Technology

5 Pelajaran Konten Marketing Viral dari Ice Bucket Challenge

 

   

Akhir – akhir ini dunia maya dihebohkan dengan fenomena “Ice Bucket Challenge”. Sebuah usaha yang dilakukan untuk menyebarkan kesadaran dan mengumpulkan dana bagi para penderita ASL. Tidak seperti pada umumnya sebuah tantangan yang ditujukan untuk menggalang dana, Ice Bucket Challenge justru memberikan dan menunjukkan rasa nyaman, senang dan mudahnya untuk melakukan tantangan ini. Konten marketing yang mereka buat sudah banyak dibicarakan di berbagai media. Tapi tentu ada hal yang jelas membuat konten dari Ice Bucket Challenge ini semakin viral. Apa saja itu? Bisakah kita menerapkan dalam sebuah bisnis? Dibawah ini penjelasannya:

1. Mengidentifikasi tujuan atau penyebab

Jika kita tahu tujuan dari diadakannya Ice Bucket Challenge adalah untuk menyebarkan kesadaran dan mengumpulkan dana untuk penelitian ASL, dan ternyata keberhasilan yang didapatkan telah melampaui bayangan mereka di awal. Jika kita perhatikan tantangan ini sangat sederhana, cukup dengan memberikan tantangan kepada seseorang untuk menuangkan seember air di atas kepala mereka. Itu mudah dan menarik banyak peminat.

Konsumen saat ini seperti ingin selalu mendapatkan kemudahan dengan cara yang sederhana juga. Mereka biasanya enggan berlama – lama meluangkan waktunya hanya untuk membaca sebuah artikel, newsletter atau membaca konten di halaman website. Keserderhanaan adalah kunci bagi Anda untuk bisa mendapatkan banyak peminat konten marketing yang Anda ciptakan. Buatlah sesimple dan semenarik mungkin.

2. Membuatnya lebih menyenangkan dan mudah

Berbagai hal lucu yang bisa kita saksikan dari Ice Bucket Challenge ini, seperti para peserta yang mulai merasakan sakit atau bahkan membeku saat mulai dituangkan seember air es di atas kepala mereka. Namun ternyata jika dilihat hal menyenangkan dan sederhana seperti ini yang membuat orang ingin mengikutinya. Hingga membuat banyak video Ice Bucket Challenge beredar di Youtube.

Jika kita melihat hal seperti itu, maka dengan mudah kita mengerti bahwa audiens menyukai hal yang membuat diri mereka merasa senang dan nyaman. Mereka ingin dengan mudah mendapatkan informasi yang menarik, mudah dan tentu saja menyenangkan. Anda bisa mulai berbagi video, foto dan lain sebagainya kepada audiens Anda. Tujuannya jelas agar audiens Anda bisa merasa terhibur saat menyaksikan konten marketing Anda.

3. Memunculkan inisiatif

Para peserta Ice Bucket Challenge memiliki waktu hanya 24 jam saja untuk memutuskan melakukan atau tidak tantangan tersebut. Dengan ide memberikan batas waktu, akhirnya banyak orang yang benar – benar menyutujui untuk melakukan hal ini. Itupun yang bisa kita lakukan pada bisnis kita. Salah satu contohnya ketika Anda sedang mengadakan sebuah promo, Anda bisa menuliskan atau membuat konten marketing yang memberikan batas waktu. Ini akan membuat orang lebih cepat berinisiatif dalam memutuskan untuk ikut atau tidak. Dengan memberikan audiens tenggang waktu, inisiatif mereka akan menjadi prioritas yang lebih besar.

4. Memanfaatkan referral

Dalam tantangan Ice Bucket ini penantang meminta peserta untuk mengajak 3 orang lagi untuk turut berpartisipiasi, sehingga ini menciptakan multiple effect. Jika memungkinkan, biarkana saja konsumen Anda yang banyak terlibat dalam menceritakan siapa Anda kepada rekan Anda. Teknik seperti ini sering kita sebut dengan teknik referral. Mereka bisa mulai dari mengajak teman 1 group atau komunitas. Dalam hal ini Anda tentu diuntungkan banyak karena secara tidak langsung dapat meningkatkan jangkauan merek perusahaan Anda.

5. Bagikan konten Anda di banyak media

Berita Ice Bucket Challenge sudah sangat membuming, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan lain sebagainya. Anda juga bisa menggunakan teknik ini dalam mem-viralkan konten marketing Anda. Jika Anda ingin sukses mengembangkan konten viral ini, maka jangan ragu untuk menggunakan banyak media sebagai wadah promosi Anda. Ajak mereka untuk terlibat didalamnya, karena ini akan membuat Anda menjadi lebih dikenal oleh banyak kalangan.

Baca juga:

5 Tips Membangun Kepercayaan Pelanggan Online Melalui Konten Marketing

[Infografis] Panjang Ideal Sebuah Konten di Media Online

6 Tips Memicu Peningkatan Konten dengan Sosial Media


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *