Featured Insider Inspirasi

5 Pelajaran Hidup dari Proses Mengurus SIM yang Bisa Anda Terapkan di Bisnis Online Anda

 
  • 5
    Shares

Loading...

SIM atau Surat Ijin Mengemudi adalah dokumen wajib yang harus dibawa warga negara Indonesia ketika berkendara.

Meskipun negara telah mewajibkan warganya untuk memiliki SIM, masih banyak warga yang tidak memiliki SIM dan bebas berkendara di jalan raya.

Jika ditanya kenapa banyak yang tidak memiliki SIM tentu alasan yang diberikan orang-orang ini banyak. Salah satu yang menjadi alasan adalah proses mengurus SIM yang sulit.

Sebagian orang bahkan mengaggap proses mengurus SIM itu selalu dipersulit oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Apa benar seperti itu?

Nyatanya, meskipun sulit, proses mengurus SIM tergolong adil dan tanpa pandang bulu. Bahkan, menurut Mebiso, ada lho pelajaran hidup yang bisa kita petik dari proses ini.

Dalam artikel ini, Mebiso akan merangkum 5 pelajaran hidup yang bisa Anda peroleh dari mengurus SIM supaya bisa Anda terapkan dalam bisnis online Anda.

mengurus sim harus positive thinking
Sumber gambar: pexels.com/@pixabay

1. Pelajaran hidup pertama adalah berbaik sangka dengan instansi yang mengurus pengajuan SIM Anda

Anda mungkin kesal karena setiap kali Anda mengurus SIM, Anda selalu gagal saat hendak mengurus SIM. Biasanya kegagalan ini adalah kegagalan di tahap ujian praktik.

Banyak orang yang langsung menggerutu begitu mereka gagal dalam ujian praktik.

Pemikiran negatif mulai bermunculan. Salah satunya adalah anggapan bahwa ujian praktik hanya akal-akalan saja untuk mempersulit orang-orang yang mengajukan SIM.

Padahal tidak demikian adanya.

Proses pembuatan SIM dibuat seperti itu karena ada maksud tertentu.

Ujian praktik yang sulit dan banyak dikeluhkan masyarakat memang didesain sedemikian rupa untuk menguji keterampilan berkendara seseorang. Keterampilan penting yang diuji adalah kemampuan mempertahankan keseimbangan.

Jadi, adalah tindakan yang tidak bijak jika kita berburuk sangka terhadap instansi kepolisian yang berwenang dalam proses pengurusan SIM ini. Kita seyogyanya tetap berbaik sangka.

memarahi keadaan
Sumber gambar: pexels.com/@moose-photos-170195

2. Jangan menyalahkan keadaan ketika Anda gagal

Ketika Anda gagal baik itu dalam ujian teori ataupun ujian praktek, otak Anda otomatis akan mencari pembenaran mengapa Anda gagal.

Anda mulai menyalahkan keadaan.

Anda menganggap soalnya sulit, pertanyaannya tidak masuk akal, lintasan yang Anda lalui tidak akan Anda temui di jalan, dan beragam alasan lain.

Alasan-alasan ini adalah metode otomatis yang dilakukan otak Anda untuk melindungi harga diri Anda yang hancur karena kegagalan Anda mengurus SIM.

Anda tidak sendirian dalam situasi ini. Orang-orang lain yang juga gagal juga memiliki respon otomatis seperti ini.

Mereka akan mulai mengeluh. Keluhan-keluhan mereka akan terasa menenangkan bagi Anda.

Tapi, hal tersebut justru berdampak buruk bagi mental Anda.

Jangan biarkan pikiran-pikiran jelek ini meracuni mindset Anda.

Ketika Anda gagal, jangan salahkan keadaan. Lihat realitanya. Anda bisa gagal di ujian praktik ya salah Anda sendiri karena usaha Anda belum maksimal.

Hal senada juga bisa kita amati di dunia bisnis.

Kegagalan yang mungkin Anda rasakan bukan 100% salah keadaan. Salah satu sebabnya bisa jadi karena usaha Anda yang kurang maksimal.

Menyalahkan keadaan tidak membuat keadaan lebih baik. Jadi, biasakan berpikir realistis dan refleksikan apa yang membuat Anda gagal lalu perbaiki.

berpangku tangan dalam mengurus sim
Sumber gambar: pexels.com/@goumbik

3. Jangan berpangku tangan dan berharap diistimewakan

Saat Anda pertama mengurus pembuatan SIM, Anda akan menjumpai banyak orang yang memiliki tujuan yang sama dengan Anda.

Mereka semua juga mengalami apa yang Anda rasakan.

Proses mengurus SIM memang cukup memakan waktu dan tenaga.

Namun, hal tersebut seharusnya tidak membuat Anda berpangku tangan dan berharap untuk diistimewakan.

Perasaan berpangku tangan dan ingin diistimewakan ini harusnya Anda buang jauh-jauh dari sanubari Anda.

Kenyataannya, di dunia bisnis, Anda atau bisnis Anda tidaklah istimewa. Bisnis Anda tidak akan otomatis mendapat perhatian orang hanya karena Anda yang memulainya.

Perhatian dan kepercayaan orang terhadap bisnis Anda haruslah diraih dengan usaha Anda (dan tim Anda) sendiri.

jangan menyerah
Sumber gambar: pexels.com/@bahaa-a-shawqi-164375

4. Jangan menyerah, masih banyak kesempatan yang bisa Anda coba

Banyak orang yang gagal saat pertama mencoba mengurus SIM. Umumnya mereka gagal di ujian praktik.

Meskipun gagal, prosedur pengurusan SIM membolehkan seseorang untuk mencoba ujian praktik lagi sebanyak 3 kali.

Oleh sebab itu, peserta yang gagal dalam percobaan pertama seharusnya tetap optimis dan mencoba lagi di percobaan selanjutnya.

Artinya, jangan menyerah setelah Anda gagal.

Masih ada kesempatan-kesempatan lain yang bisa Anda coba.

pentingnya latihan
Sumber gambar: pexels.com/@pixabay

5. Jangan sepelekan latihan

Seringkali kegagalan dalam ujian praktik pembuatan SIM disebabkan karena kurangnya latihan.

Hal tersebut terjadi karena peserta ujian SIM menyepelekan pentingnya latihan.

Padahal latihan ini penting untuk menunjang keberhasilan mereka dalam ujian praktik pembuatan SIM.

Pentingnya latihan juga berlaku di dunia bisnis.

Seminar, workshop, dan buku-buku bisnis yang bisa Anda baca adalah salah satu penunjang kesuksesan bisnis Anda.

Dengan ruti mengikuti seminar, workshop, dan membaca buku-buku bisnis, Anda akan memiliki wawasan yang luas yang bisa Anda terapkan dalam bisnis Anda.

Itulah 5 pelajaran hidup dari proses pembuatan SIM yang bisa Anda terapkan di bisnis online Anda.

Terapkan 5 hal tesebut agar bisnis online Anda semakin berkembang.

Baca artikel menarik lainnya:

5 Taktik Digital Marketing Tanpa Modal yang Bikin Startupmu Tumbuh Pesat

Tak Hanya Cantik, 5 Selebgram Hijab dengan Vibe Positif yang Bisa Kamu Jadikan Inspirasi

6 Bisnis Instagram Tanpa Modal yang Bisa Membebaskanmu Dari Status Misqueen

Loading...

  • 5
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *