
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Menjalankan bisnis kue mungkin memang terlihat sederhana di awal-awal menjalankannya.
Produk kue yang enak dan tampilan menarik biasanya cukup untuk menarik perhatian pelanggan pertama.
Orderan mulai masuk, bahkan terkadang datangnya bisa dari mouth to mouth alias dari mulut ke mulut.
Namun sayangnya, setelah fase awal ini, banyak pelaku usaha yang mulai menyadari bahwa penjualan tak selalu menghasilkan profit yang stabil.
Di satu waktu, pesanan mungkin bisa langsung membludak, terutama saat momen tertentu seperti hari raya atau saat tren kue tertentu sedang naik.
Tapi di waktu lain, penjualan bisnis kue juga bisa turun drastis tanpa alasan yang jelas. Kondisi membuat arus kas tidak konsisten sehingga sulit untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Belum lagi jika menyoal pelanggan yang mungkin hanya membeli sekali. Meskipun produk banyak disukai, tapi tak semua pelanggan akan kembali untuk melakukan repeat order.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam usaha kue kering, kue basah, maupun kue kekinian, rasa yang enak saja tak cukup untuk membangun loyalitas pelanggan.
Maka dari itu, mari kita kupas selengkapnya mengenai tantangan dan cara membuat bisnis kue laris dalam ulasan artikel di bawah berikut!
Sebagai seorang pelaku usaha, kamu perlu tahu bahwa di luar sana ada beberapa model bisnis yang sering digunakan dalam menjalankan usaha kue.
Beberapa di antaranya seperti:
Di model bisnis ini, produk kue dibuat dengan mengikuti tren yang sedang berjalan, tanpa memikirkan identitas dan value bisnis yang jelas.
Hal ini membuat bisnis jadi sulit diingat oleh para pelanggan karena tak memiliki ciri khas yang kuat.
Biasanya, harga jadi satu-satunya senjata utama dalam bersaing dengan kompetitor. Strategi ini memang bisa menarik pembeli awal, tapi tidak efektif untuk jangka panjang.
Produk punya identitas yang kuat, baik dari segi rasa, konsep, maupun branding. Hal ini membuat pelanggan lebih mudah mengingat dan merekomendasikan usaha kue yang kamu miliki.
Dari segi harga sendiri juga akan menyesuaikan value yang kamu berikan, sehingga pelanggan tak hanya akan membeli kue, tapi juga akan membeli pengalaman dan kualitas.
Strategi repeat ordernya pun juga akan jelas. Sebab di sini pelanggan akan terdorong untuk kembali membeli produk kuemu lewat pengalaman positif dan penawaran lanjutan.
Dari dua model di atas, terlihat jelas bahwasanya positioning bisnis akan jadi sebuah pembeda utama dalam industri usaha kue yang saat ini tengah berkembang.
Di dalam praktiknya, setiap jenis usaha kue punya karakter-karakter yang berbeda satu sama lainnya.
Berikut adalah beberapa perbandingannya:
Seperti bisnis-bisnis lainnya, dalam menjalankan usaha kue-kuean, strategi akan sangat kamu butuhkan agar bisa menghasilkan penjualan.
Maka, agar penjualanmu tidak stagnan, ada beberapa strategi yang perlu untuk kamu terapkan, antara lain:
Pelanggan harus tahu apa yang membuat kue yang kamu jual berbeda dari kue-kue yang ada di luar sana.
Penjelasan ini harus konsisten di semua kanal pemasaran agar calon pelanggan lebih mudah juga untuk memahaminya.
Foto dan video akan memiliki pengaruh besar dalam menentukan keputusan pembelian.
Visual yang baik akan mampu meningkatkan daya tarik produk secara signifikan.
Hal-hal seperti testimoni dan review akan sangat membantu kamu dalam meyakinkan calon pembeli.
Kepercayaan pembeli terhadap bisnismu akan jadi faktor utama dalam keputusan transaksi mereka.
Kecepatan dalam merespons pelanggan juga bisa meningkatkan peluang closing. Sebab pelanggan cenderung akan lebih menyukai penjual yang lebih responsif dan jelas.
Di dalam praktiknya, keuntungan usaha kue yang paling stabil berasal dari pelanggan-pelanggan lama yang sudah mengenal dan percaya pada bisnismu.
Alasannya karena:
Mereka sudah mengenal kualitas produk kue yang kamu jual, sehingga kamu tak perlu lagi meyakinkan mereka dari awal.
Hal ini akan membuat proses transaksi akan berjalan lebih cepat efisien.
Kamu tak perlu terus-terusan mengeluarkan biaya untuk menarik pelanggan baru. Sebab hubungan yang sudah terbangun akan jadi sebuah aset yang penting.
Produk kue termasuk konsumsi yang rutin. Karena itu, dengan strategi yang tepat, pelanggan akan bisa membeli berkali-kali dalam periode tertentu.
Fokus utamanya ada pada kejelasan penawaran dan visual produk kue yang kamu tawarkan.
Respon cepat dan komunikasi yang jelas juga ikut menentukan apakah calon pembeli akan lanjut beli atau tidak.
Hal ini biasanya karena bisnis cuma mengandalkan momentum seperti tren atau musim tertentu tanpa dibarengi sistem jualan dan strategi repeat order yang jelas.
Pastikan kualitas produk kue konsisten dan pengalaman pelanggan memuaskan. Selain itu bisa juga dengan membangun komunikasi setelah pembelian.
Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Ketika usaha kue yang kamu jalankan sudah berjalan dan punya basis pelanggan tetap, maka pengamanan nama usaha jadi salah satu hal yang tak boleh kamu lewatkan dan biarkan begitu saja.
Karena itu, ada dua langkah yang jadi penting untuk melindungi nama usahamu!
Pertama, mari lakukan pengecekan untuk memastikan nama merekmu tak ada kemiripan dengan merek lain yang sudah terdaftar dengan alat cek merek dagang AI terbaik dari Mebiso.
Langkah kedua, segera lakukan pendaftaran resmi agar bisnismu punya perlindungan merek yang kuat sehingga bisa berkembang tanpa risiko kehilangan identitas brand.
Caranya dengan mendaftarkan merekmu menggunakan jasa pendaftaran merek terbaik di lembaga pendaftaran merek terpercaya seperti Jasa Merek!
Jasa Merek akan membantu proses pendaftaranmu ke DJKI secara cepat, akurat, dan profesional.