Running A Business

Mengenal Sistem Pendanaan Crowdfunding bagi Industri Kreatif

 
  • 56
    Shares

   

Crowdfunding adalah salah satu metode pendanaan bisnis alternatif yang saat ini cukup happening di bidang industri kreatif di Indonesia maupun di dunia. Beberapa dari anda mungkin masih ada yang belum familiar dengan istilah “crowdfunding”. Maka di sini saya akan sedikit mengupasnya.

Apa itu crowdfunding?

Secara garis besar yakni pendanaan ramai-ramai, atau lebih umum disebut dengan patungan dalam bahasa Indonesia. Crowdfunding ialah salah satu alternatif untuk mendapatkan modal yang memungkinkan puluhan bahkan ratusan orang patungan mewujudkan suatu proyek komersial maupun penggalangan dana untuk kepentingan sosial. Pengasuh inc.com, Eric Markowitz memaparkan sifat-sifat crowdfunding pada salah satu artikelnya.

What means to “crowdfund” in the first place, when there are no customers (just backers), no products (just projects), no business owners (just creators), and no payments (just pledges).

Artinya, ada sejumlah situasi yang membuat investor mau bersama-sama terikat dalam sebuah sistem crowdfunding. Di antaranya:

Tidak ada pembeli, namun pendukung

Orang-orang yang terlibat dalam pendanaan Crowdfunding pada prinsipnya adalah investor. Seperti investor pada umumnya, pendukung suatu ide proyek di sistem crowdfunding juga terpapar pada kemungkinan mengalami salah perhitungan, kerugian, bahkan kegagalan.

Tidak ada produk, namun proyek

Mengapa tidak ada produk? Karena crowdfunding bukan toko online yang menyediakan produk siap jual. Crowdfunding hanya menawarkan proyek menciptakan atau meneruskan produk yang belum sempurna. Dimana dengan crowdfunding diharapkan pencipta proyek dapat menarik dukungan dana untuk menyelesaikan proyeknya.

Tidak ada pemilik bisnis, namun pencipta

Crowdfunding sangat mendorong para inovator untuk menciptakan sesuatu. Karenanya siapapun dapat menjadi pencipta proyek dan mengajukan suntikan dana Crowdfunding. Namun tidak semua ide brilian dapat berhasil menggalang dukungan yang besar jika kurang berhasil menarik minat para pendukung.

Tidak ada pembayaran, namun janji

Para pendukung proyek tidak membayar sepeserpun untuk suatu proyek sampai proyek tersebut mencapai goal dukungan yang diperlukan. Jadi, yang ada hanyalah mendanai sebuah janji (kapan proyek tersebut akan selesai) dan memberi kesempatan para pencipta untuk menjual produk inovasinya. Tak jarang para pencipta menyediakan janji berupa produk atau reward lainnya bagi para pendukung jika proyek berhasil mencapai goal dukungan.

Realita

Ada cukup banyak mereka yang berhasil mendapatkan dana dengan sistem crowdfunding. Contohnya, game horor buatan anak Indonesia berjudul DreadOut. DreadOut mencamtumkan angka $25.000 untuk dana yang dibutuhkan, sedangkan dana yang terkumpul mencapai $29.067 melebihi target yang ditentukan.

Banyak pilihan situs crowdfunding sebagai sarana mendapatkan modal. Di Indonesia sendiri ada situs crowdfunding wujudkan.com. Jika Anda ingin mencari investor di seluruh dunia, Anda bisa mengintip kickstarter.com, indiegogo.com dan masih banyak lagi.

Jadi, siapa bilang bisnis harus dimulai dengan modal sendiri. Anda juga bisa menjadi pencipta suatu proyek dengan modal ide brilian. Atau jika Anda punya ketajaman spekulasi dan membaca pasar, maka Anda bisa mempertimbangkan opsi untuk menjadi pendukung proyek-proyek potensial di sistem crowdfunding.


  • 56
    Shares

Artikel Terkait

5 komentar

  • Arda
    30 September 2013 - pukul 23:45

    Saya tertarik dengan ide ini.
    Mengenai perijinan usaha yang cocok untuk sistem crowdfund ini apa ya kira2? Perorangan,CV,PT atau bentuk yayasan adalah pilihannya, namun bidang yang harus dicantumkan saat pengajuan sistem ini apa ya?

    Mohon pencerahannya,

    Thanks

  • Novi Sari Dewi
    1 October 2013 - pukul 11:11

    Terima kasih atas pertanyaannya.

    Crowdfunding tidak membatasi jenis usaha apapun untuk bisa mendapatkan modal. Karena yang ditekankan dalam sistem ini adalah ide proyek itu sendiri. Jadi, jika ide tersebut dapat menarik orang untuk investasi, maka ide tersebut dapat dikatakan berhasil dengan sistem crowdfunding.

    Terima kasih. :)

  • Arda
    11 October 2013 - pukul 16:38

    Halo Mbak Novi,

    Yang jadi pertanyaannya adalah, Jika seandainya Saya membuat sistem Crowdfunding ini dalam usaha yang saya jalankan, bentuk badan usahanya apa ya? Jenis usaha apa yang harus saya cantumkan dalam pengajuan ijin usaha saya nantinya.
    Maksudnya, jika saya sebagai pengelola situsnya, usaha saya itu nantinya akan tergolong jenis usaha apa?

    Terima kasih atas pencerahannya.:-)

  • 26 January 2015 - pukul 7:13

    Hi,bagai mana untuk contact selanjutnya?bagaimana cara registrasi ke crowd fundingnya? Aku sangat tertarik dengan situs ini,bagaimana kalau aku mau buka bisnis tourism atau pariwisata, apakah bisa tidak?? Tolong infomasinya.

  • 24 February 2015 - pukul 11:13

    Salam, terimakasih buat infonya, inshaAllah akan saya coba realisasikan dengan ide untuk kepentingan umat. Semoga menjadi pahala amal ibadah yang tidak terputus. Amien

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *