Interviews

Kreatif dan Mandiri, Berbisnis Hijab Hingga Ke Arab Saudi dengan Ayuree

 
  • 4
    Shares

   

Menjadi salah satu lulus Performance Major Vocal, ternyata membuat Nerissa Eka Ayu(24) memilih jalan lain untuk karirnya. Sebagai seorang entrepreneur online adalah pekerjaannya saat ini. Memiliki sebuah toko online dengan brand Ayuree, toko online ini ternyata sudah sampai ke pasar mancanegara, yaitu Jeddah, Singapora, dan Malaysia. Di tengah persaingan berbisnis online di dunia fashion muslimah, Ayuree yang awalnya adalah brand pertama Nerissa, kini ia sedang mempersiapkan brand terbarunya.

Lalu bagaimana kisa seorang Nerissa Eka dalam membangun dan mengembangkan bisnis online ini?

Halo mbak Neri, bisa diceritakan sedikit bagaimana awal mula didirikannya Ayuree ini?

AYUREE, AYU diambil dari nama saya, sedangkan REE (Ri) diambil dari inisial nama panggilan saya (neRI). Ayuree Hijab spesialis menjual hijab, pashmina, dan segi empat dengan bermacam – macam jenis bahan, dan juga menjual keperluan pelengkap hijab seperti Inner ninja, ciput dan sejenisnya. Untuk produk yang Ayuree jual sampai saat ini 60% saya ambil dari supplier, sedangkan 40% saya produksi sendiri dengan design khas AYUREE.

ayuree1

Awal mulanya adalah keisengan saya mencari cara untuk menambah pundi – pundi uang, secara saat itu saya sedang di jakarta untuk menempuh kuliah. Meskipun uang saku dari orang tua sudah sangat mencukupi saya, tapi rasanya saya ingin bisa lebih memanfaatkan uang saku itu agar bisa “beranak pinak”. Pengorbanan terbesar saya waktu itu adalah ‘babat alas’ disaat – saat pertama membangun online shop saya, yang harus rela berpanas – panas sendirian di Jakarta, pergi kemana – mana dan mencari informasi supplier yang klik dengan saya.

Latar belakangnya sih simpel, karena saya juga pakai hijab, waktu itu berpikir incase hijab – hijab ini nggak laku, kan bisa dipakai sendiri. hehe

Wah dari yang awalnya hanya menambah pundi pundi uang saku, sekarang Ayuree sudah sebesar ini. Melalui apa sih Ayuree mempromosikan produknya?

Awalnya saya memasarkan produk – produk Ayuree Hijab dari Media Sosial, khususnya Facebook waktu itu. Tapi sejalan dengan perkembangan medsos, sekarang Ayuree lebih ke Instagram untuk pemasarannya. Alhamdulillah dari Facebook dan Instagram, produk Ayuree sudah sampai ke Jeddah, Singapore, dan Malaysia.

Menurut mbak Neri sendiri bagaimana menyeimbangkan harga barang dengan kualitas bahan baku produk? Saat ini produk apa nih mbak yang paling banyak dicari?

Harus Equal menurut saya. Garis besarnya di Ayuree, semakin bagus kualitas bahan tersebut, maka semakin mahal juga harganya. Saat ini produk dengan model dan warna yang polos pasti diburu banyak orang.

Produk fashion muslimah sudah sangat banyak, apa sih yang membedakan produk Ayuree dengan brand lainnya?

Mostly sama ya untuk hijab, tapi untuk inner ninja berbeda, karena saya design dan produksi sendiri meskipun sekarang sudah mulai banyak yang jiplak inner ninja punya Ayuree.

Selama menjalankan bisnis ini, pengalaman dan tantangan paling berkesan seperti apa sih yang sudah dialami?

Kalau masalah pengalaman mungkin saat orang tidak percaya melihat seorang owner Ayuree Hijab, yang dikira hanya seorang anak SMA yang lagi freelance di toko tersebut.

Sedangkan untuk tantangan bagi Ayuree sendiri sampai saat ini adalah Pegawai. itu kendala yang berarti bagi saya dari mulai awal pertama sampai saat ini dari pada kendala lainnya. They come and go. Bagaimana cara untuk membuat mereke betah bekerja. caranya dengan fasilitas, more bonus fee juga tentunya, dan lingkungan yang bisa bikin mereka enjoy untuk bekerja di Ayuree. Kalau pegawai aman, yang lainnya nanti bisa mengikuti.

Wah benar-benar bukan hanya memberikan produk terbaik untuk konsumen, tapi juga fasilitas yang mendukung pelanggan. Menurut mbak Neri sendiri, siapa sih yang paling memotivasi dalam usaha membangun dan mengembangkan Ayuree ini?

Tokoh yang menjadi motivasi saya adalah Bob Sadino dan Quote yang saya pegang sampai sekarang adalah “Lebih baik menjadi Kepala Kucing, Daripada menjadi Buntut Macan”

Nah, sekarang menurut mbak Neri, penting gak sih sebuah toko online memiliki toko offlinenya sendiri?

Penting, kalau menurut saya jika suatu online shop punya basecamp atau workshop atau toko offline, itu akan menambah nilai “trust” customer kepada toko tersebut. Karna secara dunia online kan dunia “maya”, sedangkan toko offline lebih ke REAL WORLDnya seperti apa, jadi orang akan lebih percaya dan PD untuk membeli produk-produk kita.

Jadi pebisnis yang memiliki waktu 24 jam bahkan mungkin lebih, apa sih yang biasa dilakukan mbak Neri untuk mengisi waktu luang?

Saya selalu sempatkan paling tidak sehari sekali untuk mengecek pekerjaan dan anak buah saya, selanjutnya bisa ditinggal kemana – mana. Mostly saya sekarang lebih ke membantu pekerjaan suami, tapi biasanya juga masih suka buat nonton, ngemall, jalan-jalan lah.. hehe

Terakhir nih mbak, ada saran gak sih untuk para pelaku bisnis onlin di luar sana?

Jangan Takut Rugi. Justru rugi lah yang akan membuat otak dan pemikiran anda akan semakin maju kedepan dan belajar lebih banyak. Justru rugi lah yang akan mendewasakan bisnis anda dan semakin berputar.

Wah, terima kasih banyak ya mbak untuk kesempatannya kami wawancarai. Semoga Ayuree semakin dan terus sukses. :)

           
  • 4
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *