Technology

Optimasi Loading Website Menggunakan .htaccess

 

   

Sebelum membahas tentang optimasi loading website mengunakan .htaccess, perlu saya tekankan bahwa sangat penting sekali untuk melakukan optimasi website Anda dari segi apapun. Bisa Anda bayangkan ketika pengunjung membuka halaman website Anda dan harus menunggu sampai lebih dari 3 detik. Kira kira apakah yang akan dilakukan oleh pengunjung tersebut? Saya sendiri, biasanya lansung tutup website tersebut. Jika dalam sehari ada 10 orang pengunjung, kita ambil sampel 3 dari pengunjung tersebut batal mengunjungi website Anda dikarenakan loading website yang lama. Bagaimana jika ada 100, 1000 pengunjung dalam seharinya? Berpengaruh sekali bukan dengan omset Anda?

Optimasi loading website bisa dari berbagai cara. Salah satunya bisa di check disini . Namun kali ini saya akan membahas optimasi website Anda melalui .htaccess.  Apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan optimasi website melalui .htaccess ? Berikut adalah poin poinnya :

1. Mengaktifkan cache

Google sendiri menyarankan untuk mengaktifkan cache pada content – content statis seperti javascript, css, gambar. Cache ini sangat membantu sekali dalam mengurangi load website, karena file file content sudah tidak perlu di download lagi karena sudah tersimpan pada local. Rekomendasi settingan cache minimum adalah 1 bulan dan tidak lebih dari 1 tahun.

1

<IfModule mod_expires.c>
ExpiresActive On
<FilesMatch “\.(flv|ico|pdf|avi|mov|ppt|doc|mp3|wmv|wav|js|css|gif|jpg|jpeg|png|swf)$”>
ExpiresDefault A29030400
</FilesMatch>
</IfModule>

2. Menambahkan kompresi

Pada dasarnya ketika kita sedang membuka sebuah website, maka secara tidak langsung kita melakukan download pada content – content yang ada di website. Fungsi dari kompresi adalah memperkecil ukuran konten yang didownload sehingga akan mempercepat load time.

<ifModule mod_gzip.c>
 mod_gzip_on Yes
 mod_gzip_dechunk Yes
 mod_gzip_item_include file \.(html?|txt|css|js|php|pl)$
 mod_gzip_item_include handler ^cgi-script$
 mod_gzip_item_include mime ^text/.*
 mod_gzip_item_include mime ^application/x-javascript.*
 mod_gzip_item_exclude mime ^image/.*
 mod_gzip_item_exclude rspheader ^Content-Encoding:.*gzip.*
</ifModule>

3. Mematikan Etags

Etags ini sangat sulit untuk dicache pada browser. Oleh karena itu lebih baik dimatikan. Anda juga bisa menggabungkan dengan setting cachec (header expiration).

<FilesMatch “\.(ico|pdf|flv|jpg|jpeg|png|gif|js|css|swf)(\.gz)?$”>

Header unset ETag

FileETag None

</FilesMatch>

           

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *