Running A Business

Mengamati Trend Bisnis di Indonesia. Manakah yang Akan Booming di Tahun 2014?

 

Tren bisnis di Indonesia beberapa kali mengalami revolusi. Apa yang kemarin laris, belum tentu hari ini diminati. Menarik sekali mengikuti perkembangannya untuk meramalkan model bisnis apa yang akan jadi the next big thing.

Mari kita mulai di awal tahun 2006. Anda mungkin sempat menjumpai ramainya model bisnis Internet Marketing (IM). Semua lini saling sambut model bisnis yang satu ini. Tipe2 MLM, SMUO, dan HYIP lancar berkembang bagai bayi tanpa ASI.

Kemudian di awal 2008, Sistem Franchise (FC) mulai tumbuh. Berawal dari rombong, sedikit-sedikit mulai berubah menjadi Franchise. Semua bisnis jadi model FC. Apapun bentuknya dan apapun kondisinya. Meski baru jalan 6 bulan sekalipun.

Baru kira-kira sekitar tahun 2009-2010 tibalah giliran model bisnis properti yang mengadopsi sektor FC hingga memunculkan the next big thing baru. Yaitu sistem beli rumah tanpa Uang tanpa Utang (tapi pakai KPR).

Ketika orang-orang mulai menyadari pentingnya pengembangan kepribadian mereka, maka kemudian di awal tahun 2010-an, mulailah ramai-ramainya model training dan self motivation. Pelatihan-pelatihan softskill dan kewirausahaan mulai tumbuh berkembang. Segala macam kegiatan dijadikan bentuk seminar. Mulai dari masak, berkebun, bercocok tanam, outbound, bisnis, pengobatan, dll. Dari sini banyak bermunculan Selebpreneur (pengusaha muda yang jadi selebritis) yang mendadak terkenal dengan keahlian dan kisah2 sukses mereka yang akhirnya menginspirasi banyak orang.

Ketika smartphone dan social media berhasil melakukan penetrasi ke masyarakat di tahun 2012, maka semua sektor bisnis berbondong-bondong untuk beradaptasi ke arah Social Media dan Internet. Banyak perusahaan hingga UMKM berupaya menggunakan fasilitas social media dan berbagai tool internet untuk marketing 2.0 mereka. Sejumlah produk berhasil booming hanya dengan sounding dari social media. Contohnya kripik pedas asal bandung, celana jeans asal bandung, dlsb.

Social media, internet, dan fenomena smartphone berhasil mendidik masyarakat ke arah digitalisasi. Maka di era 2013, banyak StartUp digital mulai bermunculan. Perusahaan berbasis .com, mobile game developer, animasi, ecommerce, mobile apps hingga rekayasa software menjadi Industri Kreatif yang dengan cepat menjadi sorotan. Investor berdatangan dari berbagai penjuru. Banyak inkubator bisnis digital hadir mewarnai perkembangan bisnis kreatif ini. Menurut pengalaman saya mengembangkan solusihardware.com, perusahaan digital mampu dengan cepat bertumbuh secara global karena dia tidak perlu banyak SDM sehingga lebih fleksibel dan lincah. Mereka menghasilkan teknologi-teknologi terbaru yang memberi warna dalam kehidupan ibarat sebuah taman dengan bunga.

2014 adalah era ekonomi kreatif dimana ide menjadi sebuah bisnis (ide perlu divalidasi dulu agar sesuai dan diterima oleh market). Maka akan sayang sekali bila manisnya bisnis dalam dunia teknologi harus berujung seperti FC yang sekarang sudah surut meskipun sempat nge-hits di tahun 2008 silam.

Indonesia sudah punya pasar yang sangat besar. Pertanyaannya sekarang tinggal apakah pasar ini nanti akan diimbangi oleh jumlah pelaku yang benar-benar commit untuk memanfaatkan celah pasar ini?

Di luar itu semua, trend bisnis selalu tumbuh berganti. Namun setidaknya dia tidak akan lenyap ditelan berbagai persaingan dan perkembangan. Semuanya saling berkomplementer. Jadi anda tidak perlu terbebani dengan pertanyaan apakah model bisnis yang akan anda jalankan sudah sesuai atau tidak dengan tren tahun ini. Selamat menjalankan bisnis. Have a nice day. :-)

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *