Interviews

Usia Belia tidak Membuat BrandClozet Mundur dengan Persaingan Online Shop di Indonesia

 
  • 4
    Shares

   

BrandClozet merupakan sebuah online shop yang memberikan kemudahan serta kenyamanan berbelanja untuk kita yang lebih menyukai berbelanja online. Ada hal unik yang dibuat oleh Detty Wulandari(38) selaku owner dari BrandClozet, yaitu untuk setiap shop event hanya akan berlangsung selama 7 hari dengan diskon sampai 90%. Wanita lulusan Design dan Arsitektur salah satu universitas di Australia ini menyediakan produk dengan merek baik dari lokal maupun internasional. Beberapa waktu yang lalu tim Mebiso berhasil mewawancarai Ibu Detty ini. Berikut ini uraian singkat cerita beliau:

2

Halo Ibu Detty, bisa diceritakan bagaimana awal mula Ibu mulai masuk ke dunia enterpreneur ini?

Awal mula saya masuk ke dunia enterpreneur ini sekitar Tahun 2004. Awalnya ini bisa dibilang pengorbanan tapi saat ini sudah menjadi kebiasaan, yaitu bekerja (baca: berpikir) tanpa kenal waktu. So, no weekends, no national holidays, no specific working hours.

Bisa dijelaskan sedikit mengenai bisnis yang sedang Anda geluti saat ini?

Saat ini saya sedang fokus di BrandClozet, startup dalam bidang e-tailer yang baru diluncurkan secara resmi di awal bulan Februari 2014 lalu. BrandClozet adalah alternatif tempat belanja produk fashion (pakaian, sepatu, tas, aksesoris) secara online, di mana semua produk yang kami tawarkan adalah produk asli dengan diskon namun penawaran hanya berlaku dalam jangka waktu minimum 7 hari. Sistem ini juga dikenal dengan sebutan flash sale.

Pada awalnya selain karena memang saya menyukai hal-hal yang berbau digital/online, BrandClozet berdiri karena ketidakpuasan beberapa teman dan rekan kerja terhadap pekerjaan mereka sebelumnya. Kami ingin terlibat dalam membangun sesuatu yang kami senangi dan pada saat itu satu-satunya jalan untuk mewujudkan itu adalah dengan membangun sesuatu yang benar-benar baru. Kami semua adalah orang-orang yang suka belanja online karena praktis tapi agak pemilih dalam hal pemilihan produk. Kami tidak ingin memakai barang yang sama seperti yang dipakai banyak orang namun harganya tetap terjangkau supaya kalau mau sering ganti gaya, tidak berat di dompet. Untuk saat ini produk yang paling populer adalah atasan (shirt/top) pria dan wanita.

Brandclozet sendiri kan masih terhitung baru di dunia bisnis online, lalu bagaimana cara Anda memasarkan produk Anda ini?

Usia BrandClozet memang masih sangat muda dan pada saat ini kami masih dalam fase “perkenalan” baik itu kepada customer juga kepada brand/supplier. Marketing kami lebih dititikberatkan kepada penggunaan media sosial dan word of mouth dalam arti sebenarnya, seperti meminta tolong keluarga dan teman-teman untuk mencoba servis kami yang dilanjutkan dengan “nodong” keluarga dan teman-teman mereka untuk ikutan belanja di BrandClozet. BrandClozet juga berpartner dengan beberapa pihak yang saya yakin akan berperan besar sekali dalam membantu pertumbuhan BrandClozet kedepannya. Mereka adalah duo musisi Endah N Rhesa dan EO Well Organized. Selain itu, BrandClozet juga berusaha membangun kerja sama dengan brand-brand lokal dan komunitasnya.

Lalu bagaimana Anda menyeimbangkan harga dengan kualitas produk yang dijual?

Karena kami bekerjasama langsung dengan brand dan supplier resmi, produk yang kami jual sudah pasti asli dan semua produk yang dijual melalui BrandClozet melewati proses quality control sebelum dikirimkan kepada pembeli. Itu saya rasa sudah menjadi keharusan karena kami harus menjaga nama baik BrandClozet juga brand-brand yang produknya dijual di website kami.

Selain itu kami juga memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan kami. Dari sisi customer mungkin belum bisa terlihat jelas saat ini karena itu hanya bisa terbukti dengan waktu tapi kalau dari sisi kerjasama dengan brand/supplier, terutama brand lokal, sistem konsinyasi kami tidak rigid. Alasan kami memberikan “keringanan” kepada emerging local brands adalah karena kami ingin tumbuh besar bersama mereka.

Pengalaman apa yang menurut Anda paling berkesan selama menjalani bisnis ini?

Buat saya pribadi yang paling berkesan adalah pada saat saya bertindak sebagai customer service person di satu hari Minggu. Ada yang bertanya terus complain melalui twitter kami karena dia berusaha menghubungi kami pagi itu tapi tidak ada respon. Karena team saya hari Minggu libur dan kelihatannya pada bangun siang pada hari itu, saya langsung turun tangan berusaha solve masalah sang customer. Setelah beberapa jam tek-tokan melalui twitter, customer yang tadinya senewen tiba-tiba kirim pesan kalau dia sudah bayar dan minta maaf kalau sebelumnya dia bawel. Kejadian itu berkesan buat saya walupun itu bukan satu-satunya saat dimana saya hands on masalah customer service.

BrandClozet sendiri memang masih belum cukup umur dan pengalaman untuk bisa dibilang berprestasi tapi kami memang ingin jadi juara, setidaknya untuk kami sendiri.

Bagaimana Anda menilai ruang lingkup market yang sekarang dan bagaimana BrandClozet mengatasinya?

Ruang lingkup market fashion ecommerce secara umum pada saat ini masih dalam fase pertumbuhan jadi ruang untuk berkembang masih sangat besar.  Karena banyak statistik yang bisa memberikan gambaran terhadap berapa banyak pengguna smartphone dan internet di Indonesia tapi awareness dan pengertian terhadap e-commerce sendiri masih belum mendekati level merata. Semua bisnis (ecommerce) pada awalnya akan punya tantangan mengenai level of trust yang harus dibangun dan bagaimana untuk terus mempertahankan kepercayaan customer setelah perasaan nyaman dan aman dengan service kita itu terbangun.

Saya pribadi melihat bisnis ecommerce seperti bisnis jasa (untuk saat ini) karena kecanggihan platform belum bisa menggantikan nilai interaksi customer dengan customer service pada saat mereka menghadapi masalah pada saat mereka berusaha melakukan transaksi pembelian. Biarpun kita sudah menyiapkan petunjuk cara pembelian dan terms and conditions, sayangnya hanya segelintir orang yang memang membacanya. Di satu sisi saya senang menerima pertanyaan dan komplain dari customer yang berusaha menghubungi customer service kami mengenai cara pembelian karena sering kali kasusnya adalah kasus “tidak bisa karena tidak biasa”; dimana mereka akan bertanya mungkinkah pesanan dilakukan melalui telepon atau sms. Itu menunjukkan bahwa keinginan membeli itu ada tapi mereka belum terbiasa dengan proses transaksi online melalui web. Jadi sedikit banyak kami juga ikut berusaha mengedukasi market tentang itu. Di BrandClozet, customer service adalah salah satu hal terpenting yang kami utamakan karena kita ingin customer merasa bahwa mereka membeli barang dari “orang” yang  mereka percaya. Karena itu saya menuntut semua orang di team saya untuk bisa bertindak sebagai customer service person pada saat dibutuhkan.

Lalu apa rencana ke depan untuk mengembangkan BrandClozet sendiri?

Beberapa rencana kami ke depannya adalah punya mobile app sendiri tentunya, punya produk fashion dengan label BrandClozet dan punya something like internship program yang memberikan kesempatan kepada desainer-desainer baru (yang baru lulus sekolah) yang ingin punya brand sendiri tapi belum sanggup, untuk bekerja dengan kami. It will be an opportunity for them to experience and maybe get some of the fashion industry insights, especially from the e-tailers’ side. Dan kita bisa memproduksi karya mereka dan meluncurkan produk-produk tersebut ke market dengan label, misalnya, SIAPA for BrandClozet.

Menurut Anda, siapa yang menjadi inspirasi Anda dalam menjalankan bisnis ini? Dan Quote apa yang paling berkesan bagi perjalanan Anda ini?

Saya mau share dua quotes ya, Yang pertama adalah: “9-5 means the model of a SAAB. Not a time to work.” – Mark Enderson (Creative Director at We Love Digital). Ini adalah one of my favorite quotes about working in a creative industry that also applies to being an entrepreneur. Yang kedua: “If your goal is to make money, becoming an entrepreneur is a sucker’s bet. Sure, some entrepreneurs make a lot of money, but if you calculate the amount of stress-inducing work and time it takes and multiply that by the low likelihood of success and eventual payoff, it is not a great way to get rich.” – . Eric Ries (Silicon Valley Entrepreneur, pioneer of Lean Startup Movement)

Untuk yang terakhir Bu, saran terbaik apa yang dapat Anda berikan seputar dunia enterpreneur ini?

Be prepared to fail again and again, AND AGAIN, in the name of solving problems. The money will eventually come when you actually solve the problems.

Wah, terimakasih Bu sudah mau berbagi cerita mengenai BrandClozet. Semoga BrandClozet semakin dan akan selalu sukses :-)

           
  • 4
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *