
SURABAYA, 29 Mei 2026 – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) mencatat, ada 120.000 sampai 140.000 permohonan pendaftaran merek setiap tahunnya. Bahkan, Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan permohonan merek tinggi di ASEAN.
Di sisi lain, terdapat lebih dari 66 juta UMKM di Indonesia yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Mereka masih menghadapi risiko besar terhadap perlindungan merek mereka. Sebanyak 75 persen merek ditolak karena terdapat kemiripan dengan merek yang sebelumnya terdaftar. Kondisi ini menunjukkan bahwa membangun merek saja tidak cukup. Sehingga, perlu perlindungan yang tepat menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan bisnis.
Menjawab tantangan tersebut, di ulang tahun ketiga, Mebiso App hadir sebagai “Trademark Guard”, yang membantu pelaku usaha dalam melakukan pengecekan, monitoring, serta perlindungan merek secara menyeluruh langsung dari ponsel. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur monitoring real-time, notifikasi otomatis terhadap potensi kemiripan merek, hingga sistem keamanan data terenkripsi untuk menjaga kerahasiaan informasi pengguna.
“Para pengusaha membangun bisnis dan merek mereka melalui proses yang tidak singkat, butuh waktu, tenaga, dan perjuangan. Karena itu, sangat disayangkan jika merek yang telah dibangun justru berisiko ditiru atau bahkan gagal didaftarkan akibat kemiripan dengan pihak lain,” kata CEO Mebiso, Hesti Rosa.
Selain itu, Mebiso App juga memungkinkan pengguna untuk memantau status pendaftaran merek secara transparan, mengelola berbagai dokumen persyaratan dalam satu dasbor terintegrasi, serta mendapatkan insight terkait strategi perlindungan merek melalui fitur edukatif yang tersedia di dalam aplikasi.
“Melalui Mebiso App, kami ingin memastikan setiap pelaku usaha memiliki akses yang lebih mudah untuk melindungi merek mereka sejak awal. Kami percaya, perlindungan merek bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan penting agar para pengusaha dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih tenang dan fokus bertumbuh,” kata dia.
Dalam Mebiso App, terdapat beberapa fitur. Pertama, Trademark Analyzer membantu cek potensi kemiripan merek dengan teknologi AI secara realtime. Seluruh Dokumen Hasil Analisa juga tersimpan otomatis dalam dashboard terintegrasi tanpa perlu mencari file lama atau bolak-balik membuka website.
Kedua, Fitur Proteksi bekerja aktif 24 jam untuk memantau potensi merek serupa dan mengirimkan notifikasi otomatis saat ada permohonan merek baru yang mirip dengan brand yang dimiliki.
Ketiga, fitur Monitoring membantu memantau seluruh perubahan status merek secara realtime dalam satu tampilan terpusat, bahkan untuk lebih dari satu merek sekaligus.
“Seluruh dokumen persyaratan kini tersimpan aman dalam dashboard yang sudah terenkripsi,” tegas dia.
Dengan hadirnya Mebiso App, kami berharap dapat mendorong pelaku usaha di Indonesia untuk lebih sadar akan pentingnya perlindungan merek serta beralih ke solusi digital yang lebih praktis dan aman. Sejalan dengan komitmen Mebiso, aplikasi ini diharapkan mampu membantu bisnis tumbuh dan berkembang dengan lebih percaya diri melalui perlindungan merek yang optimal.