Start A Business

Semua Pebisnis Online Sukses ini Juga Hampir Menyerah loh! Tenang Kamu Gak Sendiri

 
  • 3
    Shares

Tidak ada bisnis sukses tanpa usaha keras yang menguras pikiran dan keringat. Berbisnis online dinilai lebih mudah dikerjakan oleh siapa saja yang mengenal teknologi terutama internet. Bahkan siapapun yang hanya tahu penggunaan BBM dan WhatsApp juga tahu bagaimana cara mereka berjualan. Ya, siapapun bisa berbisnis online.

Pertanyaannya: Berapa lama bisnis itu bisa bertahan?

Banyak orang sukses dari bisnis online yang mereka kerjakan, tapi kesuksesan itu bukan didapatkan dari hasil yang mudah. Mereka harus berjuang merintis dari awal, merasakan pahitnya merugi, manisnya keuntungan pertama dan kelamnya saat toko onlinenya sepi.

Yuk simak beberapa kisah pebisnis online ini:

1. Tidak mampu ambil stock

Benar memang bisnis online tidak memerlukan modal besar untuk membangun sebuah toko di tengah kota atau bahkan di mall. Tapi apapun bisnisnya, modal masih menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Bisnis online termasuk di dalamnya, karena sekalipun kamu hanya berjualan di internet, pulsa untuk SMS, Chatting ataupun telepon juga termasuk modal yang harus kamu siapkan.

Selain itu, kalau kamu produk yang ingin kamu jual juga harus diberi modal. Kecuali kamu menjadi reseller seseorang, kamu tidak perlu mengambil produk mereka untuk stock produk toko online kamu. Tapi bagaimanapun tetap ada modal yang harus kamu persiapan.

Kesulitan ini sama halnya dengan yang dialami oleh beberapa pebisnis online sukses, seperti owner Headphoneku.com, yang mengakali kekurangan modal dengan sistem pre order, “Karena produk import, kita dulunya pakai sistem Pre-Order. Ini juga karena awalnya belum ada modal” kata Fadli Ramon.

Selain itu ada juga cerita dari owner Babytafel.com yang berawal dari tugas kuliah ia memberanikan diri untuk berbisnis online dengan modal seadanya. “kebetulan papa saya punya bisnis kecil – kecilan/home production untuk membuat baby furniture, dengan modal seadanya, kami membuat produk babytafel” Kata Andri Herwanta.

Di awal mereka merasa sangat kesulitan menyediakan produk atau permintaan konsumen, salah satunya karena modal untuk mengambil barang di supplier masih sangat minim. Dan beberapa orang mengatakan bahwa bisnis online juga butuh investor untuk mendukung bisnis tersebut.

2. Supplier tidak kredibel

Selain modal, pebisnis online ini kadang juga kesulitan menyediakan produk yang diminta konsumen. Apalagi saat produk mereka banyak dikenal dan disukai konsumen. Permintaan akan terus meningkat. Ini akan menjadi kebahagiaan dan juga keresehan para pebisni online. Kenapa begitu? Karena saat pebisnis online tidak pandai mencari produsen atau supplier, bisa jadi produk yang diminta tidak akan terpenuhi.

Lalu ini akan membuat kita kerepotan menjelaskan kepada konsumen kita. Membuat mereka percaya lagi kepada kita adalah tugas yang tidak mudah. Permintaan berlimpah tapi tidak dengan stock atau kapasitas produksi kita akan membuat sedikit demi sedikit konsumen kita berpindah.

Seperti yang dialami oleh toko online butikperhiasan.com yang pernah kehabisan stock dari supplier import ketika permintaan terus membludak. “Tantangannya adalah banyaknya barang yang sudah kosong dari supplier, terutama perhiasan import dan untuk restock tidak dapat ditentukan kapan waktunya” Kata Eling Dwi Prastiwi

Lalu ada juga Egistore.com yang pernah mengalami kesulitan saat produk yang dipesan tidak kunjung datang dari supplier. “Masalah pasti selalu ada, entah ada kesalahan teknis di pengiriman, stok yang tak kunjung datang, munculnya saingan baru yang lebih murah.” Kata Baktyar Sukoco.

Namun mereka berusaha menjelaskan dengan baik kepada konsumen dan berusaha berkoordinasi dengan supplier produk mereka. Hingga kini kesulitan itu berhasil mereka lalui.

3. Pelanggan yang suka “menuntut”

Ini salah satu yang menjadi kendala untuk berbisnis online. Saat produk yang kita kirimkan tidak sesuai dengan pesanan pelanggan. Baik dari jumlah, model, bentuk bahkan ketika produk yang dikirim mengalami cacat. Ada sebagian dari pelanggan yang memang menerima saat produk mengalami sedikit cacat. Tapi tidak sedikit juga yang protes bahkan berujung menuntut kita karena produk yang dipesan tidak sesuai.

Seperi yang dialami oleh toko online Dailybeautyhouse.com, “Kalau ada barang rusak saat pengiriman walaupun bukan salah dari kita, tetap dari kita yang tanggung jawab, karena disini dalam berbisnis saya selalu berusaha menjaga kredibilitas dari good will saya”, Kata Felina Muliadi.

Kesabaran kita benar-benar diuji saat itu. Mereka yang minta ganti rugi uangnya kembali atau diganti produk memang wajar-wajar saja. Tapi toko online kita memang harus punya peraturan yang jelas. Jika kesalahan memang real dari kita, kita harus berlapang dada meminta maaf dan menawarkan mengganti rugi barang tersebut. Tapi jika mereka protes ketika barang sudah diterima dan sempat digunakan, lain lagi ceritanya.

Jadi, setiap toko online harus punya peraturan atau garansi yang jelas. Kita juga harus bisa menjelaskan dengan sabar dan tenang kepada mereka yang protes kepada kita.

4. Pelanggan tidak paham dengan produk yang dijual

Jika kita membuka toko fisik, akan sangat mudah bagi pelanggan yang bertanya tentang produk kita dan kita menjelaskan kepada mereka. Tapi apa jadinya ketika pelanggan tidak mengerti produk yang kita jual secara online? Mereka kesulitan mengerti jenis produk, ciri – ciri, ukuran, bahkan fungsi dari produk kita. Jelas kita harus dengan sabar menjelaskan kepada mereka tentang produk yang kita miliki.

Pelanggan tidak akan mengerti dengan mudah saat mereka hanya melihat foto dan sedikit detail produk di internet. Sebagain besar dari mereka pasti akan mencari tahu lebih lanjut dengan cara menghubungi kita. Maka waktu, tenaga dan bahkan uang akan kita korbankan bagi mereka. Tapi kesulitan seperti ini jangan dibiarkan terus ada.

Seperti yang dialami oleh owner Aurabatik, “Saat ini mayoritas orang Indonesia masih menganggap bahwa Batik hanya digunakan dalam acara formal seperti kondangan atau meeting, selain itu mereka juga belum paham sepenuhnya tentang kain batik, banyak orang-orang mengira baju yang dikenakan adalah baju batik padahal kenyataannya hanya kain bermotifkan batik, ini banyak ditemukan di pasar Tanah Abang dan baju Batik yang harganya dibawah 100rb” Kata Caroline Adenan.

Berikan penjelasan yang rinci untuk setiap produk yang kamu pajang di website atau sosial media. Mulai dari nama, jenis, kode, ciri-ciri, ukuran, warna hingga harga produk yang kamu jual. Mereka yang masih tetap bertanya bisa diberi sedikit pengertian dan penjelasan untuk melihat detail produk di website atau sosial media kamu. Ini akan memudahkan kamu melakukan kegiatan yang lainnya.

5. Pelanggan lebih suka berbelanja offline

Tidak semua orang terbiasa berbelanja online. Ada saja pelanggan yang enggan membuka website kita dan melakukan order di sana. Mereka jauh lebih senang saat bertanya stock dan detail produk langsung kepada kita. Tapi lagi – lagi waktu, tenaga dan uang kita akan terbuang percuma.

Mengubah kebiasaan offline pelanggan ke online tidaklah mudah. Mereka yang terbiasa berbelanja langsung di toko dan bertanya pada penjual, bisa jadi enggan untuk berbelanja secara otomatis di online. Tapi berilah penjelasan kepada mereka. Arahkan setiap order yang dilakukan ke website Anda.

Buatlah website yang menarik sehingga menggugah keinginan pelanggan untuk datang dan berbelanja langsung ke sana. Bahkan buatlah peraturan yang mengharuskan pelanggan berbelanja di website kamu. Tapi tetap saja kamu wajib memberikan kemudahan bagi mereka untuk melakukan itu. Ini sama halnya dengan yang pernah dialami oleh toko online Babyku.co.id, “Mengubah paradigma sebagian pasar khususnya para orang tua untuk menerima dan membangun kepercayaan pada sistem penyewaan kostum secara online” Kata Bapak Juki, yang sempat kesulitan menjelaskan kepada pelanggan mereka tentang toko online dan transaksi online toko mereka.

7. Harga pesaing yang merusak pasaran produk kita

Ingat pepatah “makin tinggi pohon makin kencang angin yang berhembus”, sepertinya pepatah ini juga berlaku bagi bisnis online. Karena semakin sukses bisnis online, maka pesaing yang muncul akan semakin bertambah. Mereka yang menjual produk atau punya konsep toko online sama dengan kita akan benar-benar menguji kita. Mereka tidak hanya bermain dari tampilan toko online kita, pelayanan kepada pelanggan, bahkan mengubah harga menjadi hal utama yang mereka lakukan untuk bisa bersaing dengan kita.

Terkadang harga yang ditawarkan pesaing jauh lebih murah dari kita. Mereka berani menjual produk dengan untung sedikit hanya untuk menarik banyak pelanggan. Tapi bagaimana dnegan kita? Sungguh sulit bagi kita untuk melakukan itu. Apalagi saat untung yang kita miliki masih sangat minim.

Jangan kecewa dulu. Karena harga bukanlah faktor utama kesuksesan sebuah bisnis online. Berikan hal yang berbeda dari pesaing kamu. Pasti ada hal yang membedakan kamu dengan mereka. Entah dari tampilan toko online atau pelayanan kamu yang 24 jam nonstop itu.

Jelaskan kepada pelanggan apa yang membuat harga kamu tidak jadi masalah saat mereka datang untuk belanja. Buat pelanggan mengerti dengan keunggulan dari toko online kamu, hingga mereka tidak lagi membandingkan harga produk kamu dengan pesaing.

7. Penipuan masih menjadi penyakit di dunia bisnis online

Bisnis online masih menjadi sasaran penipuan yang mengambil keuntungan dari bisnis yang berlaku jujur. Dan para pebisnis hrus dirugikan dengan adanya penipuan yang mengatasnamakan toko online tertentu. Dan kesulitan inilah yang harus diselesiakan segera oleh para pebisnis online.

Mereka harus bekerja keras meyakinkan pelanggan bahwa toko online mereka bukanlah penipu, bukan juga main – main dalam melayani pelanggannya. Apalagi saat kamu menjual produk dengan harga yang cukup mahal. Pelanggan tidak dengan mudah percaya dengan kita. Mereka akan banyak mencari referensi tentang toko online kita. Dan ketika mereka bertanya kepada kita, jangan mudah tersinggung. Jelaskan saja kepada mereka bahwa toko online kamu bukan penipu.

Unggulkan kualitas produk kamu dan berikan layanan terbaik kepada mereka, hingga mereka meyakini toko online kamu bukanlah toko online penipu.

8. Pebisnis online harus punya waktu super untuk menjalankan bisnis mereka di awal berdiri

Ini salah satu yang bahkan harus dikorbankan oleh pebisnis online di awal mereka memulai bisnisnya. Waktu mereka untuk bermain dan bersantai akan digunakan untuk mengurus bisnis onlinenya. Apalagi saat mereka memulainya seorang diri, menjadi owner, accounting, marketing, sales, sampai kurir harus mereka lakukan seorang diri.

Ini yang dialami oleh beberapa orang seperti pemilik Gembilfactory.com, seorang Ibu rumah tangga, karyawan dan juga aktif berjualan online. “Saya pun masih bekerja di perusahaan, dengan menyempatkan/mengorbankan waktu untuk mengembangkan passion enterpeneur saya ini. Jadi bisa dibilang waktu merupakan hal yang sudah saya korbankan untuk bisa menjadi seperti sekarang ini”, Kata Antonia Haryanti.

Lain lagi dengan owner Faziostore.com, seorang mahasiswa yang juga pebisnis online. “Pengorbanan terbesar untuk menjadi seorang enterpreneur bagi saya adalah waktu. Karena seperti saya ini memang harus pintar – pintar mengatur waktu antara kuliah dan pekerjaan” Kata Juwadi Harjo.

Mereka harus meluangkan waktu untuk mengelola bisnis onlinennya. Bukan hanya mempromosikan, tapi juga melayani pelanggan sampai 24 jam 7 hari seminggu.

9. SDM pembantu masih sangat minim, bahkan tidak punya

Bisnis online yang masih awal berdiri pasti kesulitan untuk melayani banyaknya pesanan produk mereka. Apalagi saat mereka hanya seorang diri dalam mengelola. SDM menjadi kesulitan mereka untuk mengelola bisnis. Lambat laun para pebisnis online harus memiliki SDM tambahan untuk membantu mereka berbisnis.

Seperti yang dialami oleh toko online Dasternina.com, “Tantangan yang kami hadapi umumnya adalah cukup susah mendapatkan karyawan yang kompeten sesuai dengan kualitas produk kami. Yang kami lakukan setiap hari adalah mendidik karyawan agar produk yang dihasilkan selalu tetap terjaga kualitasnya serta melakukan quality control yang ketat sehingga konsumen selalu memperoleh produk daster Nina yang terbaik” Kata Ari Triyanti.

Mulai dari membantu melayani pelanggan, melakukan packaging produk hingga mengirimkan produk ke jasa pengiriman barang. Kamu tidak ingin kan selamanya menjadi orang multitasking yang sulit fokus mengembangkan bisnis online ini? Itu sebabnya kamu harus mendelegasikan beberapa tugas ke orang yang tepat.

10. Minim pengalaman pebisnis online untuk berbisnis dan menggunakan teknologi

Kesulitan yang terakhir adalah kurangnya pengalaman berbisnis atau menjual produk ke pasar dan kurangnya pengetahuan tentang teknologi. Karena bagaimanapun bisnis online adalah kombinasi antara ilmu bisnis dengan ilmu teknologi. Kamu harus mau selalu belajar tentang teknologi baru yang muncul. Kalau kamu “kudet” atau kurang update dengan teknologi, akan sulit untuk kamu bersaing dengan toko online lain di luar sana.

Jadi mana yang sekarang menjadi kesulitan kamu berbisnis online? Apapun kesulitan kamu, ingat kalau kamu ga sendiri! Banyak orang yang memiliki kesulitan jauh lebih banyak dari kamu, mereka mau usaha dan akhirnya sukses. Sekarang giliran kamu! :)

Kamu bisa mencoba meraih kesuksesan dari website toko online yang akan kamu bangun nantinya. Sama seperti mereka, website toko online sangat penting untuk kamu miliki. Kenapa? Karena dengan website toko online, bisnis kamu akan semakin profesional.

 


  • 3
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *