bisa sepi walaupun lokasinya strategis.
Tergantung jumlah pelanggan tetapnya juga. Keuntungan usaha ini akan meningkat jika repeat ordernya juga tinggi.
Bisa, dengan menerapkan konsep dan kualitas yang konsisten, usaha barber rumahan juga bisa berkembang ke skala yang lebih besar.
Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Jika usaha barbershop sudah punya nama dan basis pelanggan yang tetap, maka langkah berikutnya adalah bagaimana memastikan brand usahamu aman dari peniruan oleh pihak lain dan kompetitor.
Maka, agar hal tersebut tidak terjadi, kamu bisa terapkan dua langkah ini!
Mari mulai dengan melihat apakah nama brand-mu sudah ada yang menggunakan dan punya potensi masalah atau tidak dengan menggunakan layanan cek merek terdaftar dari Mebiso.
Setelah itu, mari segera amankan brand usahamu dengan jasa paten merek profesional dari lembaga daftar merek terpercaya di Jasa Merek agar punya perlindungan hukum yang jelas!