Insider

Tiga Skenario Perubahan Karier: Baik, Buruk, dan Ideal

 

Memilih strategi pengembangan profesional tidaklah mudah, mengingat terbatasnya sumber daya internal seseorang dan memerlukan waktu pula untuk pemulihannya. Adanya blok secara psikologis dalam diri seseorang bahkan dapat mencegah dirinya dalam mengambil langkah. Selain itu, program pelatihan untuk mencapai profesi tertentu dapat menimbulkan stres seandainya dalam prosesnya tidak dilakukan dengan pendekatan secara rasional.

Semua hal yang teratur

Skenario modernisasi berkelanjutan dan pengembangan dikelola dengan cara yang inovatif.

Skenario ini mengasumsikan bahwa seseorang dapat memperluas kompetensinya melalui pelatihan profesional yang diikutinya. Dia akan memperoleh pengetahuan dan spesialisasi baru yang relevan. Ini memungkinkan Anda untuk meminimalkan risiko menjadi spesialis yang tidak berkompeten, atau menjadi seseorang yang tidak memiliki harapan untuk memiliki pertumbuhan secara vertikal atau spesial.

Seseorang dengan pengembangan terkelola yang inovatif artinya bahwa dirinya tidak akan mengabaikan tren modern dan cara-cara baru untuk mendapatkan pendidikan, bahkan secara aktif ia akan masuk ke dalamnya. Caranya bisa dengan mengikuti program pelatihan profesionalme secara online, mengikuti kursus peningkatan kompetensi, pelatihan, dan webinar. Jadi ia akan bisa beraktivitas di pekerjaan lamanya sambil mempelajari profesi baru tanpa melepaskan pekerjaan dan mata pencaharian, juga tanpa khawatir kehilangan peluang untuk meniti masa depannya.

Saat ini, pengembangan diri yang konstan hampir merupakan satu-satunya cara untuk meraih standar hidup yang layak dan kebebasan finansial. Bekerja di bidang IT menjadi hal yang paling diminati saat ini.

Skenario pengembangan diri dan degradasi secara paksa

Pengembangan yang dipaksakan selalu terjadi karena adanya pengaruh dari luar. Pandemi COVID-19 telah memaksa ribuan orang mengubah pemahaman mereka tentang stabilitas. Pendidikan online dengan cepatnya menjadi kebiasaan yang baru, bahkan bagi sebagian orang hal ini malah menjadi satu-satunya cara yang memungkinkan mereka untuk bisa mengembangkan dirinya.

Jika sebelumnya pernah diyakini bahwa seseorang hanya dapat mewujudkan dirinya dalam suatu profesi yang stabil, maka tahun 2020 yang lalu menunjukkan bahwa masa depan menjadi untuk mereka yang memiliki multi-profesi. Mari kita bandingkan seorang spesialis dengan dua meja: meja pertama dengan empat kaki, sedangkan meja kedua dengan satu kaki. Jika Anda memotong satu kaki dari meja pertama, maka meja itu akan tetap berdiri, tapi apa yang akan terjadi jika kaki meja kedua juga dipotong? Anda sudah tahu jawabannya.

Pengembangan diri yang dipaksakan umumnya mengarah pada degradasi profesional, sebab seseorang tidak memiliki kesempatan untuk merencanakan tindakannya, atau membuat tindakan penyelamatan untuk dirinya sendiri dan secara sadar memilih area tertentu bagi dirinya untuk transisi profesi. Hal ini menyebabkan kelelahan emosional, perasaan lelah yang konstan dan menyebabkan penurunan efisiensi kerja.

Lifelong Learning sebagai Pendekatan Fundamental untuk Belajar

Lifelong Learning adalah konsep belajar sepanjang hayat. Belajar merupakan bagian integral dari kehidupan seseorang. Tahun 2020 memicu percepatan transformasi proses pembelajaran di seluruh dunia. Elemen penting lain yang muncul dari konsep ini adalah kemampuan seseorang untuk belajar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Microsoft, jumlah profesi yang berkaitan dengan teknologi tinggi akan meroket pada tahun 2025, maka diperlukan pendidikan tambahan atau pelatihan peningkatan kemampuan profesi bagi sekitar 800 juta orang. Artinya saat ini adalah saat yang tepat untuk mengambil keputusan, yang seringkali tertunda karena ketakutan menjadi mahasiswa abadi. Pembelajaran sepanjang hayat ini tidak hanya membantu seseorang memahami proses belajar akan suatu profesi, tetapi juga mengajarkan kita bagaimana hidup dengan mengatur waktu studi dengan pekerjaan, antara kehidupan pribadi dan waktu luang. Jika Anda sudah memiliki tekad saat ini, kami sangat menunggu Anda untuk bergabung di kursus online kami di Genius Education https://hubs.li/H0ZdTgw0, di mana kami akan membimbing Anda untuk dapat mencapai profesi digital yang paling diminati!

Cara menghadapi hambatan psikologis sebelum beralih karier

Selain alasan obyektif, ada juga alasan subyektif, karena itu seseorang bisa merasa khawatir saat harus beralih profesi. Bisa jadi tidak setiap orang selalu menyadarinya. Seringkali ini menyangkut rasa rendah diri, sehingga harus memanifestasikan dirinya dalam ketidakpastian atau ragu akan kemampuannya sendiri, tidak percaya diri terhadap keinginannya sendiri, serta takut akan kegagalan. Alih-alih mendapatkan kemungkinan dan prospek yang baik, seseorang bisa jatuh ke dalam jebakan mental.

Tapi Anda bisa menemukan jalan keluarnya dengan melakukan hal-hal ini:

  • Berhentilah melihat pencapaian masa lalu Anda. Cobalah terbuka terhadap hal-hal baru, jangan takut akan kesulitan atau kenyataan bahwa Anda harus melakukan beberapa upaya tertentu.
  • Carilah inspirasi dengan melihat contoh kehidupan nyata seseorang. Perhatikan kasus-kasus yang berhasil dan pelajari juga kesalahan yang dilakukan orang lain.
  • Hadiahi diri Anda atas kesuksesan yang Anda capai. Hargai pekerjaan Anda dan diri Anda sendiri. Tidak peduli seberapa lancar semuanya berjalan, tapi jika Anda sudah mampu mengambil langkah pertama, maka Anda sudah berada di jalur yang benar.

Cara mengubah karier dengan meminimalisasi stres

Tidak perlu terburu-buru untuk beralih profesi. Di bidang IT, Anda tidak harus mendapatkan pendidikan tinggi pada umumnya untuk menjadi seoang spesialis berkualifikasi tinggi yang dibutuhkan, tetapi hal ini juga tidak berarti bahwa Anda harus meninggalkan pendekatan sistematis untuk belajar, misalnya dengan mengikuti program pelatihan dan kursus yang kami sediakan Genius Education https://hubs.li/H0ZdTgw0

Penting juga untuk tidak membebani diri Anda dengan tugas dan informasi, terutama pada tahap awal. Seringkali kita merasa sulit untuk beralih ke bidang pekerjaan tertentu hanya karena memilih pendekatan yang salah, atau langsung mengambil terlalu banyak informasi atau tugas darinya. Multitasking akan membuat kita stres, dan stres dapat memperlambat fungsi kognitif, yang menjadi alasan lain mengapa sumber informasi harus dipilih dengan keinginan kita sendiri.Kebebasan berekspresi yang selama ini diperjuangkan umat manusia akhirnya menjadi bagian dari kenyataan. Kini generasi kita tidak perlu lagi harus mempelajari keahlian keluarga atau memilih pekerjaan dari pilihan yang sempit. Pekerjaan tidak lagi terikat pada kantor, waktu dan bahkan negara. Semakin banyak platform pendidikan yang dibuat untuk membantu seseorang agar tidak terpaku pada satu peran profesi saja seumur hidupnya. Perkembangan individu yang konstan dapat menciptakan gerakan di dalam sistem, dan sistem ini dapat berubah dengan cepat sehingga menimbulkan tantangan baru bagi seseorang. Ini semua menjadi proses tanpa akhir yang tidak bisa kita tolak.


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *