Technology

7 Mitos Bagi Startup Pengembang Aplikasi Mobile

 

Loading...

Perkembangan aplikasi mobile zaman ini sudah sangat pesat dirasakan oleh masyarakat. Hampir semua kebutuhan masyarakat akan dunia digital dan online sudah mampu didapatkan dari perangkat mobile mereka masing Рmasing. Ini menjadi salah satu pengaruh dari banyak munculnya startup pengembang aplikasi mobile. Jumlah startup yang bermunculan dibarengi dengan berbagai isu atau mitos tentang startup itu sendiri. Bukan tanpa alasan, karena masing Рmasing startup terkadang memiliki masalah yang sama saat mereka baru memulai atau saat mengembangkan startupnya. Dan berikut ini beberapa diantaranya:

1. Kewalahan oleh teknologi

Tidak jarang pemula dalam sebuah bisnis atau startup akan berfikir bahwa startup adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi. Ini cukup mudah dijalankan oleh mereka yang memang berlatar belakang teknik, tapi bagaimana dengan pemula bisnis yang berlatar belakang non-tech? Kita mungkin harus sedikit merubah pandangan, bahwa sebenarnya sebuah startup tidak melulu masalah teknologi. Kita tidak perlu tahu tentang coding dan segala yang dijadikan bahan untuk menciptakan produk teknologi. Kita bisa merekrut karyawan yang memang ahli pada bidangnya masing – masing.

2. Harus selalu mengembangkan untuk menarik minat

Tidak ada yang lebih membanggakan ketika aplikasi yang startup kita ciptakan sudah mulai masuk ke pasaran. Membangun sebuah aplikasi memang terlihat mudah dalam perjalanan Anda untuk membangun sebuah bisnis. Namun mendapatkan pelanggan untuk mau menggunakan aplikasi Anda secara konsisten adalah bagian yang paling sulit. Artinya setiap yang kita luncurkan, harus selalu kita kembangkan. Jika diharuskan, kita harus tahu apa yang pasar butuhkan, dan apa yang pasar inginkan.

3. Ide adalah segalanya

Ide unik menjadi salah satu nyawa dari setiap startup atau pencipta aplikasi. Karena keunikan ide ini yang membedakan produksi atau penciptaan produk atau aplikasi dari startup. Namun semakin banyak ide yang unik, berguna, bebas dari kesalahan dan juga mudah untuk dikembangkan, tidak akan berarti jika sebuah startup tidak segera melakukan eksekusi terhadap ide tersebut.

4. Mendapatkan pendanaan melalui prototype

Saat membangun sebuah startup, dana atau modal produksi adalah hal yang sangat penting. Tanpa adanya pendanaan, kita akan kesulitan dalam menciptakan sebuah produk, sekalipun itu sebuah aplikasi mobile. Pendanaan yang dibutuhkan oleh startup biasanya didapatkan dari investor atau pendana yang memang mempercayakan uangnya untuk aplikasi yang akan kita bangun. Salah satu yang bisa kita jadikan modal untuk mendapatkan dana produksi adalah prototype dari produk yang akan kita ciptakan. Oleh sebab itu, buatlah sebuah prototype sebagus dan semenarik mungkin. Ini bertujuan untuk bisa menarik perhatian dari pemberi dana.

5. Meminta feed back dari rekan

Kita tidak akan bisa hidup dan berjalan tanpa adanya kritik dan masukan dari orang lain. Begitupula saat kita masih baru memulai masuk dunia bisnis terlebih sebuah bisnis teknologi. Sekalipun kita ahli dalam membuat sebuah aplikasi dan memasarkannya, kita tentu akan membutuhkan sebuah feed back atau masukan dari orang lain seputar aplikasi yang kita ciptakan. Pendapat dan pemikiran yang diberikan, bisa kita jadikan bahan untuk memperbaiki yang salah atau mengembangkan yang sudah ada.

6. Memasarkan berarti mengeluarkan uang

Mitos lainnya adalah memasarkan produk adalah salah satu hasil dari kita mengeluarkan uang. Namun tidak semua pemasaran harus banyak mengeluarkan uang, atau bahkan tidak perlu lagi mengeluarkan uang. Saat produk atau aplikasi kita sudah mulai masuk ke pasaran dan digunakan oleh banyak orang, dan saat mereka menyukai aplikasi yang kita ciptakan, mereka secara tidak langsung menjadi tim pemasar kita. Pembicaraan dari pengalaman mereka menggunakan aplikasi kita adalah kuncinya. Itu sebabnya kita harus mampu menciptakan kesan dan pengalaman terbaik bagi pelanggan untuk setiap yang kita ciptakan. Dengan begitu mereka akan merekomendasikan produk kita kepada orang lain.

7. Hanya berfikir dana

Sebuah startup yang menciptakan teknologi atau sebuah aplikasi akan terus berfikir bagaimana mereke memproduksi, bagaimana mereka memasarkan dan bagaimana mereka menjual. Mereka akan cenderung berfikir pada pendanaan terhadap terciptanya aplikasi. Namun itu bukanlah hal yang utama. Karena sebuah startup harus lebih mengutamakan dan memikirkan bagaimana mereka memunculkan ide, menciptakan sebuah produk dan mengembangkan produk tersebut. Ini salah satu kunci mereka bisa masuk ke pasaran dan bertahan di dalamnya.

Baca juga:

11 Alasan Mengapa Sebuah Bisnis Startup Bisa Sukses

5 Kesalahan yang Sering Terjadi pada Branding Bisnis Kecil

10 Solusi Mobile Marketing untuk Bisnis Kecil

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *