Running A Business

Buku Besar Pembantu, Perlukah Dibuat?

 
  • 91
    Shares

   

Dalam sistem akuntansi terutama untuk pembuatan laporan keuangan secara manual, buku besar pembantu merupakan langkah yang harus dilalui setelah pembuatan buku besar umum. Akan tetapi pada laporan keuangan yang berupa aplikasi program ada beberapa yang mengesampingkan buku pembantu. Hal ini dikarenakan semua transaksi pada periode tersebut bisa langsung dilihat di buku besar.

Bagaimanakah jika manajer keuangan/pemilik usaha ingin mengetahui informasi lebih detail tentang piutangnya? Atau kepada siapa saja perusahaan mempunyai hutang bahan baku? Maka, disinilah pentingnya menampilkan buku besar pembantu. Pada perusahaan-perusahaan besar transaksi cukup banyak dan perlu dilakukan penggolongan yang cukup terinci akan memerlukan jumlah rekening yang cukup besar. Karena jumlah rekeningnya cukup besar, maka beberapa rekening tersebut perlu dibuatkan rincian dalam buku pembantu.

Secara prosedur buku pembantu dibuat setelah adanya buku besar. Buku besar(general ledger) merupakan kumpulan rekening-rekening neraca dan rugi laba yang digunakan untuk menyortir dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku pembantu(subsidiary ledgers) adalah suatu cabang buku besar yang berisi rincian rekening tertentu yang ada dalam buku besar. Atau dalam pengertian lain buku besar pembantu ini tempat mencatat informasi lain yang diperlukan, di samping informasi yang terdapat pada buku besar utama. Secara singkat, buku besar pembantu merupakan pencatatan secara rinci nama-nama pelanggan beserta jumlahnya dari perkiraan buku besar umum.

Adapun macam buku besar pembantu yang biasa digunakan oleh perusahaan antara lain sebagai berikut.

a. Buku pembantu piutang dagang, adalah buku tempat mencatat rincian piutang perusahaan menurut nama pelanggan atau debitur.

b. Buku pembantu utang dagang, adalah buku tempat mencatat rincian utang perusahaan menurut nama kreditur.

c. Buku pembantu persediaan barang dagangan, adalah buku tempat mencatat secara rinci persediaan barang dagangan, baik jenis, jumlah, harga per unit, maupun harga pokok secara keseluruhan.

Baca juga:

5 Tips Mengatur Keuangan dari Penghasilan dengan Mudah

5 Tips Mengelola Keuangan Anda Sejak Dini

Serial Akuntansi Bisnis: Membuat Laporan Keuangan

                              
Loading...

  • 91
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *