
Merek Gambar adalah identitas utama bisnismu.
Banyak pebisnis kehilangan hak atas logo usahanya karena tidak melakukan proteksi sejak awal. Jangan biarkan hal ini terjadi padamu.
Produk viral memang selalu menggoda pemilik bisnis manapun untuk buru-buru ikutan menjualnya. Apalagi kalau kamu juga melihat ada kompetitor yang sudah kebanjiran pesanan dari tren produk yang sedang naik daun tersebut.
Tapi, bagi seorang pebisnis yang sudah berpengalaman, godaan untuk ikut tren tanpa adanya perhitungan matang bisa berujung pada kerugian begitu trennya mulai redup.
Oleh sebab itu, keputusan untuk ikut jualan produk viral harusnya tidak kamu dasari atas FOMO belaka. Kamu harus lakukan pertimbangan matang soal kesesuaian produk dengan target pasarmu, kapasitas modal, dan estimasi berapa lama tren tersebut akan bertahan sebelum berganti ke tren yang lebih baru.
Di artikel ini kita akan bahas selengkapnya bagaimana cara menilai produk viral secara lebih strategis agar kamu bisa dapat keputusan yang tepat untuk ikut jualan atau tidak.
Produk viral umumnya punya siklus hidup yang jauh lebih pendek daripada produk konvensional biasa yang tidak bergantung pada tren. Sehingga dalam hal ini, timing untuk masuk pasar akan sangat menentukan seberapa besar keuntungan yang bisa kamu raih.
Berikut adalah beberapa karakteristik yang perlu kamu pahami dari pola tren produk semacam ini, antara lain:
Sebagian besar produk yang viral biasanya akan mencapai puncak penjualan dalam hitungan minggu, kemudian perlahan akan turun begitu ada tren baru yang muncul.
Kamu perlu gerak cepat jika memang ingin memanfaatkan momentum ini secara maksimal untuk menaikkan keuntungan bisnismu.
Makin viral sebuah produk, maka akan makin banyak pula penjual yang ikut menawarkan barang serupa. Sehingga di sini persaingan harganya juga akan jadi cukup ketat dalam kurun waktu yang singkat.
Strategi diferensiasi akan jadi faktor penting di sini kalau kamu ingin tetap bisa bersaing di tengah lonjakan kompetitor baru yang makin bermunculan.
Jika kamu terlambat untuk masuk atau salah memperkirakan durasi tren berlangsung, maka risiko stok produk tersisa yang sulit terjual akan jadi ancaman yang nyata.
Oleh karena itu, kamu perlu perhitungkan volume pemesanan untuk membantumu dalam mengurangi risiko ini sejak awal.
Memahami pola-pola siklus ini tentu akan membantu kamu dalam menilai apakah waktu kamu masuk pasar masih cukup ideal atau justru sudah terlambat untuk mengejar tren tersebut.
Produk viral yang lagi naik daun di media sosial seperti TikTok biasanya punya karakteristik yang unik. Sebab lonjakan permintaan produk bisa terjadi cuma dalam hitungan jam setelah sebuah konten mendadak viral dan masuk FYP.
Maka, antisipasi khusus dari sisi stok dan logistik tentu akan jadi salah satu hal utama yang krusial di sini.
Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan kalau kamu ingin ikut jualan produk yang sedang tren di TikTok, antara lain meliputi:
Kalau kamu berencana ikut jualan produk yang sedang naik daun di TikTok, maka kamu harus siapkan stok cadangan untuk antisipasi lonjakan pesanan mendadak.
Stok yang tiba-tiba habis di puncak tren akan membuatmu kehilangan momentum yang mungkin akan sulit kamu dapatkan lagi di masa mendatang.
Perhatikan juga konten-konten yang membahas produk sejenis. Sebab volume dan bagaimana orang-orang melihat konten tersebut akan bisa memberimu gambaran soal seberapa besar dan seberapa lama tren tersebut akan bertahan.
Lonjakan pertanyaan dan pesanan yang mendadak jelas akan membutuhkan tim yang siap merespon dengan cepat.
Ini jadi penting supaya calon pembeli tak beralih ke penjual lain karena kamu terlalu lama dalam membalas chat atau merespon pesanan mereka.
Kesiapan kamu sebagai pebisnis dalam menghadapi lonjakan permintaan mendadak seperti ini akan menentukan apakah kamu benar-benar bisa memanfaatkan momentum keviralan sebuah produk atau justru akan kewalahan dan kehilangan peluang karena kurang siap.
Semuanya, kembali lagi padamu.
Sebuah produk viral memang bisa jadi salah satu indikator adanya peluang bisnis. Namun, bukan berarti kamu harus abai terhadap faktor-faktor lain yang sama pentingnya sebelum kamu benar-benar mengambil keputusan untuk ikut jualan atau tidak.
Karena itu, kamu bisa perhatikan beberapa aspek berikut ini untuk kamu jadikan acuan pertimbanganmu:
Tidak semua tren viral harus kamu ikuti, kok. Sebab kamu harus pertimbangkan juga apakah produk yang viral tersebut benar-benar akan selaras dengan identitas dan target pasar bisnismu sekarang.
Menjual produk yang terlalu melenceng jauh dari fokus bisnismu jelas akan membingungkan para pelanggan lamamu yang sudah mengenal karakteristik bisnismu selama ini.
Produk yang viral sering kali mengalami perang harga cepat karena banyaknya penjual yang ikut masuk pasar.
Karena itu, hitung dengan cermat apakah margin yang tersisa setelah persaingan harga masih sepadan dengan usaha dan resiko yang akan kamu ambil ke depannya.
Pastikan kamu sudah punya kapasitas yang cukup untuk menangani lonjakan pesanan tanpa mengorbankan kualitas layananmu ke para pelanggan.
Terlalu fokus pada produk yang ngetren akan berisiko membuatmu kehilangan perhatian terhadap bisnis inti yang sudah stabil.
Tiga faktor ini akan membantu kamu dalam menimbang keputusan secara lebih seimbang, bukan sekadar terpaku pada potensi keuntungan instan dari tren yang sedang terjadi.
Antara produk yang viral di marketplace seperti di Shopee atau media sosial seperti TikTok menunjukkan pola perilaku pembeli yang beda satu sama lain.
Berikut adalah perbandingannya agar kamu bisa menyusun strategi berdasarkan sumber tren tersebut:
Memahami perbedaan pola ini akan membantumu dalam menyesuaikan strategi promosi dan estimasi durasi tren tersebut, tergantung dari mana sumber viralnya.
Pertimbangkan kesesuaian produk dengan target pasarmu, estimasi margin setelah persaingan harga, dan kapasitas operasional bisnismu.
Tidak selalu, kamu perlu evaluasi tren tersebut secara tepat karena akan ada kemungkinan produk tersebut cuma bertahan singkat dan/atau tidak sesuai dengan nilai bisnismu.
Risiko terbesarnya adalah stok tersisa yang akan sulit terjual begitu trennya redup, sementara kamu sudah terlanjur keluar modal besar untuk pembelian produk dalam jumlah besar.
Setelah kamu memutuskan untuk jualan produk yang sedang viral ke katalog produkmu, langkah berikutnya adalah memastikan kelas merek bisnismu sudah sesuai dengan kategori produk baru tersebut.
Mari cek dulu kelas merek yang paling sesuai untuk bisnismu lewat cek kelas merek di Mebiso untuk ketahui apakah kategori produk tren yang mau kamu tambahkan sudah tercakup dalam perlindungan merek yang kamu miliki.