Running A Business

7 Tips Menggunakan Billboard untuk Kampanye Iklan Anda

 
  • 1
    Share

Loading...

Billboard adalah sebuah media yang tricky. Bukan cuma harganya yang mahal, tingkat keterbacaannya juga tidak terlalu tinggi. Tetapi ketika billboard anda dipasang dengan benar, viral yang dapat anda raih mampu melebihi media konvensional lainnya. Sehingga, ketika anda memutuskan untuk menggunakan billboard sebagai alat marketing anda, anda wajib meninggalkan kesan yang mendalam. Apa saja yang harus anda lakukan?

1. Untuk sebuah billboard, enam kata sudah cukup

Ketika berpapasan dengan billboard, seringkali saat itu kita sedang bergerak. Kita tidak memiliki cukup waktu untuk membaca setiap kata yang ada di sana. Maksimal, advertiser hanya bisa menjaga fokus pembaca billboard selama 6 detik. Itupun jika iklan Anda menarik. Makanya, enam kata adalah satu-satunya senjata yang anda miliki agar semua pesan anda sampai ke audiens. Headline dengan paragraf kecil-kecil tidak akan terbaca. Itu berarti, jika anda memiliki merek, produk, atau layanan yang kompleks, lebih baik anda tidak mempertimbangkan media billboard sebagai media iklan anda. Dalam media billboard, less is more.

2. Rebut perhatian audiens tanpa harus menimbulkan gangguan

Sasaran audiens dari billboard adalah pengendara mobil, motor, sepeda atau pejalan kaki. Hal ini menimbulkan dilema klasik bagi advertiser. Mereka ingin billboard mereka berhasil merebut perhatian, tetapi mereka tidak ingin bertanggungjawab atas kecelakaan yang mungkin terjadi akibat billboard mereka. Contohnya adalah iklan yang ikonik dari Wonderbra: “Hello Boys”. Pada tahun 1994, banyak kecelakaan yang terjadi akibat pengendara yang terpesona oleh belahan dada Eva Herzigova.

3. Billboard bukan untuk respon langsung

Billboard adalah media iklan sekunder. Artinya, dia ideal untuk membangun merek dan mendukung kampanye. Bukan untuk mengundang quick call. Tetapi seringkali advertiser menampilkan nomor telepon dan alamat website di ujung billboard. 99% orang-orang yang benar-benar membaca billboard Anda, tidak akan begitu saja terhubung dengan Anda. Kecuali jika website atau nomor telepon Anda adalah headline dari billboard Anda. Jika Anda ingin mengundang percakapan dengan audiens Anda, maka lebih baik gunakan iklan cetak, televisi, radio, selebaran, dan website. Billboard bukanlah media yang tepat untuk respon langsung.

4. Pesan di dalam billboard haruslah cerdas. Tapi jangan terlalu jenius

Sebuah billboard yang membosankan akan terabaikan. Sebuah billboard yang cerdas akan meninggalkan kesan pada audiens. Tetapi, sebuah billboard yang menyangkut teka-teki justru akan menyesatkan penonton. Anda tidak ingin membuat audiens Anda menggaruk kepala mereka dan bertanya-tanya ketika mereka menyaksikan billboard Anda. Pesan Anda justru tidak akan sampai. Metafora visual yang kompleks tidaklah baik. Cocok bagi media iklan lain, tapi tidak cocok bagi billboard.

5. Semakin banyak billboard semakin baik

Sebuah billboard memang tidaklah murah. Dia juga tidak efektif amat. Billboard adalah media bagi pasar massal, sehingga Anda tidak dapat menyasar langsung ke jantung segmentasi Anda. Makanya, Anda butuh lebih dari satu. Anda perlu menarik sebanyak mungkin mata agar tertuju pada billboard Anda. Setiap billboard memiliki rating, yang disebut Gross Rating Points (GRP). Hal ini didasarkan pada lalu lintas, visibilitas, lokasi, ukuran dan sebagainya. Rating ini memberikan skor antara 1 hingga 100. Jika 50, berarti setidaknya 50% dari penduduk di daerah itu akan melihat papan Anda minimal sekali sehari. Anda pasti ingin menggunakan billboard dengan rating 100. Tapi sayangnya dia tidak akan murah. Makanya, jika anda hanya memiliki satu billboard, pengaruh anda jelas lebih kecil dibanding ketika memiliki empat atau lima billboard.

6. Tidak ada yang membatasi kreatifitas Anda

Jadilah kreatif dengan ide-ide billboard Anda. Standarnya, sebuah billboard itu datar. Tetapi tidak harus selalu begitu. Anda dapat menjadikannya 3 dimensi, bergerak, dan membuatnya berinteraksi dengan lingkungan. Billboard adalah kesempatan Anda untuk mewujudkan kreatifitas yang mengesankan, maka gunakanlah sebaik mungkin.

7. Pertimbangkan aspek lintas media

Gunakan simbol-simbol yang konsisten. Contohnya iklan Game of Throne Season 3 pada tahun lalu. Simbol bayangan naga, selain tampil di billboard-billboard, juga tampil di bangunan HBO dan di sisi bus-bus kota. Bahkan bisa pula ditampilkan di halaman koran New York Times.

Nah, jika ada dari pembaca yang punya tips lainnya, bisa dishare di kolom komentar :)

Baca juga:

Loading...

  • 1
    Share

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *