
Mendapatkan modal dari investor bisa membuka jalan bagi bisnismu untuk berkembang lebih cepat. Namun, sebelum dana masuk ke rekening, pastikan kamu memahami setiap kesepakatan dalam perjanjian investasi agar kerja sama berjalan sesuai harapan.
Jangan sampai semangat mengembangkan usaha membuatmu melewatkan detail penting. Lewat perjanjian investasi, kamu dan investor bisa menyepakati pembagian keuntungan, tanggung jawab, hingga cara menghadapi risiko sejak awal.
Supaya tidak salah langkah, ada tujuh poin penting yang perlu kamu periksa sebelum menandatangani perjanjian investasi. Penasaran apa saja poin tersebut? Simak artikel ini sampai selesai!
Perjanjian investasi perlu kamu susun dengan cermat karena beberapa alasan berikut:
Sebelum menyetujui kesepakatan, coba periksa tujuh poin berikut:
Pastikan nominal investasi, jadwal pencairan, dan metode pembayaran tercantum dengan jelas. Detail ini membantu kamu mengatur kebutuhan bisnis tanpa menebak-nebak kapan dana tersedia.
Misalnya, investor menjanjikan modal Rp50 juta, tetapi mencairkannya dalam dua tahap. Sepakati nominal dan jadwal setiap pencairan agar kamu bisa merencanakan pembelian stok atau perlengkapan dengan lebih tenang.
Bicarakan sejak awal bagaimana kamu akan menggunakan modal tersebut. Apakah untuk menambah stok, membeli mesin, membuka cabang, atau memperluas pemasaran? Kesepakatan ini membantu menjaga transparansi selama kerja sama berlangsung.
Contohnya, kamu menerima investasi untuk mengembangkan bisnis kopi. Kamu dan investor sepakat mengalokasikan dana untuk membeli mesin espresso dan bahan baku, bukan untuk kebutuhan pribadi.
Jangan menganggap pembagian keuntungan sebagai detail yang bisa dibicarakan nanti. Tentukan cara menghitung keuntungan, persentase pembagian, serta waktu pembayaran agar kedua pihak memahami haknya sejak awal.
Sebagai contoh, bisnis menghasilkan keuntungan yang akan dibagi 60:40 antara kamu dan investor. Pastikan kalian juga sepakat tentang dasar perhitungannya, termasuk biaya operasional yang perlu dikurangi sebelum menghitung keuntungan bersih.
Dalam perjanjian investasi, jelaskan peran kamu dan investor secara terperinci. Siapa yang mengelola operasional? Apakah investor berhak ikut menentukan strategi bisnis? Batasan yang jelas membantu kalian bekerja sama tanpa saling mengambil alih tanggung jawab.
Bayangkan kamu menjalankan restoran, sedangkan investor menyediakan modal. Kamu menangani menu dan karyawan, sementara investor menerima laporan keuangan setiap bulan. Pembagian peran seperti ini membuat kerja sama lebih terarah.
Keuntungan memang menarik, tetapi kamu juga perlu membahas kemungkinan bisnis merugi. Sepakati cara menghadapi kondisi tersebut serta tanggung jawab setiap pihak sesuai bentuk investasi yang dipilih.
Misalnya, penjualan tokomu menurun selama beberapa bulan. Kamu dan investor perlu memahami langkah yang bisa diambil, mulai dari mengevaluasi biaya hingga menyusun strategi pemulihan, berdasarkan kesepakatan dan ketentuan yang berlaku.
Tentukan berapa lama investasi berlangsung dan bagaimana cara mengakhiri kerja sama. Bahas juga ketentuan perpanjangan, pengembalian dana jika relevan, serta penyelesaian kewajiban yang masih berjalan.
Contohnya, kalian menyepakati kerja sama selama tiga tahun. Jika salah satu pihak ingin mengakhirinya lebih awal, tentukan prosedur pemberitahuan dan penyelesaian hak masing-masing agar tidak muncul kebingungan.
Perbedaan pendapat bisa muncul meski kamu dan investor sudah memiliki tujuan yang sama. Karena itu, tentukan mekanisme penyelesaian sengketa sejak awal agar kalian tahu langkah yang perlu ditempuh ketika masalah terjadi.
Misalnya saja, kamu dan investor berbeda pendapat tentang rencana membuka cabang baru. Kalian bisa menyepakati musyawarah terlebih dahulu, lalu menggunakan mekanisme penyelesaian lain yang disetujui jika masalah belum menemukan titik temu.
Supaya tidak ada detail penting yang terlewat, pastikan surat perjanjian investasi usaha mencakup beberapa bagian berikut:
| Bagian Perjanjian | Hal yang Perlu Dicantumkan |
| Identitas Para Pihak | Nama lengkap, alamat, identitas pemilik bisnis dan investor |
| Tujuan Investasi | Penjelasan mengenai bisnis dan tujuan penggunaan modal |
| Nilai & Pencairan Modal | Jumlah investasi, jadwal pencairan, serta metode pembayaran |
| Hak dan Kewajiban | Peran, tanggung jawab, serta hak setiap pihak selama kerja sama |
| Skema Keuntungan & Kerugian | Cara menghitung pembagian hasil serta kesepakatan terkait risiko kerugian |
| Jangka Waktu Kerja Sama | Durasi investasi, ketentuan perpanjangan, dan pengakhiran kerja sama |
| Penyelesaian Sengketa | Langkah yang ditempuh jika muncul perselisihan |
| Tanda Tangan & Dokumen Pendukung | Tanggal penandatanganan, tanda tangan para pihak, serta lampiran yang relevan. |
Kalau baru pertama kali menerima modal investor, coba cek contoh sederhana berikut agar kamu tahu apa yang perlu diperhatikan:

Sumber: mekarisign.com
Dari contoh di atas, kamu jadi tahu bahwa surat perjanjian memasukkan beberapa informasi penting berikut:
Berikut beberapa hal yang perlu kamu hindari saat membuat perjanjian modal usaha:
Nominal investasi yang besar memang menggiurkan. Namun, kamu juga perlu memahami hak, kewajiban, pembagian keuntungan, dan risiko yang menyertai kesepakatan agar tidak menyesal di kemudian hari.
Menyalin surat perjanjian kerjasama investasi dari internet memang praktis, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Sesuaikan isi dokumen dengan skema investasi, peran setiap pihak, dan kesepakatan yang kalian buat.
Banyak orang bersemangat membicarakan keuntungan, tetapi lupa menyiapkan skenario saat bisnis merugi. Padahal, kesepakatan tentang pembagian risiko dan tanggung jawab membantu kedua pihak menghadapi kondisi sulit dengan lebih jelas.
Sebaiknya, ya. Dokumen tertulis membantu kedua pihak memahami hak, kewajiban, dan ketentuan kerja sama dengan lebih jelas.
Tentukan skema pembagian berdasarkan kesepakatan, lalu jelaskan dasar perhitungan, persentase, dan jadwal pembayarannya. Pastikan kedua pihak memahami aturan yang sama sebelum menandatangani perjanjian.
Dampaknya bergantung pada bentuk investasi dan ketentuan yang disepakati. Karena itu, bahas tanggung jawab atas kerugian sejak awal agar kedua pihak memahami langkah yang perlu diambil.
Mendapatkan modal dari perjanjian investasi menjadi langkah penting untuk membawa bisnis ke level berikutnya. Namun, pastikan identitas brand juga punya perlindungan agar kamu bisa mengembangkan usaha dengan lebih tenang.
Sebelum mengeluarkan biaya lebih besar untuk branding, coba cek potensi keberhasilan pendaftaran merek melalui Cek Merek AI dari Mebiso. Jika nama pilihanmu sudah melalui pengecekan, lanjutkan langkah perlindungannya bersama tim profesional Jasa Merek.
Yuk, bikin modal investasi menjadi kesempatan untuk membangun brand yang lebih siap tumbuh dalam jangka panjang!