Running A Business

8 Tipe Penulisan Iklan yang Tidak Dianjurkan

 
  • 4
    Shares

   

Iklan merupakan salah satu cara untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk atau layanan kepada masyarakat. Ada kalanya menulis iklan terlihat mudah, karena kita hanya akan mendeskripsikan produk atau menjelaskan suatu layanan. Tapi nyatanya tidak semua iklan yang dibuat dapat dinilai baik dan menarik oleh masyarakat. Ternyata ada yang tidak dianjurkan dalam membuat atau menulis iklan. Apa saja itu? Berikut ini penjelasannya:

1. Menggunakan banyak kata kunci

Dalam sebuah penulisan iklan, menggunakan kata kunci memang sangat dianjurkan atau bahkan diharuskan. Penyisipan kata kunci merupakan lanjutan dari fitur Google Adwords yang memungkinkan Anda untuk memasukkan kata kunsi yang memicu iklan Anda mudah dicari orang dalam mesin pencarian, seperti Google. Dalam setiap iklan biasanya ada sekitar 2-5 kata kunci. Ini dilakukan agar tidak terlalu banyak kata kunci yang ada pada teks iklan. Usahakan untuk membuat sekitar 3% kata kunci dari semua paragraf iklan Anda. Jangan menggunakan lebih dari itu, karena itu sungguh tidak efektif dalam membuat iklan yang baik.

2. Penggunaan kata kunci yang luas

Anda dapat membuat kata kunci yang luas untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Tapi apakah kata kunci yang Anda buat sudah sesuai dengan apa yang kira – kira dicari oleh pengguna internet? Jika Anda masih ragu kata kunci yang Anda gunakan masih sangat luas, cobalah koreksi lagi kata kunci tersebut. Jangan gunakan kata kunci yang terlalu luas untuk sebuah iklan. Buatlah masyarakat mudah menemukan iklan Anda dengan kata kunci yang mudah dikenal dan ditemukan.

3. Tidak memeriksa ejaan pada iklan

Kita bisa saja menulis iklan sebagus mungkin. Menggunakan banyak kata yang kita rasa bagus dan menarik perhatian para pembaca. Tapi ingat, jangan biarkan tulisan yang Anda buat memiliki kekurangan yang sangat kecil, seperti ejaan. Penulisan ejaan pada suatu iklan sangatlah penting. Ini bukan hanya akan berpengaruh terhadap arti dan pengertian yang dibuat oleh pembaca. Namun juga mengurangi nilai estetika dari tulisan pada iklan Anda tersebut.

4. Menggunakan singkatan

Suatu iklan memang tidak ada yang panjang. Tidak ada iklan yang terdiri dari banyak paragraf atau banyak kalimat. Namun ini bukan berarti Anda harus menuliskan tulisan iklan sesingkat mungkin dan mengurangi makna dari iklan tersebut. Anda bisa saja membuat tulisan iklan yang singkat, tapi tidak dengan menyingkat setiap kata atau kalimat yang Anda gunakan. Itu sangat terlihat buruk. Kecuali Anda membuat iklan baris untuk dipasang di surat kabar, yang tentunya akan mempengaruhi budget Anda.

5. Menggunakan jargon teknis

Usahakan dalam setiap membuat iklan, tidak menggunakan atau menyisipkan jargon teknis dari produk atau perusahaan Anda. Buatlah iklan yang menggambarkan produk Anda dengan sangat halus, sampai tidak ada pembaca yang sadar jika apa yang mereka baca adalah sebuah iklan.

6. Memasukan nama perusahaan dalam judul

Iklan memang bertujuan untuk menawarkan dan menjual produk dari suatu perusahaan dalam bentuk tulisan. Tidak ada salahnya kita menyebutkan nama perusahaan dari produk tersebut dalam tulisan iklannya. Tapi alangkah lebih baiknya tidak mencantumkan nama perusahaan dalam sebuah judul iklan.

7. Menggunakan superlatif

Setiap menulis iklan kita tentunya akan berupaya menggambarkan dan membuat iklan yang mudah dicari dan diingat oleh orang. Tidak jarang kita akan menggunakan kata – kata “terbaik” dalam penulisan iklan. Jika Anda sadar, kata tersebut merupakan sebuah ungkapan tingkat perbandingan paling atas. Dan hal ini akan menimbulkan kecurigaan terhadap iklan Anda. Ketika Anda ingin menuliskan kata tersebut, Anda tentunya harus memiliki alasan atau bahkan bukti yang kuat jika memang produk Anda merupakan produk terbaik seperti yang dituliskan.

8. Jangan menjanjikan apa yang tidak dapat diberikan

Untuk menarik perhatian pembaca, tidak jarang dalam teks iklan akan memberikan banyak sekali janji – janji untuk pelanggan mereka. Sebaiknya, sebelum Anda mulai menuliskan janji Anda kepada pelanggan, fikirkan terlebih dahulu apakah Anda dapat memenuhi janji tersebut atau tidak.

Baca juga:

           
  • 4
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *