Interviews

Teacherpreneur, Kisah Ibu Karila yang Akan Terus Mengajar dan Menjadi Enterpreneur Sukses

 
  • 2
    Shares

   

Memiliki kisah seperti yang lain, yang memulai berbisnis dari pengalaman pribadinya, Ibu Karila Wisudayanti yang mulanya bekerja sebagai seorang guru, memutuskan untuk juga menjadi seorang enterpreneur. Menyediakan berbagai macam keperluan bayi hingga balita, Arilex mampu mencapai kesuksesan berbisnis dengan menjadi TOP TEN dalam Inspiring Womanpreneur Competition. Lalu bagaimana kisah sukses Ibu Karila dari memulai hingga berencana untuk terjun ke dunia internasional? Ini dia:

Halo Ibu Karila, seorang lulusan Teknik Kimia menjadi seorang Enterpreneur. Bagaimana awal mula ceritanya Bu?

Usaha pertama saya adalah Bisnis Konsultan (saya lampirkan cerita saya mengenai Phitagoras). Untuk Arilex Shop didasari karena ingin mendapatkan anak kedua, tetapi dari dokter diminta untuk menurunkan berat badan dahulu sebelum hamil karena saya memiliki masalah lutut. Sehingga saya mencari solusi penurunan berat badan yang sehat. Pilihan saya jatuh pada sebuah korset pelangsing (tetapi harganya lumayan mahal) sehingga saat itu saya hanya mendaftar untuk menjadi member 75.000 lalu menjual produknya secara online. Dari keuntungannya saya putar untuk membeli beberapa barang keperluan bayi dan anak (sesuai program saya hamil). Dalam kurun waktu kurang dari 4 bulan, Puji Tuhan dari keuntungan usaha bisa saya pakai untuk mendapatkan korset pelangsing dan bisa untuk membesarkan barang dagangan.

Apa sebenarnya suka duka yang pernah ibu rasakan selama menjadi enterpreneur ini?

Dunia enterpreneur penuh dengan suka dukanya. Ketika masa Phitagoras mengalami defisit, biaya melahirkan anak pertama saya sempat harus dipakai untuk operasional perusahaan (Lengkap pengorbanan terkait Phitagoras dapat dibaca di attachment saya) Untuk Arilexshop, pengorbanan yang saya lakukan lebih ke waktu dan ketahanan tubuh. Di awal Arilex, saya belum memiliki asisten sementara saya juga masih mengajar di sebuah sekolah dari jam 7 sampai dengan 4 sore. Sehingga sepulang kantor adalah waktu untuk anak dan suami. Ketika mereka sudah tidur, pada pukul 1 atau 2 dini hari saya harus bangun untuk packing dan marketing Arilex lanjut persiapan sarapan keluarga. Sehingga setiap hari saya hanya tidur 3 sampai dengan 4 jam.

Nah, sekarang bisa diceritakan apa itu Arilexshop Bu?

Saat ini saya ada beberapa bisnis, yaitu Bisnis Konsultan dan training PT Phitagoras Global Duta (www.phitagoras.co.id) saat ini saya sebagai komisaris di Phitagoras, toko online (www.arilexshop.com) dan merintis brand produk saya sendiri, Ladona (www.Ladonaku.com), yang masih satu  lini dengan Arilex yaitu berkaitan dengan barang bayi dan anak.

Saat ini produk yang menjadi best seller di tempat kami adalah SABUK BONCENG LADONA. Hal ini melihat kondisi di Indonesia, yang mana hampir setiap rumah tangga memiliki sepeda motor. Padahal ketika bepergian menggunakan sepeda motor dengan si kecil membutuhkan pengaman yang baik.

Arilex menjual berbagai macam produk yang berbeda bentuk dan harga, lalu bagaimana kiat Anda dalam menyeimbangkan antara harga dengan kualitas produk?

Untuk masalah harga saya mematok sesuai harga yang berlaku di pasaran saat ini. Dulu saya pernah “tergoda” untuk menjual dibawah harga pasar, dan yang terjadi adalah perang harga dan babak belur. Dalam arti, harga barang menjadi merosot tajam karena saling perang harga, padahal stok di saya masih banyak.

Jadi saat ini saya memilih untuk bermain sesuai harga pasar, terutama juga untuk menjaga “anak-anak” (alias para reseller saya) agar mereka juga dapat “hidup” dari profit margin yang cukup. Untuk produk yang saya kulak, PR saya adalah senantiasa mencari supplier terbaik, kualitas terbaik dan harga terbaik agar para reseller saya juga merasakan manfaatnya.

Untuk produk yang saya produksi sendiri dengan brand LADONA, saya mematok harga yang memungkinkan para agen untuk berkembang dan sukses bersama kami. Margin profit kami sendiri untuk barang grosiran memang tidak besar, tetapi saya pribadi ingin mengajak lebih banyak orang untuk dapat sukses bersama sebagai agen dan reseller kami. Saat ini mindset saya bergeser dari “Mencapai kesuksesan setinggi-tingginya” menjadi “Bersinergi menciptakan kesuksesan bersama”.

Bagaimana dengan proses pemasaran produk Anda ini?

95% barang, kami pasarkan secara online baik melalui web (www.arilexshop.com dan www.ladonaku.com) maupun social media (Facebook, Twitter, Instagram, BBM) maupun di forum e-commerce (tokopedia, bukalapak, tokobagus, berniaga, bilna, dll).

Sentuhan apa yang membuat bisnis Anda berbeda dari lainnya?

INOVASI, dalam dunia bisnis menurut saya pribadi dibutuhkan inovasi tiada henti agar bisnis kita bisa survive dan sukses. Inovasi bisa dalam jenis barang yang dijual, sarana yang digunakan (seperti Instagram, saya baru aktif 3-4 bulan terahkir dan hasilnya cukup lumayan), dan juga inovasi ilmu agar cara marketing saya dan cara menjalankan bisnis ini senantiasa up to date.

Prestasi terbaik yang pernah diraih bisnis Anda?

TOP TEN dalam Inspiring Womanpreneur Competition (Tgl 26 April nanti akan melaju ke final, mohon doanya :D)

Apa pengalaman paling berkesan yang selama ini Anda hadapi ketika menjalankan bisnis dan menghadapi pelanggan?

Kurang dari setahun saat saya menjalankan Arilex Shop, sempat ada seorang customer yang mencela produk dan pelayanan saya secara keras di media. Walaupun telah saya jelaskan dengan baik – baik duduk permasalahannya, dia tetap tidak mau terima dan mencaci maki saya dan toko saya baik di akun Facebook dia maupun di akun Facebook toko saya. Saya dituduh menjual barang expired padahal saya sudah jelaskan bahwa tanggal MFG itu artinya Manufacturing yaitu tanggal pembuatannya dan bukan tanggal expirednya. Malah dia menuduh saya membodohi dirinya.

Saat itu sebagai bentuk tanggung jawab atas ketidakpuasannya, uangnya saya retur 100% tetapi tetap dia tidak terima. Dikarenakan transfer uang antar bank membutuhkan waktu kliring, dia menuduh saya penipu. Hingga saya transfer lagi nilai yang sama dari rekening bank yang sama dengan dirinya (nitip transfer dari rekening teman). Jadi totalnya saya mengganti biayanya 2x dari pembelian dia. Dari peristiwa tersebut saya sempat down, dan ingin berhenti usaha online, karena rawannya komplain dan dituduh penipuan. Tetapi ketika saya dihujat keras di media tersebut, ternyata banyak yang “membela” saya dan mayoritas mereka adalah teman-teman  yang tahu integritas saya pribadi dan juga para loyal customer yang sering belanja di saya.

Beberapa bulan kemudian, ternyata oknum customer ini melakukan modus yang mirip dengan OS yang lain, dimana pemilik OSnya mengadukannya ke forum Blacklist Buyer, apalagi dikarenakan ucapan dia sempat menyinggung SARA. Dari pengalaman itu saya belajar, bahwa ada kalanya usaha dan pelayanan terbaik yang kita lakukan, bisa mendatangkan “musibah” tetapi ketika tetap memegang integritas dan mengutamakan kepuasan pelanggan maka semuanya akan dapat terlewati dengan baik.

Wah menarik sekali Bu pengalamannya, bisa menjadi pelajaran bagi lainnya juga. Lalu bagaimana Anda menilai ruang lingkup market yang sekarang?

Lingkup market saya saat ini baru secara nasional padahal ketika kita berada di dunia bisnis online maka tidak ada batas (borderless), oleh sebab itu saya sedang mempersiapkan sistem manajemen dan SDM agar dapat memasarkannya secara internasional pula. Semoga bisa terwujud di 2015. Amien :)

Selama menjalani bisnis ini, apa tantangan dan kendala yang pernah Anda hadapi dan bagaimana Anda mengatasinya?

Tantangan terbesar saya saat ini untuk Arilex dan Ladona adalah di SDM untuk marketing dan manajemen. Beberapa tahun yang lalu kondisi ini bisa diatasi dengan menarik 1 orang CS dan 1 orang kurir. Saat ini, dibutuhkan CS yang lebih lagi untuk pengembangan bisnis.

Apa nih rencana ke depan untuk mengembangkan bisnis Arilex ini?

Saya ingin membangun network marketing yang solid dengan para reseller saya. Target pada 2014 memiliki 50 agen gold dan platinum yang aktif. Pada akhir 2015 bisa memiliki agen di negara lain dan mulai memasarkan secara internasional.

Menjalankan bisnis hingga menjadi enterpreneur sukses, siapa yang paling memotivasi Anda untuk menjadi seperti sekarang ini?

Puji Tuhan selama ini saya diijinkan bertemu dan berguru pada orang – orang yang hebat dalam bisnisnya. Dari partner saya di Phitagoras, Indra Kurniadi saya belajar tentang kekuatan impian. Dari Ibu Ambadar Zakiah (pemilik LeMonde Babyshop) saya diingatkan kembali bahwa bisnis yang baik tidak seharusnya merusak hubungan personal manusia dan manusia. Dari Ms. Merry Riana dan Mr Alfa, saya belajar tentang kerjasama antar partner (suami istri) dan kekuatan iman. Dari suami saya, Fransiskus Ayok Adarlisa, yang membuat saya menyadari dan menerima diri saya sebagai teacherpreneur (saya adalah guru yang hingga akhir hayat saya pun akan senantiasa senang mengajar, namun saya juga seorang pebisnis yang sangat menyenangi tantangan dunia bisnis).

Nah, untuk yang terakhir nih Bu, saran terbaik apa yang ingin ibu sampaikan kepada pebisnis dan pembaca lainnya?

Dunia entrepreneur adalah dunia yang tidak pasti, namun disitu lah terdapat tantangan yang selalu membuat hidup lebih hidup. Dunia entrepreneur juga dunia yang membuat saya semakin mendekatkan diri pada Yang Kuasa, karena berkali – kali saya alami ketika hitungan diatas kertas adalah untung luar biasa ternyata yang terjadi adalah rugi luar binasa, dan begitu juga sebaliknya, ketika sudah mengetahui ada kemungkinan kerugian yang terjadi, ternyata pada akhirnya bisa menjadi keuntungan. Jadi pada dunia entrepreneur dibutuhkan sikap pantang menyerah (persistent), risk taker, positive thinking, kemampuan untuk bersyukur di dalam segala kondisi dan juga kekuatan iman yang tinggi.

Wah, terimakasih Bu untuk cerita perjalanan enterpreneurnya. Semoga selalu dan semakin sukses :)

           
  • 2
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *