
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Banyak orang yang masuk ke bisnis perlengkapan bayi rata-rata karena melihat satu hal: produknya banyak dibutuhkan alias pasarnya ada.
Sebab orang tua tak bisa menunda pembelian perlengkapan bayi seperti popok, susu, atau kebutuhan dasar lainnya. Secara logika, ini terlihat seperti sebuah pasar yang aman.
Di fase-fase awal, asumsi itu mungkin terasa benar. Bisnis perlengkapan bayi dan anak sering langsung menghasilkan orderan, bahkan tanpa strategi yang matang.
Marketplace, promo, atau sekadar harga murah sudah cukup untuk menarik pembeli pertama.
Namun masalah muncul ketika penjualan bisnis mulai tidak konsisten. Hari ini ramai orang beli, tapi besok malah sepi. Tak ada pola pasti yang bisa pebisnis prediksi.
Pelaku usaha perlengkapan bayi akhirnya akan terjebak dalam siklus yang melelahkan: terus cari traffic baru tanpa pernah membangun pelanggan tetap yang loyal.
Kondisi ini menunjukkan satu hal penting bahwa produk yang bagus saja tidaklah cukup.
Sebab dalam menjalankan bisnis ini, yang menentukan bukan hanya produk apa yang kamu jual, tapi juga bagaimana sistem penjualannya bekerja dari awal sampai akhirnya pelanggan repeat orderan.
Karena itu, mari kita bedah secara lebih jelas mengenai bagaimana cara menjalankan bisnis perlengkapan bayi ini agar bisa dapat profit penjualan maksimal dalam ulasan artikel di bawah berikut!
Banyak orang yang mencari tahu bagaimana cara memulai bisnis perlengkapan bayi, tapi fokusnya sering salah.
Mereka sibuk cari supplier murah atau mencari produk apa yang sedang viral sekarang. Padahal, salah satu fondasi utama bisnis justru terletak pada struktur penjualan.
Sehingga, agar kamu tidak salah langkah ketika membuka usaha ini, berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu terapkan:
Langkah pertama yang bisa kamu terapkan adalah mulai meriset dan memilih mana produk yang sering orang-orang beli.
Produk seperti popok, tisu basah, dan perlengkapan mandi bayi punya keunggulan karena pelanggan pasti akan butuh dan akan kembali membelinya.
Membangun alur penjualan juga sangat penting. Jangan cuma menunggu pembeli datang.
Sebab dalam usaha peralatan bayi dan anak, perlu ada strategi untuk mengarahkan pelanggan, dari yang mulai mengenal brand, mulai membeli, sampai akhirnya datang untuk membeli lagi.
Banyak pelaku usaha ini yang gagal bukan karena produknya tidak sesuai, tapi karena mereka tak mampu membangun kepercayaan para pelanggannya.
Orang tua sangat selektif, sehingga kejelasan informasi jadi faktor yang tak kalah penting.
Kalau sejak awal sudah menggunakan pendekatan ini, maka usaha perlengkapan bayi yang kamu miliki tidak akan bergantung pada momen-momen semata atau promo.
Di dalam praktiknya, ada dua pola besar dalam menjalankan usaha perlengkapan bayi. Dua pola tersebut antara lain terbagi jadi:
Banyak toko yang hanya mengandalkan listing produk saja. Mereka berharap pembeli datang dari pencarian atau promo.
Dalam jangka pendek, cara ini memang bisa menghasilkan penjualan.
Namun untuk jangka panjang, pola ini justru membuat bisnis milikmu jadi sulit berkembang. Sebab tak ada alasan bagi pelanggan untuk kembali lagi membeli produkmu.
Semua tergantung harga dan keberuntungan.
Pola kedua ini lebih terarah daripada pola nomor satu. Pelaku bisnis ini tidak hanya menjual produk, tapi juga membangun hubungan dengan pelanggan.
Mereka mencatat data-data pembelian mereka secara teratur, termasuk melakukan follow up, dan menawarkan produk yang relevan.
Dengan cara ini, satu pelanggan bakal bisa berpotensi menghasilkan banyak transaksi.
Perbedaan utama dari dua pola di atas ini sebenarnya sederhana: yang satu fokus jualan hari ini, yang satu lebih fokus pada keberlanjutan usaha.
Di dalam pengembangan bisnis ini, pilihan yang kamu buat akan menentukan apakah bisnismu akan bertahan atau justru sebaliknya.
Melihat peluang bisnis perlengkapan bayi, tak semua produk akan memberikan dampak yang sama. Sebab masing-masing produk punya peluangnya tersendiri bagi bisnismu.
Berikut adalah beberapa contohnya:
Produk seperti popok dan tisu basah selalu dibutuhkan. Di dalam bisnis ini, kategori ini jadi salah satu sumber cashflow utama karena pelanggan melakukan pembelian produk ini secara rutin.
Produk sekali beli seperti stroller atau car seat khusus bayi punya margin tinggi. Namun frekuensi pembeliannya rendah.
Bisnis perlengkapan bayi tidak bisa hanya mengandalkan produk-produk kategori ini saja.
Produk-produk yang lucu atau sedang viral sering kali banyak menarik perhatian masyarakat.
Namun begitu, tren cepat berubah. Jika hanya mengandalkan lini produk ini saja, bisnismu akan sulit stabil.
Menilik dari ketiga strategi di atas, strategi terbaik sebenarnya adalah menggabungkan ketiganya, dengan fokus utamanya pada produk yang bisa menghasilkan repeat order.
Supaya bisnis perlengkapan bayi milikmu bisa tetap berjalan stabil, maka ada beberapa strategi berikut yang perlu kamu jalankan, antara lain meliputi:
Tanpa terjadinya repeat order, maka bisnis akan terus-terusan mengejar pelanggan baru. Di dalam usaha perlengkapan bayi sering kali ini tidak efisien.
Setiap transaksi yang terjadi harus ada datanya. Data ini akan jadi aset utama dalam bisnismu agar nantinya kamu bisa tawarkan produk-produkmu berikutnya.
Bundling produk akan meningkatkan nilai transaksi sekaligus akan memudahkan pelanggan dalam mencari produk yang mereka butuhkan.
Konten edukatif meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap brand usahamu. Orang tua lebih memilih toko yang memberikan informasi yang jelas dan valid, bukan cuma yang harganya murah saja.
Follow up sederhana kepada pelanggan bisa berpotensi menaikkan repeat order. Di dalam bisnis apapun itu, termasuk dalam bisnis ini, komunikasi bisa jadi pembeda utama yang krusial.
Tidak selalu, sebab tanpa strategi yang jelas maka bisnis ini bisa jadi sepi meskipun produknya banyak dibutuhkan di pasaran.
Bisa dengan berfokus pada bagaimana cara menghasilkan repeat order, bukan hanya soal bagaimana mencari pembeli baru.
Tidak, karena produk mahal sebenarnya hanya pelengkap saja dan harus lihat kebutuhan market.
Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Langkah penting yang sering kali pebisnis abaikan dalam menjalankan usaha ini adalah perlindungan merek bisnis itu sendiri.
Karena itu ada dua hal yang harus kamu lakukan untuk mengamankannya!
Pertama, mari pastikan nama bisnismu sudah aman dengan menggunakan layanan cek merek online dari Mebiso untuk mengetahui potensi merekmu bisa terdaftar.
Setelahnya, daftarkan merek usahamu melalui jasa daftar merek dari lembaga pendaftaran merek terpercaya di Jasa Merek untuk langsung amankan merekmu agar tidak diambil kompetitormu!