Start A Business

Apakah Anda Sudah Terlalu Tua untuk Jadi Enterpreneur

 
  • 7
    Shares

   

Di palang pintu Venture Capital ternama, kadang-kadang seolah tergantung sebuah tanda bertuliskan “Orang Terlanjur Tua Dilarang Melamar”. Memang tidaklah sulit untuk dipahami kenapa. Investor cenderung mencari the next big thing.

Bill Gates, Steve Jobs, Michael Dell, Sergey Brin, Larry Page, dan Mark Zuckerberg memulai perusahaan mereka di usia 20-an.

Tapi bagaimana jika Anda telah melewati usia 30-an, atau justru 40-an. Apakah ini jadi akhir cerita Anda? Apakah artinya Anda akan terjebak di balik cublicle anda sampai pensiun? Tidak.

Enterpreneur sejati adalah mereka yang sanggup memanfaatkan atribut dan pengalaman mereka untuk mengembangkan insight yang unik dalam membangun usaha mereka. Buku Breakthrough Entrepreneurship mengumpulkan sejumlah argumen umum mengenai keuntungan dan kelemahan menjadi anak muda yang meskipun seringkali anda dengar, kebenarannya masih sulit untuk dibuktikan.

Argumen 1: “Pengusaha muda memiliki ide yang lebih cemerlang.”

Apakah Brin, Page, Zuckerberg dan para pengusaha muda lainnya memiliki insight karena usia muda? Jawaban sejujurnya adalah, “Bisa jadi”. Namun hal yang perlu kita pahami adalah: ide-ide besar bisa datang dari siapa saja yang benar-benar memahami pasar dan kebutuhan pelanggan. Para founder tersebut mengaplikasikan talenta mereka di bidang teknologi baru, di mana usia muda memang bisa membantu agar kita lebih peka (bisa dibilang anak muda lebih tech savvy). Namun, terlepas dari usia atau latar belakang, jika Anda mampu memeriksa pasar dengan kritis, Anda dapat mengembangkan insight yang tajam terhadap apa yang benar-benar dibutuhkan pasar. Sedikit kuis: Siapa yang lebih baik, seorang manajer produk Cisco Systems berusia 50 tahun, atau pelanggan yang tumbuh menggunakan produk Cisco? Jebakan. Keduanya dapat mengembangkan insight yang dapat membawa mereka ke ide bisnis yang menakjubkan. Jika mereka mau.

Argumen 2: “Pengusaha muda tidak tahu apa yang tidak boleh dilakukan.”

Enterpreneur muda seringkali dianggap tidak memiliki pengalaman hidup melalui perubahan yang dinamis sebanyak enterpreneur yang mulai di usia tua. Namun terlepas dari usia, enterpreneur alami adalah mereka yang cenderung untuk menguji, menguji, dan menguji ide mereka dan belajar apakah dengan resiko dan investasi yang kecil, mereka akan menghasilkan sesuatu yang besar ataukah tidak. Jadi, tidak ada namanya suatu ide yang tidak boleh dilakukan.

Argumen 3: “Pengusaha muda memiliki fokus yang lebih besar.”

Para pengusaha berusia 20-an di Silicon Valley cenderung memiliki pola pengaturan hidup yang serupa ketika mereka meluncurkan perusahaan mereka. Mereka menyewa rumah dengan tempat tidur portabel sehingga seluruh staf bisa bekerja di sana dan memenuhi satu ruangan itu dengan meja dan komputer. Darian Shirazi dari Fwix mengatakan, “Rumah adalah tempat yang sempurna untuk memulai sebuah perusahaan. Kami menghasilkan lebih banyak produk dibandingkan intensitas kami bernapas.”

Mungkin Anda bisa lebih produktif karena mempedulikan satu hal saja, yakni perusahaan baru anda. Karena fokus anda ada 100% di sini. Tapi, berapa lama anda bisa menjaganya? Anda tidak dapat menghindar dari kehidupan. Cepat atau lambat, anda perlu menguasai ilmu manajemen waktu dan aktivitas. Hal yang seringkali tidak dimiliki pengusaha muda.

Argumen 4: “Pengusaha muda lebih lincah.”

Kemampuan untuk cepat belajar dan memindahkan pivot secara fleksibel adalah keterampilan penting yang dibutuhkan Enterpreneur. Tapi apakah pengusaha muda bisa benar-benar melakukannya dengan lebih mudah? Robin Chase adalah seorang ibu berusia 40 tahun dengan tiga anak ketika ia meluncurkan perusahaan sukses pertamanya, Zipcar. Bagi Chase, tahun pertama sangatlah sulit. Chase sadar ia harus memindahkan pivot bisnisnya dengan menaikkan harga hanya untuk mencapai posisi breakeven. Bagi enterpreneur lain, mungkin hal ini merupakan kemunduran. Tetapi dua dekade pengalaman karir Chase membuatnya melihat perubahan dengan perspektif berbeda. ZipCar sukses bukan main. Berani mengambil keputusan dan menantang resikonya adalah mental terpenting. Bukan sekedar kelincahan.

Argumen 5: “Pengusaha muda memerlukan cost yang lebih rendah.”

Mungkin ini benar. Pada usia 22 misalnya, pengusaha pemula tidak memiliki banyak overhead di sisi keuangan. Tapi terlepas dari berapapun usia anda, overhead yang rendah adalah hal yang baik. Anda harus bersikap lebih bijak dan hemat dalam membelanjakan uang. Kebahagiaan datangnya bukan dari sisi finansial saja, bisa juga dari relationship, melakukan hal yang berarti, dan sebagian besar hal yang tidak berwujud lainnya. Jadi, berapapun usia anda, hindari jebakan konsumerisme.

Jadi?

Harlan Sanders berusia 62 tahun ketika ia membuka gerai Kentucky Fried Chicken pertamanya. Sam Walton berusia 44 tahun ketika ia memulai Wal-Mart di tahun 1962. Jadi, kesamaan apa yang mereka miliki selain usia mereka yang relatif lebih tua dibanding enterpreneur lainnya? Mereka berhasil membangun perusahaan yang besar dan abadi setelah bertahun-tahun pengalaman mereka di industri masing-masing. Gunakan mereka sebagai contoh bahwa siapa pun, muda ataupun tua, jika mereka dapat mengembangkan insight bisnis mereka melebihi batas maksimal, maka mereka punya kesempatan untuk membangun sebuah bisnis baru yang menakjubkan.


  • 7
    Shares

Artikel Terkait

2 komentar

  • 31 October 2013 - pukul 23:34

    Dear Admin

    Isi artikel ini telah memberikan motivasi dan spirit yang kuat bagi kondisi saya sekarang, karena saya termasuk orang yang sudah lama fokus hanya pada satu kategori pekerjaan. Meskipun demikian pekerjaan tersebut saya coba terapkan untuk banyak hal.

    Semua isi artikel saya suka, namun ada beberapa bagian artikel yang sangat saya suka, yaitu:

    “…Kemampuan untuk cepat belajar dan memindahkan pivot secara fleksibel adalah keterampilan penting yang dibutuhkan Enterpreneur. Tapi apakah pengusaha muda bisa benar-benar melakukannya dengan lebih mudah? Robin Chase adalah seorang ibu berusia 40 tahun dengan tiga anak ketika ia meluncurkan perusahaan sukses pertamanya, Zipcar. Bagi Chase, tahun pertama sangatlah sulit. Chase sadar ia harus memindahkan pivot bisnisnya dengan menaikkan harga hanya untuk mencapai posisi breakeven. Bagi enterpreneur lain, mungkin hal ini merupakan kemunduran. Tetapi dua dekade pengalaman karir Chase membuatnya melihat perubahan dengan perspektif berbeda. ZipCar sukses bukan main. Berani mengambil keputusan dan menantang resikonya adalah mental terpenting. Bukan sekedar kelincahan.

    Harlan Sanders berusia 62 tahun ketika ia membuka gerai Kentucky Fried Chicken pertamanya. Sam Walton berusia 44 tahun ketika ia memulai Wal-Mart di tahun 1962. Jadi, kesamaan apa yang mereka miliki selain usia mereka yang relatif lebih tua dibanding enterpreneur lainnya? Mereka berhasil membangun perusahaan yang besar dan abadi setelah bertahun-tahun pengalaman mereka di industri masing-masing. Gunakan mereka sebagai contoh bahwa siapa pun, muda ataupun tua, jika mereka dapat mengembangkan insight bisnis mereka melebihi batas maksimal, maka mereka punya kesempatan untuk membangun sebuah bisnis baru yang menakjubkan.

    Ada satu pandangan dari saya:
    Dalam usaha, mulai dari sekarang sebaiknya kita segera mengganti kata – kata atau istilah seperti, Kegagalan, Kemunduran, atau Kebangkrutan, mulailah mengganti istilah itu semua dengan kata “ilmu Baru ” .
    Mengapa demikian, karena sebenarnya ” Kegagalan, Kemunduran, atau Kebangkrutan ” adalah “Loading” penginstalan software baru/ ilmu baru ketika kita dalam kondisi belum menyediakan ruang lagi untuk hal-hal lain kecuali hanya untuk Untung dan Rugi saja, oleh karena itu banyak orang yang mengartikan istilah tersebut seperti suatu kejadian yang tidak pernah diinginkan, padahal justru karena itulah kita menjadi semakin kuat untuk terus melangkah ke tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya. Hanya saja banyak orang yang sudah melupakannya bahkan membuangnya jauh-jauh.

    Ok..Terima kasih atas artikelnya yang sangat berguna, semoga Media Bisnis Online semakin Hebat dan semakin berkualitas.

    Salam
    edpeny

    • Administrator
      1 November 2013 - pukul 16:55

      Halo mas Edpeny,

      Terimakasih telah membaca artikel Mebiso.
      Betul sekali apa yang mas Edpeny sampaikan,
      kegagalan adalah sebuah proses :-)

      Terimakasih telah berbagi pandangan kepada kami,
      semoga mas Edpeny sukses selalu :-)

      Apabila mas Edpeny tertarik untuk menulis artikel di Mebiso,
      boleh mas kirim email saja ke alamat email editor kami: taufik@beon.co.id

      Salam,

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *