Technology

Setting Load Balancing Webserver menggunakan NGINX

 
  • 3
    Shares

Loading...

Dalam artikel ini, kami akan membahas bagaimana melakukan setting load balancing antara 2 buah webserver. Menggunakan sebuah gateway yang dibangun dengan Nginx pada Linux CentOS.

Maka, tentunya yang harus disiapkan adalah 2 buah webserver, bisa Apache/Nginx, dan 1 buah server khusus untuk gateway yang menggunakan Nginx.

Untuk setting 2 webserver, anda setting saja seperti biasa sesuai kebutuhan. Kurang lebih seperti Tutorial Konfigurasi Service di VPS berikut.  Usahakan agar keduanya bisa melakukan transfer data melalui RSYNC, seperti Tutorial Transfer File antar Server dengan SCP&RSYNC berikut.

Adapun untuk setting server gateway berbasis Nginx, berikut langkah-langkahnya:

1. Setting konfigurasi dari package NginX

# nano /etc/yum.repos.d/nginx.repo

Isikan:

[nginx]
name=nginx repo
baseurl=http://nginx.org/packages/centos/$releasever/$basearch/
gpgcheck=0
enabled=1

Ganti variabel $releasever dengan versi centos yang digunakan, 5 atau 6. Kemudian Save

2. Install NginX.

# yum install nginx

3. Setting server gateway agar dapat menerima 2 webserver anda.

# nano /etc/nginx/conf.d/namadomain.com.conf

Isikan:

upstream balance {
server ipwebserver1;
server ipwebserver2;
}

server {
listen  80;
server_name  namadomain.com www.namadomain.com;
location / {
proxy_pass      http://balance;
}
}

4. Restart server Gateway anda.

# /etc/init.d/nginx restart

5. load balancing antara webserver-webserver anda sekarang sudah berjalan. Sebelum menjalankan NginX, pastikan tidak ada service webserver lain (Apache misalnya) yang sedang berjalan. Selamat mencoba..

Loading...

  • 3
    Shares

3 komentar

  • 2 Juli 2012 - pukul 20:16

    mas, numpang tanya… itu selain sebagai load balancer, apakah nginx dalam hal ini juga berfungsi sebagai auto fail over.?
    Lalu bagaimana dengan replikasi kontent database-nya.?

    Thanks

    • bayu
      4 Juli 2012 - pukul 11:07

      iya mas, bisa sebagai auto fail over, jadi jika salah satu webserver mati maka akan selalu mengarah ke webserver yang menyala, untuk database anda bisa gunakan autosync sehingga 2 server saling duplikasi tutorial lsync bisa anda cek di Auto-Sync Folder pada Linux CentOS dengan LSYNC atau anda menggunakan 1 server khusus untuk database jadi nanti kedua webserver mengakses 1 database pada server yang lain,

  • Aryocosmo
    22 November 2012 - pukul 16:09

    Selamat siang,

    Itu agaknya saya masih belum nyambung terus di /etc/nginx/nginx.conf di isikan apa ya sebagai penghubung atau relasi ke /etc/nginx/conf.d/namadomain.com.conf? Dikarenakan kan saya sendiri sudah melakukan konfigurasi dan isi filenya sama seperti di nginx.conf kok itu.

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *