Running A Business

Tips Sederhana untuk B2B Marketing

 

Loading...

Seperti yang dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, B2B merupakan sebuah hubungan yang terjadi antara satu bisnis dengan bisnis lainnya. Hubungan ini dapat berupa sebuah pembelian bahan baku, konsultasi atau sebagainya. B2B bukan berarti dapat berjalan dengan mudah karena sudah berskala perusahaan besar. Justru itu yang membuat B2B membutuhkan banyak cara agar marketing yang dilakukan bisa berjalan dengan lebih mudah dan tentu saja menghasilkan. Lalu bagaimana caranya? Seperti yang dilansir pada Socialmediatoday.com, berikut ini adalah 10 tips sederhana untuk B2B marketing agar bisa lebih sukses:

1. Berbicara dari sudut pandang pelanggan

Sebagai seorang pebisnis, Anda memang tahu segalanya tentang produk yang Anda ciptakan. Tapi ini yang tidak dibutuhkan oleh pelanggan Anda. Yang mereka inginkan adalah Anda dapat merasakan masalah yang menimpa mereka dan menyediakan solusi atas masalah tersebut. Ini yang membuat Anda harus berfikir dari dua sisi sekaligus, sisi Anda sendiri dan juga sisi pelanggan Anda. B2B harus terus fokus pada masalah dan solusi yang dibutuhkan pelanggan, bukan semata – mata pada produk atau jasa yang Anda hasilkan. Dengan begitu permintaan produk Anda akan sangat cepat untuk naik dari sebelumnya.

2. Lebih banyak mendengar dan bertindak

Salah satu yang harus Anda lakukan untuk memiliki banyak pelanggan dan mempertahankan mereka lebih lama adalah dengan lebih banyak mendengar apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan mereka. Anda memang harus menunjukkan dan mempromosikan produk yang dihasilkan, tapi tidak untuk terus menerus banyak berbicara. B2B harus mampu mendengar dan bertindak lebih banyak dan nyata, agar apa yang pelanggan inginkan dan butuhkan dapat terpenuhi dengan solusi yang Anda berikan.

3. Gunakan bahasa audiens ketika berbicara

Ketika pelanggan Anda mengetahui bagaimana teknis dan teknologi yang Anda gunakan, kemungkinan mereka akan membangun bisnis ini sendiri. Dan ketika itu terjadi, bisa jadi pelanggan Anda akan lebih jago dari yang Anda lakukan. Namun ini berbeda saat Anda melakukan B2B. Pelanggan butuh penjelasan Anda yang sederhana dan berkaitan dengan bisnis yang dapat memberikan solusi bagi mereka.

4. Lebih menyederhanakan, tetapi tidak merendahkan

Menjelaskan apa yang Anda miliki untuk bahan solusi bagi pelanggan Anda adalah suatu keharusan. Namun penjelasan yang dibutuhkan tidak harus rumit. Yang dibutuhkan adalah penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami. Namun kesederhanaan yang digunakan tidak sampai merendahkan pelanggan. B2B harus mampu membuat sebuah penjelasan dari solusi yang mudah membuat pelanggan senang dan terus datang untuk mencari solusi selanjutnya.

5. Memeriksa tingkat pemahaman

Minta pelanggan Anda untuk menjelaskan produk atau jasa yang Anda tawarkan dengan penjelasan mereka sendiri. Dari sini kita akan menemukan apakah mereka paham atau masih ada yang harus dijelaskan kembali. Anda mungkin akan terkejut dengan penafsiran yang mereka buat dan bisa jadi itu diluar penafsiran Anda sendiri.

6. Menunjukkan nilai dari produk yang dijual dari manfaat

Dalam penjelasan panjang Anda kepada pelanggan, jangan biarkan pelanggan pergi tanpa tahu apa nilai dari manfaat produk atau jasa yang Anda tawarkan. Ada banyak hal kecil yang bisa mulai Anda jelaskan. Salah satu contohnya yaitu ketika perusahaan Anda baru meluncurkan sebuah blog perusahaan. Anda bisa mulai berkata kepada mereka, jika Anda dan pelanggan saat ini sudah bisa berkomunikasi atau berinteraksi secara langsung melalui media blog yang sudah ada. Saat menjelaskan ini jangan hanya memikirkan bagaimana menjelaskan produk Anda, mereka akan bosan dan terkesan tidak mau peduli. Tapi jelaskanlah kepada mereka tentang bagaimana manfaat yang bisa mereka dapatkan dari apa yang Anda hasilkan.

7. Berikan contoh agar mereka lebih paham tentang solusi yang Anda tawarkan

Ada kalanya pelanggan akan bosan dan enggak mendengarkan penjelasan Anda saat penjelasan Anda mulai sulit dipahami oleh pelanggan. Maka cobalah beri sedikit sentuhan berbeda. Salah satunya yaitu dengan memberikan contoh. Contoh ini bisa Anda ambil dari pelanggan sendiri, dan didalamnya Anda bisa menjelaskan atau menyisipkan solusi yang bisa Anda berikan untuk masalah yang dialami pelanggan. Dari situlah pelanggan akan lebih mudah mengerti.

8. Membangun kekuatan tambahan yang Anda miliki

Anda tidak harus menjelaskan dari awal apa yang Anda miliki untuk solusi masalah pelanggan. Jika pelanggan yang Anda targetkan sudah mengenali apa yang membuat merek dan produk Anda menonjol, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah memperkuat apa yang Anda miliki saat itu dan membawa mereka kedalam kemajuan dan peningkatan.

9. Menciptakan emosi kedekatan dengan pelanggan

Setelah menjelaskan panjang lebar, apakah Anda akan diam begitu saja menunggu mereka setuju dan membuat kesepakatan akan menggunakan produk atau jasa Anda? Sebaiknya jangan begitu. Ada perlunya jika Anda lebih mengintenskan hubungan dengan pelanggan. Ciptakanlah suasana kedekatan dengan pelanggan. Dengan begitu Anda akan tahu apa yang mereka butuhkan dari Anda lagi dan lagi. Dan pastinya ini akan membuat pelanggan enggak pergi dari Anda dan akan terus mencari Anda.

10. Menunjukkan ROI dan bagaimana hal itu dapat diukur

Simple itu tidak selalu berarti sederhana. Anda tidak dapat membiarkan mereka memikirkan dan menjelaskan kepada diri mereka sendiri tentang ROI solusi yang Anda berikan. Yang Anda perlukan adalah sebuah keseimbangan, konsistensi, elegan dan berkelas. Anda dapat menentukan dan menguraikan ROI untuk pelanggan Anda dan menunjukkan kepada mereka bagaimana mengukurnya. Dan saat itulah Anda mulai menunjukkan kepada mereka nilai yang sebenarnya dari manfaat solusi Anda.

Baca juga:

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *