Running A Business

3 Cara Jitu Mengajak Kembali Pelanggan yang Pergi

 

   

Menjaga kestabilan proses bisnis memang tidak mudah. Ada kalanya ketika bisnis kita sudah mulai berjalan mulus, tapi ada saja hal yang membuat kita harus kembali bekerja keras membangun. Karena memang bisnis bukanlah sebuah proses yang berhenti ketika sudah mencapai target. Tapi bisnis adalah sebuah proses yang akan terus berjalan sekalipun kita sudah mencapai lebih dari target.

Seperti halnya pelanggan yang tidak selalu ada di dalam bisnis kita. Pelanggan akan datang dan pergi dengan mudah. Terlebih ketika kita tidak membuat mereka mau dan harus bertahan di dalam bisnis kita. Mereka akan pergi dengan mudah dan bahkan membawa orang lain pergi. Bahkan sebelum mereka benar – benar pergi kita harus memiliki cara atau strateg untuk mencegah mereka pergi. Nah, berikut ini adalah cara yang bisa kita lakukan:

1. Cari tahu alasan mengapa mereka ingin pergi dari bisnis Anda

Orang pergi tentu tidak tanpa alasan. Mereka pergi karena ada sesuatu yang salah dan kita lakukan kepada mereka. Entah kesalahan kita atau mereka, tapi yang jelas yang namanya penjual tidak boleh menjatuhkan kesalahan kepada pelanggan. Coba cari tahu alasan atau sebab mengapa mereka ingin revant atau pergi dari bisnis kita. Pikir – pikir kembali kenapa mereka mencoba untuk tidak lagi berlangganan dengan kita.

Ketika Anda menemukan mereka ingin pergi melalui telepon ataupun chating, coba saja tanyakan apa alasan mereka ingin pergi. Tapi ingat jangan mendesak mereka ketika mereka memang tetap kekeh untuk pergi.

2. Mintalah feed back secara tertulis

Terkadang kita sulit mengetahui apa yang memang diinginkan oleh pelanggan. Itu sebabnya kita perlu menanyakan langsung kepada mereka. Namun pertanyaan ini bisa memiliki bentuk dan jenis yang berbeda – beda. Seperti feed back berupa form yang dikirimkan kepada pelanggan melalui email atau kita berikan ketika mereka datang ke tempat bisnis kita. Ajukan pertanyaan yang Anda butuhkan untuk mencari tahu apa keinginan pelanggan, apa yang mereka butuhkan dan apa juga yang mereka harapkan dari kita.

Feed back bisa berupa kolom isian sedikit lebih besar dengan pertanyaan yang lebih sedikit. Atau pertanyaan yang sedikit lebih banyak dengan model pilihan.

3. Lakukan wawancara secara langsung

Anda juga bisa melakukan wawancara secara langsung. Dengan mendatangi mereka ke tempat dimana pelanggan Anda bekerja. Beberapa perusahaan memang menyediakan fasilitas untuk mendapatkan alamat pelanggan, sehingga memudahkan kita untuk mendatangi mereka ketika ingin melakukan survey pelanggan. Tapi ingat sekali lagi, mintalah ijin terlebih dahulu kepada mereka sebelum Anda datang dan melakukan wawancara secara langsung dengan mereka.

Pertanyaan yang diajukan juga bisa bermacam – macam. Mulai dari sekedar menanyakan kabar pelanggan, aktivitas mereka, keluarga mereka sampai pada akhirnya menanyakan kepuasaan mereka terhadap bisnis kita. Buat mereka mampu mengungkapkan apa yang mereka sukai dan tidak kepada kita. Itu akan membantu kita untuk mengetahui dengan mudah apa yang mereka inginkan, dan juga mengakrabkan diri dengan mereka.

Baca juga:

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

1 komentar

  • 27 March 2015 - pukul 20:50

    tips yang berguna sekali, karena terkadang saya sering terlambat merespon pertanyaan konsumen…makasih ya :)

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *