Technology

Mengenal Lebih Dekat dengan FreeNAS

 

Loading...

Pada tahun 2005, Olivier Cochard-Labbe membuat Sistem operasi open source untuk Network Attached Storage, yang dikenal sebagai FreeNAS. Bermula versi 6.0 dari sistem operasi open source FreeBSD, FreeNAS kala itu menggunakan antarmuka berbasis web m0n0wall dan kompatibel dengan hardware – hardware tua, FreeNAS mendapatkan popularitas di kalangan DIY dan penggemar FreeBSD.

Pembangunan berlanjut hingga 2009, ketika pemimpin proyek pada saat itu, Volker Theile mengumumkan ia tidak dapat melanjutkan proyek pada FreeBSD. Pada titik ini , FreeNAS direncanakan akan porting ke Debian Linux. Hal ini menjadi pukulan bagi pecinta FreeBSD dan  di sisi lain menyebabkan FreeNAS kehilangan dukungan ZFS.

Sebagai pendukung, kontributor proyek FreeBSD dan pengguna dari FreeNAS. iXsystems ingin Freenas tetap dikembangkan di FreeBSD. Akhirnya Pada tanggal 2 Desember 2009 Matt Olander dihubungi Olivier pihak iXsystems dan menawarkan untuk menjaga FreeNAS tetap di BSD. Akhinya pada 2010 seiring diterimanya tawaran iXsystems, Saat itulah iXsystems memulai jalan panjang untuk mengembangkan FreeNAS.

Tim pengembangan iXsystems kemudian memutuskan untuk melepas FreeNAS dari m0n0wall PHP dan menggantinya dengan platform lain yang mudah digunakan namun penuh fitur, Akhirnya dipilihlah Django dan toolkit Dojo. Setelah ribuan jam yang melelahkan dipenuhi kode – kode, FreeNAS 8.0 terlahir ke dunia pada bulan Mei 2011.

Sejak saat itu, iXsystems telah bekerja untuk mengembangkan kode FreeNAS dan menambah fitur baru. Pada tahun 2012, Tim developer FreeNAS menerapkan sistem plug-in untuk FreeNAS sehingga pengguna bisa menginstal port, paket dan PBI pada sistem FreeNAS mereka. Hingga sekarang FreeNAS tetap menjadi Operating sistem yang ampuh dan gratis untuk Network Attached Storage.

Artikel berikutnya kita akan membangun Network Attached Storage menggunakan FreeNAS :)

Baca juga:

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *