
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Bisnis real estate menjadi sektor bisnis yang dianggap cukup menguntungkan karena daya minat yang tinggi, ditambah faktor kebutuhan utama konsumen sebagai tempat tinggal.
Meskipun kondisi finansial yang semakin tidak menentu di Indonesia, bisnis ini tidak terlalu terpengaruh dengan signifikan dan masih bisa berkembang.
Sehingga tidak jarang tetap menguntungkan bagi pengusaha, termasuk Anda yang tertarik menjalankan bisnis ini. Nilai properti bisnis real estate juga cenderung mengalami kenaikan setiap waktu yang begitu berbeda dengan usaha sektor lain.
Namun, harga tanah dan bangunan biasanya cenderung meningkat seiring dengan perubahan kondisi ekonomi. Bisnis real estate dianggap sebagai investasi yang aman, sehingga ini membuat pebisnis tertarik memulai bisnis real estate yang cukup menguntungkan dan berguna dalam jangka panjang.
Menariknya, pebisnis bukan hanya akan mendapatkan penghasilan dari menjual properti rumah, tapi juga dari biaya sewa konsumen, kerja sama dengan partner lain, dan pengembangan kawasan properti.
Dalam bisnis real estate, pebisnis juga perlu memiliki strategi yang jelas matang termasuk lokasi yang strategis dalam meningkatkan nilai jual properti pada masa mendatang.
Anda bisa memantau tren perumahan yang diminati, minat konsumen dan kondisi ekonomi konsumen agar investasi bisa tepat sasaran.
Membaca peluang yang baik ketika menjalani bisnis real estate akan memudahkan bisnis Anda untuk berkembang lebih pesat dan mendapat margin keuntungan yang cukup tinggi.
Dengan melakukan perencanaan yang matang, manajemen yang baik, dan skill beradaptasi dengan perkembangan pasar akan membuat bisnis real estate bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Bisnis real estate mengharuskan Anda untuk jeli dalam membaca pasar agar usaha bisa berkembang pesat. Berikut ini tips untuk memulainya:
Hal utama yang perlu dilakukan sebelum terjun ke dalam bisnis real estate adalah dengan memahami seperti apa bisnis real estate. Bisnis ini bukan cuma soal menjual rumah dan tanah, tapi mencakup investasi, cara mengelola aset properti, pemasaran, dan negosiasi.
Selain itu, pebisnis juga harus memiliki pemahaman yang baik terkait jenis properti yang akan dijual, cara kerja, sistem jual beli dan sewa, harga properti, legalitas, dan perizinan tempat hunian.
Bisnis real estate harus dijalankan dengan fokus terhadap target yang jelas. Hal ini agar strategi bisnis lebih terarah. Terdapat beberapa jenis real estate yang bisa Anda pilih seperti rumah, apartemen, jual dan beli tanah, properti komersial seperti ruko dan gudang, kos, dan properti.
Target yang jelas juga berperan penting agar penjualan properti bisa tepat sasaran seperti menyasar kelas kecil, menengah, atau atas.
Bagi Anda yang masih pemula dalam real estate, Anda bisa memulai usaha ini dengan cara menjadi agen properti, menjadi perantara jual dan beli tanah, membantu marketing rumah, dan bekerja sama dengan investor.
Bangunlah pengalaman dan networking sambil menyelami bisnis. Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis real estate bisa digunakan untuk pengembangan kawasan properti lebih luas.
Lokasi yang strategis akan menjadi nilai jual untuk bisnis properti, terutama jika kawasan tersebut dekat dengan pusat perbelanjaan, transportasi, dan kuliner. Sebelum menawarkan properti, alangkah baiknya pebisnis melakukan riset pasar dan lokasi agar penanaman investasi bisa diambil secara lebih baik.
Dalam bisnis real estate, legalitas menjadi fundamental yang penting karena mencegah terjadinya masalah sengketa dengan pihak lain.
Oleh karena itu, sebelum melakukan transaksi dengan pembeli pastikan terkait sertifikat tanah, status kepemilikan, pajak properti dibayar, dan izin bangunan telah lengkap. Gunakan bantuan notaris untuk meminta kemudahan dalam proses transaksi jual dan beli tanah yang aman dan terpercaya.
Kesuksesan bisnis real estate didukung oleh networking yang luas, sebab relasi akan mempermudah Anda mendapatkan pembeli.
Pebisnis bisa membangun networking dengan bergabung ke komunitas properti, mengikuti seminar bisnis, menjalin hubungan dengan agen dan developer, hingga menjaga networking dengan pelanggan. Reputasi bisnis yang terjaga dengan baik karena memiliki networking yang luas dan baik.
Berbeda dengan zaman dulu, menjual properti pada zaman sekarang terbilang lebih mudah karena marketing bisa dilakukan menggunakan media sosial. Sehingga Anda bisa menyasar target lebih luas tanpa harus bertemu langsung dengan pembeli.
Gunakan foto dan video yang berkualitas untuk diunggah ke media sosial. Sertakan informasi yang jelas dan biasakan menjawab pesan calon pembeli dengan responsif, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan mereka.
Menjual properti ke banyak konsumen membutuhkan skill negosiasi agar konsumen tertarik membeli properti yang Anda jual.Pebisnis harus mampu memahami kebutuhan konsumen dan melakukan negosiasi harga dengan baik.
Negosiasi yang profesional dapat membuat keuntungan untuk kedua belah pihak tanpa memicu konflik berkepanjangan, ramah, jujur, dan terbuka dengan cara membangun kepercayaan konsumen.
Pekerjaan menjual properti bukan hal yang mudah karena memberikan keuntungan yang cukup instan. Sehingga butuh waktu lama bagi Anda dalam menarik pembeli agar mencapai target penjualan.
Oleh karena itu, bisnis ini harus konsisten menjalankan strategi yang tepat sasaran, memahami pasar, pantang menyerah, dan berani berkompetisi dengan pihak lain.
Bisnis real estate bisa memiliki peluang dalam jangka panjang karena daya minat yang begitu tinggi. Bukan hanya terbatas pada jual dan beli rumah, tapi juga mencakup jenisnya seperti berikut:
Modal awal dalam menjalankan bisnis ini sekitar Rp1 juta–5 juta untuk agen properti atau investor, biaya sewa kost atau homestay sekitar Rp10 juta–100 juta), dan developer perumahan sekitar Rp100 juta lebih.
Terdapat beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari real estate seperti sumber pendapatan ganda dari arus kas rutin dan apresiasi nilai, aset keamanan tinggi, menyesuaikan harga otomatis ketika terjadi inflasi.
Ketika sektor usaha lain jarang ada yang bisa dimodali bank hingga 80%, real estate justru bisa membeli aset seharga Rp1 miliar hanya dengan DP 10–20% melalui KPR.
Anda memiliki nilai kontrol penuh atas nilai aset berbeda dengan bisnis saham karena Anda bisa renovasi, mengecat bangunan, dan merubah fungsi properti dengan menaikan harga jual atau sewa.
Anda bisa menentukan properti yang potensial dengan melakukan analisis infrastruktur, riset online, survei offline, dan hubungi networking.
Cari properti yang bermasalah secara finansial seperti properti yang dijual secara cepat. Cobalah untuk mengecek situs resmi agunan bank seperti lelang agunan Mandiri dan info lelang BRI. Hitung rasio finansial properti dengan menerapkan aturan 1% untuk sewa dan rasio kapitalisasi.
Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
isnis real estate selalu memiliki nilai jual yang tinggi karena jumlah peminat yang banyak setiap tahunnya.
Namun sebelum mengembangkan bisnis, Anda harus memeriksa dan mendaftarkan merek dulu agar aman dilindungi hukum dan terhindar dari potensi sengketa.
Lakukan Cek Merek Online lewat tool AI Mebiso yang menampilkan hasil analisis lengkap merek Anda secara real time.
Setelah hasil menyatakan merek Anda aman, daftarkan merek melalui Jasa Daftar Merek terpercaya yang akan membantu Anda melalui proses pendaftaran merek ke DJKI dengan akurat, rinci, dan profesional.