Running A Business

Meningkatkan Nilai Sales dengan Cross Selling

 

   

Beberapa waktu yang lalu seorang rekan bercerita jika dia baru saja membeli sebuah kamera di sebuah outlet. Setelah kamera deal, Customer Service di outlet menyarankan untuk membeli sekaligus tas khusus agar kamera lebih safe. Nah, barangkali pengalaman seperti ini sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Bukan tanpa alasan, sebab sadar atau tidak saat itu Customer Service sedang melakukan kegiatan yang disebut dengan cross selling. Yaitu konsep penjualan yang menggunakan produk utama sebagai trigger untuk penjualan selanjutnya. Cross selling pada dasarnya merupakan salah satu seni berjualan yang sangat menarik. Sebab dengan teknik ini, kita memungkinkan terjadinya penjualan kembali setelah sebelumnya sudah terjadi penjualan pertama, karena adanya keterkaitan kebutuhan. Sama seperti cerita rekan saya tadi. Dia yang awalnya hanya berencana beli kamera saja, akhirnya jadi memutuskan untuk membeli pula tas kamera tersebut.

Nah, untuk menerapkan teknik cross selling yang tepat prosesnya, ada beberapa faktor yang harus anda ketahui. Berikut di antaranya:

Product knowledge sang Customer Service

Customer Service merupakan ujung tombak suksesnya cross selling. Sebab pada dasarnya dialah pelaku yang erat kaitannya dengan kegiatan ini. Maka pengetahuan produk yang memadai sangatlah mutlak diperlukan. Sehingga CS sendiri nantinya merasa nyaman untuk menawarkan cross selling pada pelanggan, sebab dia tahu apa yang ditawarkannya.

Terampil membaca keadaan dan memilih waktu yang tepat

Cross selling terjadi bila penawaran dilakukan di waktu yang tepat. Bukan ketika pelanggan masih sedang sibuk mencoba produk pertama yang dibeli, melainkan setelah mereka make sure barang pertama yang dibeli sudah pasti dipilih.

Produk yang ditawarkan berkaitan dengan produk utama

Kita harus berpegang dengan dasar kenapa pelanggan melakukan pembelian kedua, dst setelah melakukan pembelian pertama dalam waktu transaksi yang sama. Yaitu karena pelanggan menyadari bahwa barang kedua yang ditawarkan berkaitan erat dengan barang pertama yang dibeli.

Boleh saja produk di-bundling jadi satu

Jika anda ingin menawarkan cross selling dalam bentuk yang praktis, maka anda bisa menawarkan produk yang di-bundle / dipaket dengan produk lain yang relevan. Misalnya yang sering kita temukan dalam penjualan handphone yang satu paket dengan kartu seluler.

Dapatkan rekomendasi dari pihak ketiga

Rekomendasi pihak ketiga seperti pelanggan lama, atau seorang ahli di bidangnya juga sangat mempengaruhi keputusan pelanggan untuk melakukan transaksi. Makanya anda bisa cantumkan kolom testimoni di website anda. Sedangkan untuk menarik testimoni? Rasanya pelayanan yang baik, jujur, dan sepenuh hati saja menurut saya sudah cukup :-)

Nah pembaca, semoga tips di atas dapat memberikan ide yang bisa diterapkan di bisnis anda. Selamat berlipat keuntungan ;-)


Artikel Terkait

3 komentar

  • 24 April 2013 - pukul 19:27

    terimakasih buat penjelasannya, ternyata selama ini saya salah mengartikan yang disebut dengan cross selling, thanks ya penjelasannya.

  • 24 April 2013 - pukul 19:31

    Ya, ya.. dengan cros selling bisa meningkatkan omset perusahaan, terimakasih sudah mengingatkan. Lalu kalau misalnya saya punya produk A dan ternyata stok tidak ada, lalu saya alihkan ke produk B yang manfaatnya sama, jenis apakah itu disebut? mohon penjelasannya

  • 30 August 2013 - pukul 14:39

    Cross selling juga termasuk salah satu strategi monetisasi yang sangat potensial.
    Terima kasih atas artikel ini.

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *