6 Rekomendasi dan Tips Jualan Snack Kiloan agar Cuan

Highlights
  • Jualan snack diminati oleh pebisnis karena bisa menargetkan pasar lebih luas dari anak kecil hingga dewasa.
  • Memahami strategi yang tepat bisa menjadi kunci utama dalam keberhasilan suatu bisnis.
  • Lakukan riset sebelum menentukan produk yang sedang diminati oleh konsumen.
  • Kerja sama dengan influencer dalam menjual snack bisa mengenalkan bisnis dan meningkatkan brand awareness.
Banyak yang Gagal Daftar Merek, Jangan Sampai Kamu Juga!
Masih banyak bisnis yang tidak sadar bahwa merek mereka berisiko ditolak. Yuk, kenali cara menilai potensi keberhasilan sebelum kamu mendaftar!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Manfaat Jualan Snack Kiloan

Bisnis snack kiloan bisa menjadi pilihan terutama yang masih memiliki modal kecil tapi ada keinginan untuk mulai berbisnis. Hal ini karena usaha snack kiloan bisa dimulai dari skala kecil.

Jika Anda juga masih belum berani atau bingung untuk melakukan proses sendiri, Anda bisa menjadi reseller lebih dulu sambil mempelajari sistem distribusi jualan snack.Pilihan lainnya, Anda juga bisa membeli langsung dari distributor.

Dalam penjualan, Anda bisa menjual snack di warung atau rumah pribadi dengan menggunakan sistem pre-order. Pertimbangkan juga untuk menjual snack di marketplace atau media sosial agar produk bisa cepat laku.

Selain produk dan teknik promosi, packaging yang unik dan menarik juga bisa meningkatkan penjualan produk.Dalam jualan snack, Anda tidak wajib memiliki skill teknis untuk membuat snack sendiri, tapi Anda harus mampu melakukan manajemen stok, strategi harga, dan marketing produk yang tepat.

Membuat Logo Snack yang Mudah Diingat Pembeli

Logo jualan snack menjadi identitas yang mana akan pertama kali diingat konsumen ketika melihat dan mencari produk yang ingin dibeli.Berikut ini tips untuk membuat logo yang mudah diingat pembeli:

1. Kenali Identitas Produk

Sebelum mendesain logo, Anda harus mengenali dulu identitas produk yang Anda tawarkan ke konsumen. Pertimbangkan apa rasa snack tersebut, konsepnya, dan siapa target pasar yang Anda tuju. Misalnya, snack dengan rasa pedas akan lebih cocok menggunakan warna merah.

Sedangkan jika jualan snack kue kering rumahan, maka warna yang cocok seperti cokelat atau krem.Tanpa identitas yang sesuai, logo tidak memiliki makna dan karakter yang kuat.

2. Menggunakan Desain yang Sederhana

Kesalahan kecil yang tidak luput dari pembuatan logo adalah tampilan elemen visual yang terlalu banyak, sehingga terkesan berlebihan. Logo yang baik biasanya ramah di mata konsumen seperti tidak terlalu rumit soal detail visual, serta terlihat jelas.

Terutama karena logo akan digunakan pada packaging, banner, stiker, dan media sosial jadi jangan terlalu kontras.

3. Memilih Warna yang Mewakili Brand

Pemilihan warna yang tepat dalam jualan snack akan berpengaruh terhadap pertimbangan konsumen untuk membeli suatu produk.

Misalnya untuk produk dengan konsep alami, Anda bisa menggunakan palet warna kehijauan.Dalam ilmu desain, warna biasanya memiliki makna psikologis masing-masing. Warna kuning memberi kesan ceria, merah terkesan berani, cokelat terkesan hangat, dan hitam terkesan premium.

Jangan berlebihan dalam menggunakan kombinasi warna logo jualan snack, pilih 2–3 warna saja agar logo enak dipandang dan rapi.

4. Penggunaan Font yang Mudah Dibaca

Font yang tertulis pada logo seharusnya tidak rumit agar mudah dibaca oleh konsumen.Anda dapat menggunakan font tebal untuk snack yang bersifat kekinian, atau font sederhana dan tidak berlebihan untuk snack yang konsepnya “premium”.

Hindari juga menggunakan banyak jenis font dalam satu logo karena terkesan tidak menarik dan membingungkan konsumen.Nama brand yang Anda gunakan juga harus mudah dikenali oleh konsumen dalam hitungan detik.

5. Tambahkan Elemen yang Relevan

Agar logo terlihat menarik, Anda bisa menambahkan elemen visual agar logo bisa terasa lebih hidup dan brand jadi mudah untuk diingat. 

Anda bisa menambahkan ilustrasi makanan seperti pada keripik, kentang, dan biskuit.Elemen lain seperti keju, cokelat, dan jagung juga bisa dipilih. Sesuaikan visual dengan produk jualan snack Anda.

Sedangkan jika menjual produk anak-anak, Ana bisa menambahkan elemen dengan karakter lucu, menarik, dan kartun favorit anak kecil. Hal ini akan membuat mereka tertarik untuk membeli produk tersebut.

6. Fleksibel Digunakan untuk Berbagai Media

Dalam melakukan jualan snack, logo nantinya akan digunakan dalam berbagai media seperti stiker, banner, spanduk, dan media sosial.Logo yang menarik harus bisa fleksibel dan terkesan jelas pada ukuran kecil dan besar.

7. Hindari Meniru Brand Lain

Biar lebih terkesan autentik, hindari meniru logo dari brand lain.Selain karena berisiko membuat Anda terseret kasus sengketa, Anda juga jadi tidak memiliki keunikan yang ditonjolkan dan menurunkan reputasi bisnis jualan snack.

Sebelum diedarkan ke pasar, lihat apakah logo Anda sudah matang dengan memuatnya dalam packaging mockup, memeriksa keseluruhan visual, dan menanyakan ke orang lain apakah logo sudah menarik.

Jika masih ada yang kurang atau logo itu masih belum ada nilai jual yang menampilkan produk jualan snack, maka Anda bisa merevisinya.

Ide Jualan Snack Kekinian yang Menguntungkan

Bisnis snack kekinian menjadi tren gaya hidup masyarakat. Berikut ini produk yang jualan snack kekinian yang bisa Anda jual:

  • Snack pedas: Makanan pedas menjadi kesukaan orang Indonesia dan sangat cocok di lidah karena bikin ketagihan. Anda bisa mempertimbangkan untuk menjual produk seperti keripik, makaroni, dan basreng pedas.
  • Snack Korea: Jualan snack Korea seperti tteokbokki, ramyoen, dan lainnya memiliki potensi margin keuntungan yang cukup baik apa lagi jika viral. Anda dapat menargetkan kalangan anak muda yang menggemari Korea.
  • Dessert box: Makanan manis seperti brownies, puding, dan cake ini dapat Anda kemas menggunakan box kecil yang estetik.
  • Snack diet friendly: Bisnis yang satu ini cukup digemari karena banyak diincar oleh orang-orang yang sedang menjalani diet, tapi tidak ingin makanan yang bikin gemuk. Produk seperti granola, oatmeal, dan snack low sugar bisa jadi pilihan.
  • Snack kiloan: Jika Anda ingin mencari ide bisnis yang simple, maka snack kiloan bisa cocok untuk Anda. Camilan ini dijual dalam kuantitas yang lumayan besar seperti kerupuk, kacang, keripik, dan makaroni.
  • Snack Frozen: Produk frozen seperti risol mayo, lumpia, pastel, dan dimsum bisa awet hingga beberapa hari di dalam kulkas. Bahkan menariknya daya minat juga cukup stabil.

FAQ

Apakah keuntungan dalam memulai bisnis jualan snack?

Ada beberapa alasan kenapa jualan snack sangat menguntungkan, seperti target pasar yang lebih menargetkan semua kalangan, permintaan bukan musiman, modal tidak harus besar.

Bagaimana cara memulai bisnis snack jika memiliki modal kecil?

Pertama, Anda bisa melakukan riset pasar dan mengamati snack apa yang sedang digemari pasar dan menemukan grosir supplier yang tepat dan terpercaya.

Selain itu, gunakan packaging menarik seperti plastik standing pouch yang kedap udara agar snack masih gurih jika disimpan lama. Lengkapi juga packaging dengan logo merek agar terlihat profesional.

ika modal yang Anda miliki masih kecil, Anda bisa melakukan sistem konsinyasi dimana menitipkan snack tersebut ke warung, kantin, dan kafe.

Lebih menguntungkan mana: snack frozen atau camilan?

Sebenarnya snack frozen lebih memiliki margin keuntungan yang cukup stabil karena dianggap seperti makanan praktis, sedangkan camilan kering bisa menguntungkan jika menggunakan metode repacking.

Camilan kering tidak membutuhkan biaya operasional seperti listrik khusus untuk penyimpanan makanan, tapi snack frozen membutuhkannya karena agar awet dan listrik menyala hingga 24 jam.  

Untuk memulai snack frozen membutuhkan modal sekitar Rp5–10 juta, sedangkan camilan tidak butuh banyak biaya karena hanya butuh timbangan digital jika menjual snack kiloan dan sealer plastik.

Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensinya Dulu!
Banyak merek gagal terdaftar karena tidak melalui analisis yang tepat. Pastikan kamu tidak melewatkan langkah penting ini sebelum mengajukan pendaftaran!
Pelajari Langkahnya Sekarang!

Jualan Snack Menjadi Tren Kekinian yang Digemari Semua Kalangan

Jualan snack akan memberikan Anda penghasilan yang cukup stabil karena menyasar hampir semua kalangan. Namun sebelum berjualan, lakukan Cek Merek Online lewat Mebiso untuk mengetahui apakah merek Anda aman untuk dipasarkan.

Jika sudah aman, Anda bisa menghubungi Jasa Merek Terbaik seperti Jasa Merek yang akan membantu Anda mendaftarkan merek dagang ke DJKI secara profesional, efisien, dan akurat.

Prabawanto Wijaya Avatar

Prabawanto Wijaya

Business Strategy Expert M. M

Business Strategy Expert dengan pengalaman lebih dari 11 tahun di bidang bisnis dan pengembangan brand. Berpengalaman dalam menyusun konten analisis, berita bisnis, serta panduan strategis yang membantu pelaku usaha memahami dinamika pasar, pengambilan keputusan, dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Areas of Expertise: Business Consultant, Corporate Strategy Analyst, Growth Strategist, Corporate Strategy Analyst

Authors (2)

Prabawanto Wijaya

Primary Author
Business Strategy Expert M. M
Business Strategy Expert dengan pengalaman lebih dari 11 tahun di bidang bisnis dan pengembangan brand. Berpengalaman dalam menyusun konten analisis,…
Tim Editorial Mebiso
Tim Resmi Editorial
Artikel Terkait
Bisnis Alat Olahraga: Segmentasi dan Mana yang Paling Laku

Bisnis Alat Olahraga: Segmentasi dan Mana yang Paling Laku

Peluang Bisnis Toko Oleh-oleh Tembus Pasar Internasional

Peluang Bisnis Toko Oleh-oleh Tembus Pasar Internasional

Peluang Emas Bisnis Elektronik Untung Stabil

Peluang Emas Bisnis Elektronik Untung Stabil

Ide dan Potensi Bisnis Makanan Menguntungkan Anti Sepi

Ide dan Potensi Bisnis Makanan Menguntungkan Anti Sepi

Membuka Jasa Les Privat Rumahan Modal Kecil dan Fleksibel

Membuka Jasa Les Privat Rumahan Modal Kecil dan Fleksibel

Jasa Furniture Custom: Peluang Usaha Menjanjikan di Industri Interior

Jasa Furniture Custom: Peluang Usaha Menjanjikan di Industri Interior

Ingin Daftar Merek? Jangan Lupa Cek Potensi Keberhasilannya Dulu!