Insider

S2: E1 – RETHINKING THE COMPETITION Kenali Kompetitor Menangkan Persaingan

 

Kamis, 8 April 2021 – Setelah sukses dengan Webinar Series bertajuk SPA (Surviving/Servicing – Preparing – Actualizing) pada tahun 2020 lalu dan dihadiri oleh 3.000 peserta, MarkPlus, Inc. kembali mengadakan Webinar Series dengan tema #RUN21RUN yang akan diadakan dalam tiga episode sepanjang tahun 2021.

RUN merupakan konsep terbaru yang digagas oleh pakar pemasaran sekaligus Founder dan Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya. Melalui konsep ini, Hermawan ingin memperkenalkan strategi untuk menghadapi tahun 2021 di mana dunia bisnis telah memasuki masa recovery. RUN sendiri merupakan akronim dari Rethinking the Competition, Unifying the Corporation, dan Navigating the Customer.

“Tahun 2020 itu berbeda dari tahun 2021, strateginya pun juga harus berbeda. Tahun 2020 perusahaan dituntut untuk lebih adaptif dengan perubahan. Sementara 2021 harus transformatif, harus jelas tujuannya ke mana,” ujar Hermawan pada acara HK Webinar Series: #RUN21RUN, Kamis (8/4/2021).

Pada episode perdananya, Hermawan menjelaskan mengenai strategi dalam memenangkan persaingan pada tahun 2021 yaitu Rethinking the Competition. Strategi pemasaran yang tepat menjadi sangat krusial di masa recovery. Pada tahap pertama dalam penentuan strategi, perusahaan harus dapat memahami lanskap kompetisi yang saat ini terjadi.

Dalam menghadapi ketidakpastian dalam persaingan bisnis, pengusaha harus jeli dalam melihat apa saja yang dilakukan oleh pesaingnya, mulai dari inovasi, produk baru, hingga strategi kompetitor. Setelah  memahami kompetitor dan lanksap kompetisi, perusahaan dapat menentukan positioning dan differentiation  yang kemudian dapat menggerakan pelanggan.

“Di tahun 2021 itu adalah masa transformasi, di mana sebelh terjun ke kompetisi kita harus merenungi dulu kompetitor yang mana yang harus kita hadapi saat ini, agar strategi yang sudah direncanakan tidak terlaksanakan secara sia sia,” lanjut Hermawan.

Selain itu, menurut Hermawan, terdapat empat terrain persaingan di dunia bisnis, yakni: traditional/ conventional vs. traditional/ conventional, startup/ digital vs. traditional/ conventional, traditional/ conventional vs. startup/ digital, dan startup/ digital vs. startup/ digital. Setiap fase ini merupakan medan pertempuran yang berbeda yang akan menentukan alternatif strategi yang dapat dipilih oleh perusahaan.

“Ada kalanya startup menang dari perusahaan konvensional karena memanfaatkan digitalisasi. Tetapi perusahaan konvensional juga memiliki kesempatan bertahan karena memiliki wisdom yang kuat. Karena itu, pada akhirnya keduanya harus disatukan. Harus menjadi OMNI atau memiliki sifat agile startup, wisdom yang kuat seperti perusahaan konvensional, dan pemanfaatan teknologi/digitalisasi,” pungkas Hermawan.

Terdapat empat alternatif strategi yang dapat diaplikasikan oleh pelaku bisnis dalam memenangkan persaingan di 2021. pemasar dapat menggunakan kerangka kerja marketing battle plan yang berasal dari buku karya AI Ries & Jack Trout berjudul Marketing Warfare.

Marketing battle plan terdiri dari empat strategi marketing yang dapat dipilih oleh pemasar berdasarkan dari posisi perusahaan dalam suatu persaingan serta sumber daya-sumber daya yang dimiliki. Keempat strategi tersebut adalah The Defensive Marketing Strategy, The Offensive Marketing Strategy, Flanking Marketing Strategy, dan Guerilla Marketing Strategy. Dua strategi pertama dapat digunakan oleh perusahaan besar yang telah menguasai market share, sedangkan yang dua terakhir untuk perusahaan kecil.

Sementara itu, adapula Start Up Strategy yang berasal dari Harvard Business Review (HBR) terdiri dari Value Chain, Intellectual Property, Disruption, dan Architectural. Strategi value chain kebanyakan digunakan oleh startup dan berfokus pada kompetensi yang dimilikinya. Intellectual property adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan yang fokus melakukan penemuan atau invention, serta tidak melakukan kolaborasi dengan tujuan fokus memiliki paten sendiri.

Sedangkan strategi disruption berfokus pada strategi yang bersifat agile. Startup harus dapat membuat perencanaan tidak hanya satu step, tapi dua hingga tiga step ke depan dibanding perusahaan lain untuk mengambil sumber daya yang ada. Sementara architectural di mana dilakukan startup yang sifatnya melahirkan platform dan mengikan value chain yang ada.

Selanjutnya adalah strategi dari buku Marketing 5.0 oleh Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan. Terdiri dari tiga strategi utama yaitu Migrate Customer to Digital Channels, Build Digital Capabilities, dan Strengthen Digital Leadership. Dalam strategi ini berfokus pada penggunaan platform digital untuk memaksimalkan customer journey. Perusahaan kemudian harus dapat membuat perencanaan yang matang mulai dari hulu ke hilir untuk memperkuat sumber daya secara digital.

Setelah episode pertama Rethinking the Competition, HK Webinar Series #RUN21RUN episode kedua akan hadir pada 8 Juli 2021 dan membahas mengenai Unifying the Corporation. Selanjutnya episode ketiga akan membahas mengenai strategi terakhir, yaitu Navigating the Customer yang diselenggarakan pada 14 Oktober 2021.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Estu Dian Maranti

Corporate Communications MarkPlus, Inc.

0812 9125 1384 [email protected]


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *