Mau Terima Modal? Cek 7 Poin dalam Perjanjian Investasi

mau terima modal cek 7 poin dalam perjanjian
Highlights
  • Perjanjian investasi membantu menyamakan hak, kewajiban, dan kesepakatan antara pemilik bisnis dengan investor.
  • Periksa tujuh poin penting, mulai dari jumlah modal hingga penyelesaian sengketa, sebelum menandatangani perjanjian.
  • Pastikan surat perjanjian investasi memuat aturan yang jelas dan sesuai dengan bentuk kerja sama.
  • Setelah mendapat modal, cek potensi keberhasilan pendaftaran merek melalui Mebiso dan lindungi brand dengan bantuan Jasa Merek.

Mendapatkan modal dari investor bisa membuka jalan bagi bisnismu untuk berkembang lebih cepat. Namun, sebelum dana masuk ke rekening, pastikan kamu memahami setiap kesepakatan dalam perjanjian investasi agar kerja sama berjalan sesuai harapan.

Jangan sampai semangat mengembangkan usaha membuatmu melewatkan detail penting. Lewat perjanjian investasi, kamu dan investor bisa menyepakati pembagian keuntungan, tanggung jawab, hingga cara menghadapi risiko sejak awal.

Supaya tidak salah langkah, ada tujuh poin penting yang perlu kamu periksa sebelum menandatangani perjanjian investasi. Penasaran apa saja poin tersebut? Simak artikel ini sampai selesai!

Kenapa Perjanjian Investasi Tidak Boleh Dibuat Asal?

Perjanjian investasi perlu kamu susun dengan cermat karena beberapa alasan berikut:

  • Membantu kamu dan investor memahami aturan kerja sama sejak awal;
  • Memperjelas pembagian keuntungan, jadwal pembayaran, dan hak setiap pihak;
  • Membantu membatasi tanggung jawab masing-masing pihak;
  • Membantu menyepakati cara menghadapi kerugian atau perubahan kondisi usaha;
  • Menjadi acuan saat terjadi perselisihan atau perbedaan pendapat.

7 Poin yang Wajib Dicek dalam Perjanjian Investasi

Sebelum menyetujui kesepakatan, coba periksa tujuh poin berikut:

1. Jumlah Modal dan Cara Pencairannya

Pastikan nominal investasi, jadwal pencairan, dan metode pembayaran tercantum dengan jelas. Detail ini membantu kamu mengatur kebutuhan bisnis tanpa menebak-nebak kapan dana tersedia.

Misalnya, investor menjanjikan modal Rp50 juta, tetapi mencairkannya dalam dua tahap. Sepakati nominal dan jadwal setiap pencairan agar kamu bisa merencanakan pembelian stok atau perlengkapan dengan lebih tenang.

2. Tujuan Penggunaan Dana

Bicarakan sejak awal bagaimana kamu akan menggunakan modal tersebut. Apakah untuk menambah stok, membeli mesin, membuka cabang, atau memperluas pemasaran? Kesepakatan ini membantu menjaga transparansi selama kerja sama berlangsung.

Contohnya, kamu menerima investasi untuk mengembangkan bisnis kopi. Kamu dan investor sepakat mengalokasikan dana untuk membeli mesin espresso dan bahan baku, bukan untuk kebutuhan pribadi.

3. Skema Keuntungan dan Pembagian Hasil

Jangan menganggap pembagian keuntungan sebagai detail yang bisa dibicarakan nanti. Tentukan cara menghitung keuntungan, persentase pembagian, serta waktu pembayaran agar kedua pihak memahami haknya sejak awal.

Sebagai contoh, bisnis menghasilkan keuntungan yang akan dibagi 60:40 antara kamu dan investor. Pastikan kalian juga sepakat tentang dasar perhitungannya, termasuk biaya operasional yang perlu dikurangi sebelum menghitung keuntungan bersih.

4. Hak dan Kewajiban Setiap Pihak

Dalam perjanjian investasi, jelaskan peran kamu dan investor secara terperinci. Siapa yang mengelola operasional? Apakah investor berhak ikut menentukan strategi bisnis? Batasan yang jelas membantu kalian bekerja sama tanpa saling mengambil alih tanggung jawab.

Bayangkan kamu menjalankan restoran, sedangkan investor menyediakan modal. Kamu menangani menu dan karyawan, sementara investor menerima laporan keuangan setiap bulan. Pembagian peran seperti ini membuat kerja sama lebih terarah.

5. Risiko Kerugian dan Tanggung Jawab

Keuntungan memang menarik, tetapi kamu juga perlu membahas kemungkinan bisnis merugi. Sepakati cara menghadapi kondisi tersebut serta tanggung jawab setiap pihak sesuai bentuk investasi yang dipilih.

Misalnya, penjualan tokomu menurun selama beberapa bulan. Kamu dan investor perlu memahami langkah yang bisa diambil, mulai dari mengevaluasi biaya hingga menyusun strategi pemulihan, berdasarkan kesepakatan dan ketentuan yang berlaku.

6. Jangka Waktu dan Pengakhiran Kerja Sama

Tentukan berapa lama investasi berlangsung dan bagaimana cara mengakhiri kerja sama. Bahas juga ketentuan perpanjangan, pengembalian dana jika relevan, serta penyelesaian kewajiban yang masih berjalan.

Contohnya, kalian menyepakati kerja sama selama tiga tahun. Jika salah satu pihak ingin mengakhirinya lebih awal, tentukan prosedur pemberitahuan dan penyelesaian hak masing-masing agar tidak muncul kebingungan.

7. Cara Menyelesaikan Perselisihan

Perbedaan pendapat bisa muncul meski kamu dan investor sudah memiliki tujuan yang sama. Karena itu, tentukan mekanisme penyelesaian sengketa sejak awal agar kalian tahu langkah yang perlu ditempuh ketika masalah terjadi.

Misalnya saja, kamu dan investor berbeda pendapat tentang rencana membuka cabang baru. Kalian bisa menyepakati musyawarah terlebih dahulu, lalu menggunakan mekanisme penyelesaian lain yang disetujui jika masalah belum menemukan titik temu.

Apa Saja yang Harus Ada dalam Surat Perjanjian Investasi?

Supaya tidak ada detail penting yang terlewat, pastikan surat perjanjian investasi usaha mencakup beberapa bagian berikut:

Bagian PerjanjianHal yang Perlu Dicantumkan
Identitas Para PihakNama lengkap, alamat, identitas pemilik bisnis dan investor
Tujuan InvestasiPenjelasan mengenai bisnis dan tujuan penggunaan modal
Nilai & Pencairan ModalJumlah investasi, jadwal pencairan, serta metode pembayaran
Hak dan KewajibanPeran, tanggung jawab, serta hak setiap pihak selama kerja sama
Skema Keuntungan & KerugianCara menghitung pembagian hasil serta kesepakatan terkait risiko kerugian
Jangka Waktu Kerja SamaDurasi investasi, ketentuan perpanjangan, dan pengakhiran kerja sama
Penyelesaian SengketaLangkah yang ditempuh jika muncul perselisihan
Tanda Tangan & Dokumen PendukungTanggal penandatanganan, tanda tangan para pihak, serta lampiran yang relevan.

Contoh Surat Perjanjian Investasi Modal Sederhana

Kalau baru pertama kali menerima modal investor, coba cek contoh sederhana berikut agar kamu tahu apa yang perlu diperhatikan:

Sumber: mekarisign.com

Dari contoh di atas, kamu jadi tahu bahwa surat perjanjian memasukkan beberapa informasi penting berikut:

  • Identitas pihak yang bekerja sama;
  • Nilai investasi yang disepakati pada Pasal 1;
  • Laporan transaksi dan keuangan di Pasal 2.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Membuat Perjanjian Investasi

Berikut beberapa hal yang perlu kamu hindari saat membuat perjanjian modal usaha:

1. Hanya Fokus pada Jumlah Modal

Nominal investasi yang besar memang menggiurkan. Namun, kamu juga perlu memahami hak, kewajiban, pembagian keuntungan, dan risiko yang menyertai kesepakatan agar tidak menyesal di kemudian hari.

2. Menggunakan Surat Perjanjian Tanpa Menyesuaikan Isinya

Menyalin surat perjanjian kerjasama investasi dari internet memang praktis, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Sesuaikan isi dokumen dengan skema investasi, peran setiap pihak, dan kesepakatan yang kalian buat.

3. Tidak Membahas Risiko Kerugian

Banyak orang bersemangat membicarakan keuntungan, tetapi lupa menyiapkan skenario saat bisnis merugi. Padahal, kesepakatan tentang pembagian risiko dan tanggung jawab membantu kedua pihak menghadapi kondisi sulit dengan lebih jelas.

FAQ

1. Apakah perjanjian modal usaha harus dibuat secara tertulis?

Sebaiknya, ya. Dokumen tertulis membantu kedua pihak memahami hak, kewajiban, dan ketentuan kerja sama dengan lebih jelas.

2. Bagaimana cara menentukan pembagian keuntungan dengan investor?

Tentukan skema pembagian berdasarkan kesepakatan, lalu jelaskan dasar perhitungan, persentase, dan jadwal pembayarannya. Pastikan kedua pihak memahami aturan yang sama sebelum menandatangani perjanjian.

3. Apa yang terjadi jika bisnis mengalami kerugian setelah menerima investasi?

Dampaknya bergantung pada bentuk investasi dan ketentuan yang disepakati. Karena itu, bahas tanggung jawab atas kerugian sejak awal agar kedua pihak memahami langkah yang perlu diambil.

Sudah Dapat Investasi? Saatnya Amankan Brand Bisnismu!

Mendapatkan modal dari perjanjian investasi menjadi langkah penting untuk membawa bisnis ke level berikutnya. Namun, pastikan identitas brand juga punya perlindungan agar kamu bisa mengembangkan usaha dengan lebih tenang.

Sebelum mengeluarkan biaya lebih besar untuk branding, coba cek potensi keberhasilan pendaftaran merek melalui Cek Merek AI dari Mebiso. Jika nama pilihanmu sudah melalui pengecekan, lanjutkan langkah perlindungannya bersama tim profesional Jasa Merek.

Yuk, bikin modal investasi menjadi kesempatan untuk membangun brand yang lebih siap tumbuh dalam jangka panjang!

Hesti Dinalia Avatar

Hesti Dinalia

Legal Intellectual Property Expert M.H

Legal Intellectual Property Expert dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang Hak Kekayaan Intelektual, khususnya merek. Berpengalaman dalam menyusun konten berita merek, analisis kasus merek, jurnal merek, serta panduan proses pra permohonan hingga pasca permohonan merek untuk mendukung pemahaman dan kebutuhan pelaku usaha.

Areas of Expertise: Hak Kekayaan Intelektual, Jurnal Merek, Kasus Merek, Peraturan Hukum
Artikel Terkait
Jualan Brand Lokal: Gini Peluang dan Perbandingan Bisnisnya!

Jualan Brand Lokal: Gini Peluang dan Perbandingan Bisnisnya!

5 Cara Kelola Penggajian Lebih Mudah pada Perusahaan

5 Cara Kelola Penggajian Lebih Mudah pada Perusahaan

Pendirian Yayasan: 7 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mulai

Pendirian Yayasan: 7 Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Mulai

Produk Unilever untuk Kebutuhan Harian, Ini Pilihannya

Produk Unilever untuk Kebutuhan Harian, Ini Pilihannya

Daftar Produk Mayora yang Mudah Kamu Temukan di Pasaran

Daftar Produk Mayora yang Mudah Kamu Temukan di Pasaran

Buka Franchise Laundry Coin atau Self Service, Mending Mana?

Buka Franchise Laundry Coin atau Self Service, Mending Mana?