
Jika kamu ingin menjaga penuh identitas bisnismu, maka logo monitoring adalah hal yang akan kamu butuhkan. Sebab dengan melakukan ini, kamu akan bisa memantau potensi peniruan, penyalahgunaan, atau bahkan penggunaan identitas visual yang tak sesuai dengan izin atau—dengan kata lain—menyalahi hukum.
Sekarang bayangkan bisnismu sudah keluar banyak biaya untuk investasi di aspek kemasan, promosi, dan distribusi. Namun ketika produkmu sudah mulai viral, pihak lain justru menggunakan logo yang mirip dengan bisnismu untuk menawarkan produk yang parahnya sejenis.
Fenomena ini tentu akan membuat pelanggan salah mengenali sumber produk asli dan reputasi bisnismu juga akan bisa ikut terdampak.
Oleh karena untuk mencegah hal ini, logo monitoring jadi hal krusial untuk menemukan indikasi tersebut lebih awal. Namun kamu juga harus pahami bahwa kemiripan visual pun juga tak otomatis membuktikan pelanggaran hukum.
Mari pahami lebih lanjut mengenai peranan dari logo monitoring dan bagaimana cara yang tepat untuk melakukannya dalam ulasan artikel di bawah berikut!
Monitoring logo sendiri bisa membantu bisnismu dalam mengamati apakah logo yang mau kamu pakai pada bisnismu telah benar-benar unik milikmu sendiri atau sudah terdaftar atas nama orang lain.
Maka, agar kegiatan ini bisa menghasilkan informasi yang berguna, kamu harus tentukan terlebih dulu apa yang mau kamu pantau.
Misalnya, perusahaan bisa mencari logo yang digunakan pada suatu produk tertentu, gambar kemasan yang mirip dengan desain resmi, atau akun yang mengaku-ngaku sebagai distributor resmi tanpa ada dasar yang jelas.
Catat semua temuan yang relevan agar tak hilang ketika kamu mulai melakukan monitoring logo ini. Simpan tautannya, tangkapan layar, tanggal, nama akun, dan info produkmu agar tim bisa meninjau kasusnya secara lebih sistematis.
Dokumentasi tersebut juga akan sangat membantu kamu ketika perusahaan perlu meminta klarifikasi atau konsultasi dengan ahli hukum.
Alat atau tools untuk logo monitoring sendiri bermanfaat untuk membantu bisnis dalam mengurangi pekerjaan pemeriksaan manual.
Namun begitu, tak semua alat punya fungsi yang sama. Sebagian ada yang berfokus pada pencarian gambar serupa, dan sebagian lain melacak status permohonan logo merek yang mungkin sudah terdaftar.
Nah, sebelum kamu mulai memilih alat-alat tersebut, kamu bisa sesuaikan dulu fitur-fiturnya sesuai dengan kebutuhan perusahaanmu, antara lain:
Selain itu kamu juga musti perhatikan cakupan sumber data, frekuensi update, notifikasi, hingga dari segi biaya layanannya.
Kalau kamu mau melakukan pemantauan logo dengan cara yang lebih mudah, kamu bisa pertimbangkan untuk memakai fitur yang ada pada situs WIPO untuk mencari tahu apakah logo tersebut sudah terdaftar atau belum.
Pendeteksian logo memanfaatkan metode pencarian atau teknologi pengenalan visual untuk menemukan gambar yang punya kemiripan dengan logo yang mau kamu cari atau awasi.
Namun meski begitu, hasil deteksi tetap butuh kejelian dan analisa dari sisi manusia untuk menghasilkan hasil data yang akurat dan sesuai kebutuhan.
Logo yang mirip bisa muncul karena penggunaan elemen umum, desain yang kebetulan mirip satu sama lain, atau penggunaan aset umum secara tanpa izin. Sebaliknya, peniruan logo bisa menggunakan perubahan kecil yang mana membuat sistem tak akan bisa mengenalinya.
Karena itu, untuk menilai temuan-temuan tersebut, kamu perlu periksa tiga hal berikut ini:
Pendekatan seperti ini akan membantu bisnismu menghindari tuduhan tak berdasar yang terburu-buru sekaligus memprioritaskan temuan yang memang butuh tindakan secepatnya.
Melakukan monitoring logo akan lebih efektif kalau bisnismu bisa menjalankannya lewat proses yang terstruktur. Berikut adalah tujuh langkah yang bisa kamu jadikan referensi:
Kumpulkan logo utama, variasi, simbol, dan desain kemasan yang mewakili identitas bisnismu.
Simpan file berkualitas tinggi sebagai referensi agar nantinya kamu bisa lebih mudah membandingkan hasil pencariannya.
Manfaatkan alat pencarian gambar atau teknologi deteksi visual untuk menemukan potensi peniruan.
Pilih alatnya berdasarkan cakupan sumber data, frekuensi update, sampai biayanya kalau memang butuh untuk membuka fitur-fitur lain yang tersedia.
Tetapkan jadwal pemeriksaan rutin sesuai dengan tingkat risiko bisnismu. Kalau kamu menemukan indikasi peniruan yang relevan, tingkatkan juga frekuensi pemantauannya pada kanal tersebut.
Periksa bentuk, susunan elemen, warna, serta konteks penggunaan logo yang kamu temukan.
Tapi, jangan langsung simpulkan telah terjadi pelanggaran hanya karena adanya dua gambar yang mirip, sebab penilaian yang komprehensif butuh konteks dan pemeriksaan hak yang relevan.
Simpan tautan, sumber, tangkapan layar, tanggal temuan, identitas akun, dan informasi produk terkait.
Dokumentasi yang rapi akan membantumu dalam evaluasi dan menyiapkan bukti kalau memang butuh bantuan jasa profesional.
Tentukan apakah temuan tersebut cukup untuk kamu pantau saja atau justru butuh penanganan lebih lanjut.
Kalau memang ada indikasi pelanggaran, pertimbangkan pilihan untuk berkonsultasi dengan profesional yang memang paham betul soal perlindungan merek bisnis.
Alat ini membantu kamu dalam mengecek apakah ada logo yang punya bentuk atau visual yang mirip.
Tidak, hasilnya bergantung pada sumber data, kemampuan teknologi, dan bentuk kemiripan yang mau kamu cari.
Pemantauan logo berfokus pada penggunaan identitas visual sedangkan monitoring merek fokusnya lebih luas, meliputi kelas merek, nama, dan pemilik merek.
Pemantauan penggunaan logo, sangat beda dengan pemantauan status permohonan merek. Kalau bisnis sudah mengajukan pendaftaran, maka kamu juga perlu mengikuti perkembangan proses agar tak melewatkan info penting.
Lewat layanan cek merek logo dari Mebiso, kini kamu bisa memantau perubahan status permohonan merek sekaligus memantau apakah merekmu punya potensi bisa terdaftar secara lebih real time dengan bantuan AI.
Agar langkah perlindunganmu makin maksimal, segera daftarkan juga logo merekmu lewat jasa pendaftaran merek terpercaya dari Jasa Merek untuk bantu kamu lewati segala prosesnya tanpa perlu ribet dan lebih hemat waktu!