Event

Meetup @suWec : Kesempatan Inkubasi Bisnis Bernilai Milyaran Rupiah ala @IndigoIncubator

 

Loading...

23 April 2013 – Surabaya mendapat kesempatan menjadi kota keempat yang dikunjungi rangkaian roadshow Indigo Incubator 2013 setelah Yogyakarta, Jakarta, dan Medan. Di Surabaya, roadshow Indigo Incubator 2013 kemarin merupakan gabungan dengan acara Meetup SuWec (Surabaya Web Community), sehingga hadirlah 250 peserta yang rata-rata berprofesi sebagai developer.

4-indigo-incubator-surabaya

Joddy Hernadi, SGM IDe Center PT. Telkom membuka acara dengan pernyataan, “Dunia ini akan berubah. Dunia bergerak ke era konseptual dimana Indonesia punya kesempatan untuk menjadi leader. Banyak kreativitas yang bisa muncul dari negara ketiga. Apalagi Indonesia adalah market paling potensial untuk Internet & Digital.”

Tampaknya potensi inilah yang melatarbelakangi PT. Telkom Indonesia, Telkomsel dan MIKTI (Masyarakat Industri Komunikasi dan Telekomunikasi Indonesia) untuk menggandeng industri startup digital kreatif di bawah bendera program Indigo Incubator.

1-indigo-incubator-surabaya

Indigo Incubator merupakan program inkubasi dan akselerasi bisnis yang sangat komprehensif ditujukan untuk startup ICT Indonesia. Program Indigo Incubator menyediakan fasilitas, pendampingan bisnis, dan pendanaan hingga Rp. 2,25 Miliar bagi Startup terpilih.

“20 startup yang terpilih akan mendapat inkubasi intensif di Bandung Digital Valley selama 6 bulan untuk belajar monetize melalui metode Lean Startup”, kata Joddy.

Selain mengenai Indigo Incubator, meetup SuWec kemarin juga sempat disinggung mengenai Lean Startup. Yakni metode yang telah banyak digunakan di Silicon Valley dan pusat perkembangan teknologi lainnya di dunia. Metode Lean Startup membagi proses pengembangan produk ke sejumlah tahapan, dengan tujuan untuk mengurangi resiko kegagalan, khususnya dari segi penerimaan pasar. Tahapan utama dalam metode ini adalah Customer & Idea Validation, Product Validation, Market Validation dan Growth & Scalability. Metode Lean Startup inilah yang nantinya akan diterapkan pada inkubasi Startup di Indigo Incubator.

Dito Respati (@bababdito), Head of Mobile App Developer Community Department PT. Telkomsel mengutarakan bahwa developer dan programmer sedikit sekali yang bisa membahasakan programnya secara marketing. Jadi begitu dilempar ke Google Play, programmer bingung untuk monetize.

Maka, kerjasama dengan PT. Telkom dan Telkomsel memiliki keunggulan dari sisi publikasi bagi developer.

“Produk yang dihasilkan Startup melalui program Indigo Incubator memiliki kesempatan untuk dipasarkan melalui kerjasama strategis dengan PT. Telkom ke 150 Juta Pelanggan dan 215.000 Corporate Customer di Indonesia dan 10 negara lain.” Kata Dito Respati.

2-indigo-incubator-surabaya

Hal senada juga disampaikan oleh Danton Prabawanto (@dantonp), CEO PT. Beon Intermedia. Katanya, programmer memiliki egoisme. Ketika membuat program seringkali tidak berorientasi pada bisnis, melainkan pada fitur. Akhirnya dia sama sekali tidak memiliki bayangan dari mana uang akan datang. Padahal goal sebuah program harusnya menjadi bisnis. Maka Danton pun membagikan pengalamannya ketika meluncurkan produk seperti Jagoan Hosting Indonesia, JagoanStore.com dan WGChat.com.

3-indigo-incubator-surabaya

Dalam sesi tanya jawab juga sempat diutarakan kekhawatiran seperti, dengan bergabung di Indigo Incubator apakah ide tidak akan dicuri? Di sini Joddy menjawab bahwa kompetitor pasti ada, namun yang membedakannya adalah eksekusi. Dia percaya bahwa ide brilian yang digabungkan dengan metode Lean Startup mampu membawa hasil yang berbeda, dan lebih baik.

Selain kekhawatiran, ditanyakan pula, “Apakah program Indigo Incubator akan berakhir pada akuisisi Startup seperti pada umumnya?” Di sini, Dito Respati menjawab bahwa program ini tidak akan berakhir pada akuisisi penuh, namun PT. Telkom akan tetap melakukan pendampingan dengan mendapat share maksimal 10% sebagai pengganti dari inkubasi. Jadi bila Startup anda terpilih, anda tetap memiliki share terhadap Startup anda.

Nah, siapa saja yang masuk dalam kategori Startup? Indra Purnama dari Bandung Digital Valley menjelaskan bahwa Startup punya 5 ciri khas. Yakni merupakan new & small business, memiliki uncertain problem to solve, uncertain solution, uncertain potential buyer dan uncertain business model. Startup anda salah satunya? Kunjungi indigoincubator.com untuk mendaftarkan Startup anda. Deadline 31 Mei 2013 (first batch) dan 31 Agustus 2013 (second batch). Second batch akan ditiadakan apabila jumlah kontestan sudah memenuhi kuota.

“The next hit can come from anywhere. We believe that you can make it.” Ungkap Joddy Hernady memberi semangat.

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *