Event

Liputan Hasil Koordinasi “Mau Dibawa Kemana” Industri Kreatif di Surabaya

 

   

26 September 2013 kemarin, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memberikan apa yang bisa disebut wake-up call bagi sejumlah praktisi IT di wilayah Surabaya. Mulai dari pemilik bisnis Startup kreatif di Surabaya, aktivis komunitas, media di Surabaya hingga perwakilan siswa sekaligus guru pengajar IT SMA/ SMK di wilayah Surabaya dikumpulkan ke dalam satu agenda yang disebutnya sebagai Korinko (kependekan dari Koordinasi Informasi dan Komunikasi). Di sini, mereka dipertemukan dengan narasumber yang memaparkan sejumlah fakta yang barangkali jarang sekali terpikir oleh pelaku kreatif.

Salah satunya datang dari Tritan Saputra, ketua Apkomindo / Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia. Di sini, dia memulainya dengan sebuah sentilan bagi programmer (rata-rata peserta yang hadir saat itu adalah praktisi pemrograman). “Anda boleh tidak percaya. Tapi sebagai programmer, ilmu yang selama ini kita pelajari sudah tidak akan valid dalam 5 tahun mendatang. Teknologi terus berevolusi dengan cepat.”

“Maka kalau mulai sekarang anda tidak terbesit untuk ‘insaf’, anda boleh mempertanyakan masa depan anda.” Kata Tritan disambut sorak riuh dari peserta. Di kesempatan ini, Tritan kemudian mengajak para praktisi yang masih belum ‘insaf’ agar mempertimbangkan alternatif lain, salah satunya adalah membuka ladang bisnis sendiri.

tritan-saputra-apkomindo

Senada dengan Tritan, wejangan berikutnya datang dari James F. Tomasouw. Namun di sini, beliau lebih menyoroti pada fakta bahwa selama ini masyarakat Indonesia cenderung jadi konsumen. Salah satu penyebabnya adalah penggiat industri kreatif yang selama ini cenderung bekerja sendiri-sendiri. James mengharapkan agar mereka mulai berkolaborasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Sebab Indonesia hanya punya sisa waktu 2 tahun hingga siap tidak siap kita akan mulai memasuki perjanjian ASEAN Community. Di sini, kita akan lebih banyak bersaing dengan tenaga asing. Mulai tahun 2015, mereka bisa bebas bekerja di Indonesia tanpa persyaratan khusus. Maka dibentuklah salah satu pergerakan yang berupaya mewadahi tempat kolaborasi bagi penggiat industri kreatif di Surabaya. Jadilah klik-indonesia.or.id.

james-f-tomasouw

Dengan motif yang sama, Pemerintah Kota Surabaya juga telah berinisiatif dengan menyediakan media showcase yang disusun dengan cukup apik. Anda dapat membukanya di sini: kreatif.surabaya.go.id. Dari sini, Pemerintah kota Surabaya berniat untuk mewadahi geliat startup di  Surabaya melalui sebuah katalog usaha yang nantinya akan disusun dalam bentuk cetak. Anda bisa pula berpartisipasi. Anda bisa memulainya dengan submit karya anda di situs tersebut.


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *