KUMPULAN ARTIKEL SEPUTAR MEREK, PATEN, LEGAL, DLL
Mebiso LOGO

Tips Menghindari Rebutan Merek Ala Drama Komedi Saiyo Sakato

Tips Menghindari Rebutan Merek Ala Drama Komedi Saiyo Sakato

MEBISO.COM – Baru-baru ini Netflix kembali meluncurkan karya dalam negeri yang berhasil menjadi Top 10 New Release berjudul Saiyo Sakato. Drama yang menceritakan tentang rumah makan padang ini ternyata juga memberikan pelajaran bagi pengusaha dalam melindungi nama mereknya. 

Berikut ini ulasan singkat mengenai drama komedi ini termasuk hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pengusaha. 

Drama Saiyo Sakato

Drama yang berlatar di Kota Padang ini menceritakan tentang sebuah keluarga yang menjalankan usaha rumah makan masakan padang dengan nama Saiyo Sakato. Sayangnya, setelah Da Zul, pemilik rumah makan tersebut meninggal dunia, belum ada yang di anggap mumpuni untuk melanjutkan usaha rumah makan tersebut. 

Belum selesai urusan siapa yang bisa meneruskan usaha rumah makan tersebut, tiba-tiba ada seseorang bernama Nita yang juga ternyata istri kedua dari Da Zul. Mar, istri pertama marah besar dan menyebabkan persaingan semakin sengit di antara keduanya. 

Selang beberapa hari, Nita menyatakan perang dengan secara terang-terangan membuka rumah makan masakan padang yang sama berikut nama rumah makan tersebut. Persaingan ketat terjadi di antara keduanya. 

Selain menggunakan nama yang sama, keduanya juga sama-sama bekerja keras untuk menunjukkan kepada pelanggan kalau rumah makan masing-masing adalah rumah makan yang asli. 

Alhasil, karena Nita dan Mar sama-sama bersikeras, pelanggan menjadi kebingungan menentukan mana rumah makan yang asli. Sampai beberapa episode persaingan antara Nita dan Mar masih berlanjut. Bahkan beberapa strategi juga dijalankan keduanya. 

Tapi, kalau mau melihat lebih luas, ternyata permasalahan antara keduanya ini bisa cepat terselesaikan dengan hak merek. 

Bagaimana merek bisa menyelesaikan permasalahan Nita dan Mar?

Konsep Perlindungan Hak Merek

Permasalahan yang terjadi antara Nita dan Mar adalah karena perebutan nama rumah makan masakan padang. Nama rumah makan tersebut bisa menjadi hak merek karena di gunakan sebagai pembeda untuk nama rumah makan lainnya. 

Apalagi, setelah Nita secara terang-terangan menggunakan nama yang sama untuk rumah makan tepat di depan rumah makan milik Mar. Hal ini bisa di hindari apabila Mar segera mendaftarkan nama mereknya sebagai nama merek rumah makan. 

Karena perlindungan merek itu bersifat First to File, artinya siapa yang mendaftarkan lebih dulu yang nantinya bisa mendapatkan hak merek itu. Kalau sedari awal, Mar mendaftarkan nama merek tersebut, baik Nita dan Mar tidak perlu susah-susah membuktikan mana rumah makan yang asli kepada seluruh pelanggannya. 

Seluruh pertengkaran yang terjadi antara keduanya, bisa selesai hanya dengan menunjukkan bukti pendaftaran merek saja. Dalam bukti pendaftaran merek, tertulis tanggal penerimaan dan juga tanggal pendaftaran merek yang bisa menunjukkan merek siapa yang pertama kali terlindungi. 

Selain itu, kalau Mar sudah mendaftarkan nama mereknya, pasti Nita tidak bisa mendaftarkan nama yang sama. Apalagi nama rumah makan yang di gunakan Nita sama persis seperti milik Mar tanpa ada tambahan pembeda apapun. 

Hal ini, ditegaskan kembali pada Pasal 21 ayat (1) huruf (a) sebagai berikut:

“Permohonan ditolak apabila memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang sudah dimohonkan sebelumnya.”

Karena sudah ada jaminan pada undang-undang seperti itu, jadi kalau Nita masih berusaha mendaftarkan merek setelah Mar mendaftarkan mereknya. Kemungkinan besar Nita akan mendapatkan usulan penolakan. 

Bahkan selain usulan penolakan, Mar juga bisa melarang secara tegas penggunaan nama tersebut oleh Nita. Dari Saiyo Sakato, kita mendapatkan pentingnya pendaftaran merek. Apalagi kalau bisnis kamu mempunyai kompetitor seperti Nita. Sebelumnya, pastikan kamu sudah mengecek merek dengan fitur Mebiso agar pendaftaranmu selalu aman.