Running A Business

Mengenal 3 Jenis Komunitas Pelanggan

 
  • 16
    Shares

   

Nah penggiat toko online, bagaimana kegiatan marketing anda hari ini? Jika anda sudah mulai masuk ke komunitas, maka feeling anda mungkin sedikit banyak sudah mulai menyadari bahwa ada perbedaan-perbedaan di antara komunitas-komunitas yang anda masuki. Anda tidak salah. Karena pada dasarnya, komunitas pelanggan sendiri memiliki tiga pola, yakni Pools, Hubs dan Web. Demikian menurut Susan Fournier dan Lara Lee dalam sebuah ulasan di Harvard Business Review.

Pools

komunitas-pools

Pools  adalah jenis komunitas yang paling lemah. Pelanggan berkumpul karena adanya sebuah aktifitas atau interest yang sama. Hanya  saja hampir tidak ada interaksi di antara mereka. Dengan kata lain, pelanggan-pelanggan yang berkumpul di dalam komunitas semacam ini biasanya tidak saling mengenal satu sama lain.

Misalnya jika anda mengadakan acara gowes bersama, lalu mempublikasikannya lewat media lokal, maka kerumunan mobs yang hadir di acara tersebut bisa kita kategorikan sebagai Pools. Mereka hadir semata – mata karena hobi yang sama. Butuh intervensi lebih lanjut bila ingin membuat komunitas semacam ini jadi lebih kuat ikatannya.

Hubs

komunitas-hubs

Komunitas tipe kedua adalah Hubs. Komunitas seperti ini biasanya bersatu karena kekaguman anggotanya terhadap individu tertentu. Saking tergantungnya komunitas seperti ini pada individu yang menjadi icon, maka keterikatannya bisa jadi hanya bersifat temporer. Begitu daya tarik icon tersebut meredup, maka mereka akan kembali ke komunitas asal masing-masing.

Misalnya fenomena idol group 48. Atau contoh kasus lainnya yang lebih mudah ditemui adalah fanatisme pendukung suatu klub sepakbola. Para fans atau supporter diikat oleh fanatisme yang kuat terhadap klub kesayangannya.

Komunitas seperti ini bisa diperkuat oleh pengelola dengan cara menjual “daya tarik” klub. Misalnya dengan mendatangkan pemain-pemain bintang atau cara-cara lainnya.

Webs

komunitas-webs

Komunitas ketiga adalah Webs yang merupakan bentuk komunitas yang paling solid dan stabil. Para anggotanya punya hubungan yang cukup erat antar satu sama lain, terutama karena mereka punya media untuk saling berkomunikasi.

Komunitas seperti ini secara alamiah gampang terjadi di dunia maya, terutama adanya platform-platform seperti Kaskus, Facebook, mailing list, dan lain sebagainya.

Nah Marketers, terjun ke komunitas adalah salah satu cara menggaet customer loyal tanpa perlu biaya iklan yang mewah. Anda hanya perlu ekstra effort untuk be part of them. Jika demikian tujuan anda, maka saya rekomendasikan komunitas jenis Webs sebagai sasaran utama anda.

Gabungan

Dalam beberapa kasus, ada kalanya kita menemukan kombinasi dari bentuk – bentuk komunitas di atas. Komunitas ibu-ibu arisan adalah contoh perpaduan antara jenis Pools dan Hubs, di mana masing-masing anggota saling mengenal serta memilik minat yang hampir sama. Untuk terjun di sini, yang anda perlukan adalah strategi yang inovatif. Menurut saya, Tupperware adalah salah satu penggiat komunitas yang cukup sukses untuk terjun di sini. Anda bisa tebak kenapa?

The point is, dengan memahami jenis-jenis komunitas seperti ini, kita sebagai pelaku marketing bisa menyesuaikan pendekatan dan strategi yang paling tepat. Jadi, sudah mulai dapat bayangannya kah? Semoga sukses ;-)

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


  • 16
    Shares

Artikel Terkait

2 komentar

  • Laurance
    13 August 2013 - pukul 9:04

    Terima kasih untuk pembahasannya. Bagaimana strategi memilih komunitas mana yang perlu kita dekati untuk mendukung bisnis kita? Bagaimana memulai membuat suatu komunitas yang belum ada?thx.

    • Administrator
      13 August 2013 - pukul 14:04

      Halo Laurance, tergantung tujuannya :-)

      Kalau tujuannya adalah peningkatan sales, maka kami sarankan anda dekati komunitas yang berisi mereka2 yang punya potensi jadi lead generation anda, misalnya MediaBisnisOnline masuk ke komunitas enterpreneur, sales, startup, dan web developer karena pembaca kami adalah mereka2 yang berkecimpung di sini.

      Sedangkan kalau tujuannya adalah untuk motivasi, maka anda bisa masuk ke komunitas yang menurut anda mampu menunjang profesi anda. Misalnya enterpreneurship atau salesmanship.

      Anda bisa masuk ke kedua kategori ini, atau hanya fokus satu di antaranya. Semoga sukses ;-)

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *